0
 Drama, Comedy.


Pernahkah kamu merasa kesal sama para personel salah satu band favoritmu? kedengarannya agak SKSD gitu emang. Apa urusan kita coba untuk kesel? tapi yak, itulah yang aku rasain semalam terhadap anak2 Tika & the Dissidents. Gitu buka twitter, tiba-tiba baca tweet "@kartikajahja: Friendship tertindas Ego... Ya Tuhan, lindungi band kami", aku langsung ngecek TL-nya, eh ada mentionnya buat Iga Massardi, gitarisnya. buka TL Iga, ada edisi curhat-curhatan kesel karna temen2 band-nya ngajakin gitaris pengganti tanpa minta persetujuan dia.




Iga Massardi ini adalah salah satu gitaris favoritku. bukan karena mukanya yang imut, tapi karna dia main gitarnya bagus banget, walaupun muka imutnya salah satu faktor pendukung juga sih, hehe. awalnya aku suka dia dari "the Trees & the Wild", lagu pertama yang aku denger adalah 'honeymoon on ice', langsung jatuh cinta, dan setelah tau lagu ini terinspirasi dari film Eternal Sunshine of the Spotless Mind, jadinya makin cinta.

Dan selanjutnya, secara gak sengaja aku menemukan ke'eksis'an salah satu band indie yang juga super keren, 'Tika & the Dissidents', lewat websitenya aku tau nama2 personel band ini. taraaa.. lagi2 ada Iga Massardi. Di website itu ditulis, "apa persamaan antara Tika & the Dissidents dengan the Trees & the Wild?" jawabannya adalah, tidak ada. kecuali sama2 menggunakan "and" di tengahnya, dan saling berbagi gitaris. (gak persis kayak gitu sih kalimatnya). Rasanya luar biasa banget punya 1 gitaris (indonesia) yang disuka, dan dia gabung di 2 band favorit. tapi aku gak follow twitternya sampe tadi malem, abisnya pas liat pertama kali, isinya tentang gitar2 gitu, gak ngerti. semalam baru liat lagi, ternyata banyak yang lucu minus edisi curhat (tapi aku follow twitter Tika, karena isinya banyak sarkasme. i love it. hehehe)

Nah, selain hal2 diatas, yang bikin aku tambah suka adalah cara berpikir dan cara pandangnya yang banyak dia tulis disini  http://igamassardi.wordpress.com  *baru tau dan baca blognya semalam* dulunya murni suka karena musiknya aja, dan sekarang, Hah! gak bisa nolak, aku beneran "jatuh cinta" sama cowok ini. bahkan saat dia "acting curhat norak" pun, dalam hati aku tetep belain dia. hahaa.. eh ngomong-ngomong, tadinya kan mau cerita kekesalan sama anak2 Tika & the Dissidents, sekarang kenapa malah fokus ke gitarisnya doank irnaaaa????

Baiklah, kita kembali ke masalah awal. udah baca screenshot diatas kan? itu yang bikin aku kesel. kalo untuk band favorit, kadang2 aku emang agak overreacted. dulu waktu bubarnya Oasis juga sedih gila, trus baru juga Mocca vakum karna vokalisnya udah ke amerika. Nah sekarang, masa 'Tika & the Dissidents' yang aku kenal sebagai band yang cool, tiba2 jadi gak cool, berantem di twitter. dan Iga Massardi-pun menjadi Iga Marissa. plus, pake acara gini lagi..


*dengan badan segitu, dia mau mukul orang kek gimana coba???*

dan ini,

*baca dari bawah*

Heee? pengen banget tadinya bikin twit "Kalo kayak Iga Massardi dibilang jualan tampang, dan disuruh gabung di boyband. bisa dipastikan, aku bakal jadi penggemar berat boyband Indonesia", tapi gak jadi. mikir, "siapa kamu Naaa?" itu kan masalah intern mereka yang kebetulan aja ada yang gak bisa nahan diri dan jadilah diketahui publik. sumpah, twit2 berantem itu tadinya bikin badmood parah. niat awalnya pengen nonton film, malah keterusan baca twit2 mereka nunggu kapan baikan, eh ujung2nya keasikan baca blognya Iga, dan makin berharap dia gak keluar dari Tika & the Dissidents. tepat di jam 11.55, muncullah ini...




Monyeeeeeet..!!! 

Gak tau alasan anak2 band ini apa, mungkin cuma sekedar iseng dan lucu-lucuan karna banyak orang yang berantem dan mengumbar masalahnya di twitter. tapi bagi aku, ini adalah "the real sarcasm and stand up comedy". yang pasti banyak banget yang ketipu. bahkan ada yang nyuruh sabar dan positive thinking. hahaha.. sompreeet! nyesal udah bermellow guslow marsmellow tadinya. ih, kalian lucu banget deh, cubit pipinya, jambak rambutnya, tenggelamin ke sungai. *sumpah emossssiiiiii..... tapinya lega.* #sumringah


Dan foto ini menunjukkan bahwa, tidak ada yang namanya pergantian personel. perasaan saya? antara keseeel karna ketipu dan tambah suka sama Tika & the Dissidents, they do reallly know how to have fun. Sekian cerita twitter yang bergenre 'drama comedy' hari ini.


2
 Kalo kata Cinta, "BASI. Madingnya udah terbit!"


Kadang-kadang situs jejaring sosial itu bisa memancing emosi di sana sini, seringkali penyebabnya adalah hal-hal basi yang dikembangkan sedemikian rupa. Memang, setiap orang berhak untuk beropini, baik yang murni dari hati, ataupun yang sekedar ikut-ikutan tantang tirani biar dianggap cerdas dan kritis. tapi sebaiknya sebelum pro atau kontra, pastikan dulu komentar anda sesuai kondisi. kalo gak, bukannya terkesan cerdas, tapi malah terlihat klise.

Tau tentang kasus penangkapan anak "PUNK" di Banda Aceh? banyak yang pro, tapi banyak juga yang kontra. tidak masalah, lagi dan lagi karena setiap orang berhak untuk berpendapat dan memutuskan bela siapa. tapi anehnya... seringkali yang dikemukakan adalah hal-hal dari sebelah pihak. koran dan situs berita juga sama aja lebaynya dengan infotainment. gak sah kalo gak pake drama.

Yang membuat aku heran. banyaaaaaaak sekali orang yang bawa-bawa masalah HAM. kedutaan Jerman dan Perancis sampai menghubungi Pemko Banda Aceh, dan juga masuk di surat kabar Amerika, Autralia dan teman-temannya. lain kali kalau mau jadi pahlawan, bangunnya pagi, jangan siang, apalagi sore. kalo mau ngomongin masalah HAM, kenapa baru sekarang? kemaren-kemaren kemana aja om, tante? gak tau apa kalo ini ACEH. ada yang masih ingat DOM? atau lebih tepatnya yang di luar aceh ada yang tau gak? karna kayaknya banyak yang gak tau nih, atau memang gak peduli dan menutup mata karna korbannya cuma masyarakat kampung yang gak punya komunitas di berbagai negara.

DOM itu pelanggaran HAM yang gila-gilaan, lelakinya dibantai, perempuannya diperkosa. TNI yang menjalankan, ExxonMobil yang mendanai. tapi kok adem ayem aja ya? Dianggap kurang modern dan gak keren? yang dibantai itu bukannya anak-anak yang bawa narkotika dan senjata tajam loh, tapi petani yang dipaksa menjual tanahnya dengan harga murah demi kepentingan perusahaan amerika tersebut. tapi negara-negara lain yang barusan heboh gara-gara penangkapan anak punk, kok diem-diem aja? dan apakah ada tindakan serius dari pemerintah indonesia untuk menegakkan hukum dan keadilan? TIDAK. aku gak tau apakah tentara yang melakukan pelanggaran HAM itu diadili atau gak, tapi yang pasti ExxonMobil masih beroperasi dengan santainya di aceh. info terakhir yang aku tau, juli 2011 ada 11 orang aceh yang menuntut ExxonMobil, dan bulan agustus Exxon dikabarkan menjual sahamnya yang ada di aceh. katanya sih, karna udah gak menarik lagi, sama sekali gak ada hubungan sama tuntunan itu. percaya? kayaknya info minyak bumi yang tinggal sedikit itu udah udah berkembang sejak aku SMA deh, tapi kok baru sekarang mereka pengen hengkang? tepat setelah masalah ini diangkat lagi dan dibawa ke persidangan  Amerika. bagi aku lebih terlihat kayak melarikan diri, tapi kenapa gak heboh? Agustus kemaren orang-orang udah pada eksis kan ya di twitter, ngomongin soal politik atau apapun yang kelihatan pinter. tapi untuk masalah ini, tetap adem ayem. kayak puisi-nya Rangga, "sepi dan sendiri aku benci."

Makanya, kadang-kadang eneg ngeliat reaksi orang-orang yang lebaynya minta ampun. kirain di Indonesia ini, sinetron dan infotainment aja yang lebay, tapi ternyata sebagian besar masyarakatnya juga gak mau kalah saing. kalau memang mereka mau bela anak punk, terserah.  tapi lihat dulu dari kedua sisi, benar gak anak punk-nya ngerasa dianiaya? dan saat mereka bicara tentang pelanggaran HAM, mbok ya mikir toh. ada hal2 yang lebih besar pelanggaran HAMnya kenapa diem aja. 65 anak punk yang diceburin (baca: disuruh mandi) ke sungai dan dipotong rambutnya itu, sumpah gak seberapa mana dibandingkan dengan ribuan nyawa masyrakat miskin yang dibantai demi kepentingan perusahaan asing yang jadi pohon uang bagi pemerintah, ditambah lagi dengan pembantaian mesuji dan kasus papua yang beritanya berdekatan, tapi timeline sepi-sepi aja, entah menghilang kemana makian dan sumpah serapah mereka. ibaratnya, kalo lagi di tengah laut, kita teriak2 ketakutan ngeliat ikan teri, sementara ada ikan hiu di depan mata, kita diam aja. jadi lain kali buat yang lokal, nasional dan internasional, kalo mau protes, pake skala prioritas yes.


4
Have You Ever? 


 


Pernah baca artikel diatas? kalo gak pernah, maka bacalah. terutama buat yang kemaren sempat kecewa gara2 isu salah satu parpol melakukan "transaksi politik". well, ini indonesia bung, kalau mau percaya atau ngefans, mbok ya milih-milih.. palingan ya gak sama partai politik lah.. aku gak pernah ngefans (bahkan kepikiran untuk ngefans juga gak pernah) sama partai politik, baik nasional maupun internasional, gak pernah ngarep yang muluk-muluk juga dari para politikus got dan pemerintah. jadi ya, gak pernah kecewa kalau tiba2 ada berita yang gak enak dari mereka yang sudah terbiasa dengan hidup enak.

Pernah ngerasa bangga sama alumni sendiri yang jadi "orang"? atau sama putra daerah yang jadi pejabat atau menteri? saya tidak. bukan karna aku kuliahnya di universitas yang ada ujung sumatera dan gak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan universitas yang ada di ibukota, bukan juga karna gak cinta sama sama daerah sendiri. tapi murni karna mikir, setelah jadi menteri atau pejabat, dia bisa apa? korupsi? ngelakuin hal yang sama kayak apa yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya? kalo iya, ngapain harus bangga? tapi kalau dia beneran bisa ngasih pembaharuan bagi rakyatnya, tertama rakyat kecil, baru aku salut. kalo gak, ya apa bedanya putra daerah kita atau putra daerah orang lain yang ada di posisi itu?

Pernah nonton Stand-Up comedy? ada yang lucu ada yang enggak. yang paling lucu waktu Raditya Dika ngomentarin Sm*sh, Susan, iklan indonesia, sinetron laga, film horror, cara komunikasi anak gaul.. sumpah bikin ngakak. yang gak lucu? banyaaak.. ada yang agak "maksa" biar keliatan lucu sekaligus cerdas, ada juga yang udah ngomentarin dandanan anak emo, trus dibaik-baikin lagi, bah.. kalo ujung2nya takut ntar diprotes, ya gak usah dibahas toh. ada juga yang komentarnya yang aku gak suka, bukan edisi legalisasi Ganja yang "heboh banget deh" itu, tapi bagian yang bicara tentang type2 orang yang digambarkan  lewat cara berpakaiannya. yang bikin aku agak heran sama stand up comedy ini, ada hal-hal yang sebenarnya cukup ditanggapi dengan senyum aja, tapi penontonnya ngakak sekenceng2nya. ini sebenarnya salahnya dimana sih? entah aku yang gak cukup cerdas untuk mengerti lucunya dimana, atau emang penonton "live" nya yang terlalu mendramatisir keadaan?

Pernah berdebat dengan teman tentang benar dan salah? Saya pernah, yang membuat suasana nongkrong yang awalnya membahas tentang pernikahan, berganti menjadi sesuatu yang lebih serius. menurut aku, untuk hal-hal pribadi.. benar/salah, baik/tidak baik, itu relatif. tapi untuk hal-hal tertentu yang berkaitan dengan sistem negara, berkaitan dengan masyarakat, jujur/tidak jujur, adil/tidak adil. maka, salah/benar itu seringkali menjadi mutlak. waktu itu kita bicara tentang proyek pembangunan yang dibikin oleh pemerintah. saya bilang seringkali prakteknya gak jujur, belum lagi kualitasnya menurun drastis dari rencana awal yang diajukan. mereka bilang saat penyusunan budget, sudah dihitung untuk si A, B dan C sampai Z. katanya itu wajar. aku bilang itu gak benar. temenku yang kerja di pemerintahan bilang, "itu namanya rejeki". okay, dia tau ada yang salah, tapi gak mampu menolak kucuran dana dari atasan (well, who does?), paling gak, dia gak beranggapan sesuatu yang salah bisa menjadi benar hanya karna dia menjadi bagian dalam sistem tersebut. temenku yang kerja di perusahaan kontraktor bilang, jangan menyalahkan sesuatu yang kita tidak terlibat di dalamnya. kalau kita harus terlibat dalam sebuah sistem hanya untuk bisa memastikan itu salah atau enggak, maka.. KPK harus korupsi dulu biar tau tindakan itu salah, hakim harus memperkosa dulu supaya mengerti perbuatan itu keji. demikian? katanya lagi kalau salah satu kontraktor menyuap pemerintah untuk meloloskan proyeknya, karna memikirkan nasib anak buahnya yang nanti gak tau mau digaji pakai apa bila proyek ini gak mulus, maka itu boleh2 aja. aku bener2 gak ngerti gimana seseorang bisa mengatakan itu boleh, gimana dengan nasib orang2 yang bekerja di perusahaan kontraktor lain yang udah dicurangi? gak masalah gitu? apakah ada cara yang benar untuk melakukan sebuah kesalahan? eniwey, kata temenku yang dokter, "udah ah.. gak usah bahas yang berat-berat. pusiiing.."


*saat orang2 sibuk sama gerhana bulan, aku nonton pilem. saat orang2 nonton bola, atau sebagiannya lagi tidur, aku nulis blog. saat orang2 bangun nanti pagi, beberes rumah, olahraga, atau apapun lah.. aku tidur. well, good(late)night and good(early)morning then.*

4
a Story about a Real Girl who doesn't fit in a Fake World


#nowplaying Disturbed -the Game

Pernahkah anda berada di lingkungan palsu? penuh ramah tamah palsu, basa basi yang sangat basi, bahkan senyum dan candaan palsu pun tersedia dimana-mana. awalnya gak terlalu peduli, tapi saat kepalsuan mulai menyerempet kanan kiri. maka,
MUAK

adalah kata pertama yang muncul di otak saya.

baby boys, baby girl.. they're all same. fake. Bersikap seolah-olah Princess and Prince Charming dalam dongeng Disney, padahal aslinya Evil Queen dan  Rumpelstiltskin. if this place is Once Upon a Time's town, then i know who they really are. me? of course Emma Swan, without the son.

#nowplaying Disturbed - Fear

Bukannya mau sok paten, tapi emang aku gak pernah terbiasa dengan basa basi senyam senyum sana sini. aku type orang yang bicara apa adanya, langsung komunikasi kalau ada yang gak berkenan dihati. Nah anehnya, banyak yang di depan penuh dengan basa basi, mempertahankan senyum sekian inci. tapi gitu di belakang meracaw sesuka hati, apa anak kemarin sore emang mentalnya begini? dipikir-dipikir lagi, kayaknya mereka gak terlalu "kemarin sore" deh, bahkan ada yang usianya gak pantes lagi disebut sebagai remaja yang beranjak dewasa. sumpah, kayak gak punya jati diri.

#nowplaying Limp Bizkit - Why Try

Okay, gak ada yang salah dengan basa-basi (walaupun seringkali membuatku ingin gantung diri), tapi harusnya kalau sok manis di depan, di belakang gak perlu sok garang. atau kalau di depan ngomongnya begini, di belakang gak perlu begitu. atau kalau aku ngomongnya A, transferlah menjadi A juga, kalaupun emang ngebet bener pengen diganti, ya jadi B kek, jangan sampai jadi Z. terlalu jauh. Oh God, i can't deal with it, really not my style. if they have something to complain about, then say it right to my face. not behind my back. i told them looong time ago, but nothing's changed. they keep pretending like innocent babies and keep talking blah blah blah. Eeew that sucks. so, all i can say "if you release a monster in me, then you have to face it. don't run away from something you've already activated, fake baby girl and boys."

#nowplaying Skillet - Monster

and for someone out there, i know you're pretty damn cool if you like my taste of music, or my taste in movies or books or my personality maybe. but this is the real me, unfortunately i'm not a really nice girl.  disappointed? yes? well, you better run for your life, before you fall for the wrong girl.


0
5:28 pm

Aku masih di kantor, dengan segelas kopi, internet lancar tanpa ada pemblokiran di situs -situs jejaring sosial yang tidak disayangi tapi selalu membuat anda kembali hanya untuk mengupdate berita basi (mungkin IT sedang berbaik hati), dan mendengar cerita teman yang sedang kesal pada si bos. tidakkah kamu sependapat dengan Kato, katanya "Nobody loves their boss."




Beberapa twit teman membuat-ku ketawa cekakak cekikik. Entah selera humorku yang makin lama makin tak biasa. Atau memang karena cuaca hari ini amat sangat panas, sehingga kata-kata standar-pun bisa dianggap lelucon yang cerdas. Mungkin juga hanya sekedar butuh hiburan. Ya, sepertinya itulah alasan yang sebenarnya.

Di luar sana, secara berangsur-angsur sinar matahari mulai memudar, masih ada sekitar 1 jam sebelum ia menghilang. Itu pertanda matikan komputer dan saatnya pulaaang.


*catatan tak penting di kala suntuk dan penuh aura kasih kemalasan* #abaikan postingan ini.


0
Cerita Pendek Bukan Tentang Cerita Cinta Pendek


Who's Ustad Solmed? why is he so popular? when did this happen? and how comeee? okay aku udah mulai agak stress (baca: muak) ngeliat berita tentang Ustad Solmed. bukan karna ngefans. tidak tidak. i don't even know him. tapiii, tiba2 laptop kantor ini home page-nya berubah jadi yahoo.co.id, tiap kali buka mozilla yang kebaca duluan kalo gak Anang - Syahrini, Raffi - Yuni, dan berita-berita kayak gitu lainnya. dan aku heran sama diri sendiri, kenapa gak langsung ganti home page-nya irnaaaa? *telat mikir* 

Nah, sekarang yang lagi heboh "Ustad Solmed" yang entah siapa itu. gak niat baca emang, tapi tetep aja kebaca walopun cuma judulnya doank, itu aja udah cukup kok bikin emosi jadi sengeri film The Silence of the Lambs. Oh Tuhan, di Indonesia ini, mulai dari Presiden, sampe Ustad pun bisa jadi artis. mending kalo bagus. Eewww...

Dan yang lebih parah, kemaren aku ngeliat situs OMG! (bagian yahoo juga), kirain itu isinya sama kaya www.omg-facts.com eh ternyata...  jauuuh berbeda. salah satu isi-nya "bulu mata Ashanti",  what the hell? salah dua-nya kebayang sendiri kan. saking udah eneg-nya, langsung tadi buru-buru ganti homepage-nya jadi google lagi. and finally, hidupku kembali aman sentosa. - Sekian.



0
Movie Talk

Eniwey, udah lama aku gak nulis review film. kali ini aku pengen nulis review singkat aja deh *bukannya emang slalu singkat2 ya*, tapi tetep berdasarkan selera pribadi. jadi, gak layak untuk diajadikan acuan. well, here we gooo...

# Midnight in Paris. this movie is gorgeous. Woody Allen, drama fantasy, Paris 1920an (Hemingway, Picasso, Fitzgerald, Salvador Dali, dll)  musik, karakter tokoh, lil bit humor, and i do love the ending.. that's just perfect to me. See, drama yang gak menye-menye itu keren.

# Kung Fu Panda 2. Beberapa orang bilang film-nya gak seru, terlalu kekanak-kanakan. tapiiii, aku suka,  lucuuu.. ini panda emang menggemaskan banget. dan makin lama, karakter Jack Black makin menyatu dengan Po. beneran gak bisa dipisahkan kayaknya.

# Sleeping Beauty. the worst fairy tale adaptation ever. dear Julia Leigh, you better find another title for your movie. and Emily Browning, seriously? do you want to be a porn star?

# Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides. aku cinta berat sama seri 1 sampai 3-nya.  sebagian orang bilang kecewa sama film ini karna awalnya dikira menegangkan rada ngeri gitu, tapi ternyata malah ringan banget, dan aku malah cinta karna alasan itu, dan juga karna Johnny Depp pasti. sama kayak Sherlock Holmes yang juga dibuat ringan. i mean, come on, why so serious? it's a movie, don't you wanna have a lil bit fun? well, mari kita kembali ke Pirates of the Caribbean yang sayangnya gak begitu seru di seri ke 4-nya ini. gitu sutradaranya diganti, langsung berasa banget, ada hal-hal di film sebelumnya yang gak ada di film ini. gak tau ya, aku ngerasa kurang komplit aja. tapi aku suka endingnya. dan 1 lagi, aku juga senang gak ada lagi Will Turner dan Elizabeth Swann. Enggg, yaaa aku tau Orlando Bloom salah satu cowok yang dipuja wanita sejagad raya, but i'm just not that into him. and Keira Knightley, there's nothing wrong with her, cumaaa... aku bukan type yang akan ngefans sama bintang film cantik yang minus ekspresi.

dan sekarang saatnya ngereview film yang udah lama ditonton,

# Beastly, ternyata trailernya jauh lebih bikin deg-degan dari filmnya, tapiiiii tetep aja Alex Pettyfer bikin my heart skips a beat dan dia shirtless di beberapa scene, dan sontreknya keren-keren. do you really need other reasons to watch this movie, girls? Hahaha… emang ada beberapa film yang gak butuh ini itu, cukup ada cowok cakep dan sontrek keren, that’s it.

# Red Riding Hood, seperti yang diprediksikan sebelumnya, ternyata aku emang gak sukaaaa sama sekali sama film ini (tapi suka Henry-nya bukan tokoh utama) ceritanya udah diacak-acak parah, dan endingnya? What the hell was that? Masa’ iya ada anak yang tega membelah perut ayahnya, dimasukin batu, trus ditenggelamin ke danau, I don’t get it, really. Kayaknya dibikin judul Red Riding Hood cuma biar banyak yang nonton aja, haaah.

# Sucker Punch, without its music is suck. Aku gak ngerti sebenarnya film ini mau menyajikan apa, thriller, fantasy,  drama, action, atau keempat-empatnya.. yang pasti, aku gak dapet satupun feelnya dari 4 genre itu, setengah-setengah gitu, gak total. Ceritanya terlalu monoton, masa’ gitu-gitu aja dari awal sampe akhir, gak ada tantangan, gak ada teka teki juga. Buat aku, yang menarik Cuma di 10 menit awal dan 10 menit akhir (yang menurut entah siapa itu, 10 menit awal dan akhir adalah bagian yang gak pernah diperhatikan oleh penonton. Yak, berarti aku anomali, yang "melek" dari detik pertama sampai detik terakhir)

# I am Number Four. aku suka sama film ini, bukan suka dalam artian cinta kayak aku cinta film-film drama fantasy atau thriller penuh teka teki, tapi suka sebagai cewek normal eh, ini film cewek bukan yak? filmnya seruuu (seseru serial Chuck, karakter orang-orangnya juga rada mirip), sontreknya keren-keren, lagi dan lagi Alex Pettyfer cool gilaaak, and I feel soooo number six, LOL

# Gnomeo & Juliet. walaupun aku pencinta kartun, tapi aku sama sekali gak suka film ini. sumpah waktu lagi nonton, aku berharap cepet selesainya, gak ada 1 bagianpun yang ku-suka. mungkin sutradaranya menghadirkan tokohnya kurcaci taman gitu biar keliatan cute.  tapi menurutku justru mengerikan, se-ngeri cerita goosebumps waktu aku masih kecil dulu.

# You Will Meet a Tall Dark Stranger. drama abiiis, tapi gak menye-menye. dan kayak biasa aku slalu suka film-filmnya Woody Allen. dia punya ciri khas. settingnya, ceritanya, musiknya, endingnya. Selain itu aku juga suka film ini karna menggambarkan gimana kehidupan tiba-tiba berubah, dan gak bisa kembali kayak semula, all we need to do just go through it, that’s it, and everything will be fine on its own way. Plus, dia menyajikan konflik dalam film, tapi gak menghadirkan penyelesaian masalah pada tiap tokoh, yaudah gitu aja. Lagian kan film itu gak harus berakhir  happily ever after.

# the girl with the dragon tattoo, udah lama gak nonton film kayak gini, jadi rasanya gimana gitu, otak kaya diajak mikir lagi, eniwey aku suka film ini, dan butuh lebih banyak film kayak gini, ada yang bilang novelnya lebih bagus (ya, biasalah ya.. kalo film yang diangkat dari novel kan emang biasanya gitu, karna banyak bagian-bagian yang di cut dari novel), nah sekarang, hollywood udah mau bikin remake-nya aja, bener2 gak ngerti maksud dan tujuannya apa bikin remake film ini. Lincoln Lawyer, aku juga suka, tapi gak terlalu, karna pengacara handal penuh gaya yang menyelesaikan kasusnya dengan sempurna itu agak sedikit basi.
 
# Corpse Bride. nontonnya udah lama banget nih, tapi gak pernah ingat untuk direview. God, i'm madly in love this movie, dark and gloomy. film yang kutonton sampai 3x berturut-turut. abis nonton, nonton lagi dan lagi.. yaaa emang sih yang ketiga-nya cuma nonton bagian-bagian favorit aja, tapi bagian yang kusuka itu  hampir semua scene, dan selalu nangis tiap kali ngeliat endingnya, waktu si hantu itu jadi kupu-kupu, sediiiih... kakakku bilang aku harus konsultasi ke pskiater, kayaknya aku udah mulai gila, apa menariknya coba ngeliat kartun dengan gambar aneh kayak gitu, dan akhirnya akupun menjumpai pskiater, ups just kidding. But seriously, It’s an awesome movie. Tim Burton emang jago kalo bikin film kayak gini, plus musiknya kereeeeen, Danny Elfman, aku padamu deh. tenaaaang, aku gak cuma suka sama kartun kayak gini kok, tapi juga cinta banget sama jenis How to train your dragon, Legend of the guardian, UP, Tangled (Eugene sumpah mirip banget sama Chuck Bartowski) dan Princess & the Frog (ceritanya udah dimodifikasi dan jadi tambah keren), dll.

# Idiots and Angels. peringatan awal: ini bukan tontonan anak-anak, jadi jangan pernah kepikiran untuk ngasih ke anak atau ponakan. kartun yang keren abis, gambarnya, penyajiannya, musiknya, ceritanya. semua-semuanya oke. tapi kalo gak suka jenis yang gambarnya abstrak bentuk gak jelas gitu, disarankan gak usah nonton aja (bahkan ke temen sendiri pun aku gak berani rekom, takut ntar banyak yang protes lagi karna beda selera, hahaha)

ada temenku (atau kakak-kakak yang jadi temenku lebih tepatnya) yang bilang “ada 2 kondisi dimana kita menikmati nonton kartun, 1. Saat masih kecil, 2. Saat nemenin anak”, okay aku agak lupa gimana tepatnya isi twit dia, tapi yang penting intinya ya gitulah. lagi-lagi, aku adalah anomali, aku bukan anak kecil lagi, dan belom punya anak, tapi aku amat sangat menikmati film kartun, ya kartun amerika, jepang, atau eropa. karna ada hal-hal tertentu yang cuma bisa kita terima kalau dihadirkan dalam bentuk animasi, bahkan dalam film yang bergenre fantasy pun sebenarnya ada yang namanya "logika fantasy", tapi dalam animasi, semuanya bebas, gak ada batasan (at least bagi aku).

# Black Swan. Satu hal yang pasti, kalo belom nonton filmnya, jangan pernah baca resensinya, karna bakal membuat kita jadi gak penasaran lagi. Itu yang terjadi waktu aku nonton Black Swan. Rasanya nyesal banget baca resensinya, hysterianya itu jadi berkurang padahal filmnya keren. makanya walopun nontonnya udah lama tapi baru cerita sekarang. Aku suka film ini, Natalie Portman actingnya keren, tapi kalo untuk karakternya tokohnya, aku lebih suka Lily (Mila Kunis), dan scene favoritku adalaaaah… endingnya,  waktu Nina Sayers melukai tubuhnya untuk merasa "perfect". aku lupa mau bilang apa lagi buat film ini. intinya, aku nyesal baca resensinyaaaa!

# King’s Speech, ceritanya bagus, acting pemainnya keren, musiknya oke. Secara keseluruhan, aku suka film ini. tapi kalo dibandingin sama Black Swan, aku lebih suka Black Swan. Alasannya simple, karna ini jenis film drama yang terlalu di drama2in untuk jadi Oscar material #PersonalOpinion. Semua tokohnya slalu dalam keadaan tegang, feel antara istri dan rajanya kurang dapet, tapi aku suka hubungan antara raja dan yang ngelatih dia pidato, chemistry-nya dapet. dan, menurut aku, ceritanya terlalu fokus pada 1 hal teknis dan monoton tentang yang itu-itu aja, padahal kalo aja dihadirkan sesuatu yang lebih “beremosi” antara raja dengan keluarga-nya kek, atau sama rakyatnya, pasti lebih keren.

Well, demikian pendapat saya, boleh setuju boleh enggak. yang namanya selera itu kan gak harus seragam ya. good night and good morning.




2
Tentang Isu Sensitif


Kalo ada yang ngirain aku anti-korea, anda salah.. Aku suka kok sama beberapa film lepasnya, dan sama sekali gak anti sama serial atau boyband korea, cuma ya gak cinta aja. nah, jadi ceritanya ada beberapa temen cewek-ku yang tergila-gila sama serial dan boyband korea, Lya, Nisa', dan Dita. ini 3 makhluk emang napsu parah sama orang-orang korea itu. dan aku sering gangguin mereka, suka bilang "bedak cowoknya tebal banget," atau "eh cowok-cowok korea suka pake lipstik ya?" atau "kerah V-nya kelebaran", temen-temenku biasanya nanggepin becanda juga, mereka bilang itu namanya fashion, katanya orang-orang kayak aku mana ngertiii, hahahaa.

Setelah insiden Sm*sh yang aku kirain disensor karna mengandung unsur pornografi, dan Super Junior yang aku kirain judul kuis. sekarang ada lagi yang namanya Insiden YONGHWA. ya ya ya aku tau kok, Yonghwa itu nama orang, dan katanya dia ini cakep. tapiiiii, tiap kali aku baca tulisan YONGHWA di timeline-ku slalu kebacanya jadi YAHWA (kayak LMAO yang slalu kebaca LIMAU). Nah, gara-gara kemaren si Nisa ngetwit Yonghwa lagi, jadilah akhirnya aku pengen ngetwit tentang yonghwa juga.

"Yonghwa itu kalo di"aceh"kan, jadi Yahwa. ketauan siapa yang sukanya sama yahwa2" 
(yahwa itu kalo di aceh artinya paman atau om. pasangannya makwa, artinya tante)

Eeeh, ternyata ada temen-ku yang cowok ngereply blah blah blah, intinya ngirain aku protes twit temen2ku tentang Yonghwa tercinta. Blah, yang protes siapaaaa? saya bahkan gak pernah kepikiran untuk protes, aku ngetwit kayak gitu ya buat lucu-lucuan aja. sekarang ngetwit rada susah ya, apa-apa sering ditanggapin serius dan diartikan dengan cara yang berbeda, bahkan artis idola pun bisa jadi isu sensitif.

"Paling bete bikin joke dan orang gak ngerti, trs kita harus ngulang lagi jokenya dan jelasin dimana lucunya. ZzZz..' - Upi (Sutradara)

Kalo kata Joker, "Why so Serious?"

dan Alicia (Fiksi) bilang "ini cuma bercanda, tak perlu dibuat jadi drama."


Siaran di tipi udah kebanyakan drama, marilah kita ganti genre timeline di twitter lebih variatif, comedy kek.. romance, adventure atau horror/thriller sekalian biar mencekam. #ouch #ngok *dikira pileeem* udah ah, mau nongkrong dulu, bubyeeee



0
MADRE

Diantara para penulis wanita di Indonesia, Dewi Lestari (Dee) adalah salah satu yang saya favoritiiiin banget, dia punya ciri khas sendiri, banyak bercerita tentang kehidupan, cinta, persahabatan, pencarian, penemuan, dan hal-hal kayak gitu. Aku baca semua bukunya, mulai dari Filosofi Kopi, serial Supernova (Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir), Rectoverso, Perahu Kertas, Madre. Dan semua aku suka. Dia slalu mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bahkan hampir di tiap cerpennya aku pasti bisa menemukan emosi baru. Nah, kali ini yang pengen dibahas adalah MADRE, kumpulan cerita terbaru Dee.

Buku ini terdiri dari 13 cerita, 5 cerpen (1 diantaranya (Madre) lebih pantes disebut novelette) dan lainnya prosa pendek. Kalo untuk cerpen, saya suka Madre, Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan, Have you ever dan Menunggu Layang-Layang, kali ini aku nulis beberapa bagian yang disuka dan yang lucu yaaa:

1. Madre. Mungkin kalau dilihat dari ceritanya emang agak ringan, bukan tema serius yang bikin kening berkerut, dan Dee juga gak terlalu banyak menggunakan kata-kata kiasan indah, palingan cuma di bagian awalnya aja yang agak dramatis. Sumpah, kirain ini cerita bakal disajikan dengan kata-kata yang kayak gitu semua, tapi ternyata enggak, Dee menggabungkan bahasa ‘ngobrol’ dengan bahasa ‘sastra’ dan aku sukaaaaa... Dee slalu mampu menghadirkan lelucon seger yang bikin aku ngakak. dan Tansen, ya dia lucuuu... suka liburan, males bangun pagi, gak suka rutinitas kecuali rutinitas ngeblog, spontan, gak suka ribet, ah kalo aja aku gak ketemu Che, pasti Tansen jadi cowok paling disuka di buku ini. Hahaha.. banyak kata-kata yang aku suka, tapi yang paling berkesan itu, "Wangi kopi memenuhi udara,menyegarkan ruangan bagai kecupan Pangeran yang membangunkan Putri Tidur yang berabad lamanya terlelap.” (halaman 6-7), mungkin orang lain bahkan gak peduli, tapi aku slalu jatuh cinta saat penulis membuat kiasan yang menyerempet negeri dongeng atau cerita yang udah dikenal banyak orang. plus aku pencinta kopi. saat kopi dan dongeng bersatu, maka akan jadi sempurna.


2. Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan. Gak tau kenapa aku ngerasa tokoh penulis yang dihadirkan oleh Dee disini, kayak menggambarkan dirinya sendiri. Dan bahkan di tema yang serius kayak gini pun Dee masih bisa melucu,

(Demi sopan santun, aku tahankan garpu agar tak mencelat ke bola matanya dan  kugenggam erat-erat piringku agar tak pecah jadi dua di batok kepala wartawan itu. Aku hanya menggeram dan mengulang, “Cinta?”)

Entahlah, apa selera humorku yang aneh atau gimana, tapi yang jelas itu bagian yang lucu banget menurutku. Plus di ending ceritanya, paragraph terakhir, "Artikel itu kemudian terbit. Tanpa baris-baris kalimat. Hanya gambar besar semangkok acar bawang. Dan mereka yang membacanya menyangka itu resep  afrodisiak. Mereka lalu melahap semangkok acar bawang, bercinta, sambil terus bertanya-tanya: apa itu Cinta? Apa itu Tuhan?"

Buat yang belum baca ceritanya, mungkin bertanya-tanya: apa menariknya? Dimana lucunya? tapi buat yang udah baca, pasti tau kenapa kalimat itu jadi lucu, atau mungkin bahkan juga gak tau. yasudahlah, intinya menurut aku itu lucu. selera humor yang aneh, huh? *nyengir*

3. Have You Ever? Bercerita tentang pencarian dan penemuan. Kalo kamu jarang baca cerita yang gak ada pangkal gak ada ujung kayak gini, mungkin berasa “ini apaan sih? Ceritanya gak jelas” (kayak temenku yang nonton Before sunset/sunrise) tapi aku, seperti punya koneksi kuat sama jenis yang beginian, bagian yang menurut aku lucu tuh ada di halaman 92:

Howard: “………… I mean, have you ever…?”

“Kamu benar-benar ingin tau pendapatku?” potong Darma, “I think, in the past three days, you’ve been talking some nerve-wrecking, poetic shit. Nothing more!” Dan tanpa rasa bersalah Darma menyeruput espresso-nya, “And I swear to God if you ever  ask me…”

Howard: “Listen. Darma, have you ever…?”

Dan di halaman 97:

Howard: “It’s here,” “Kamu benar, Darma. It’s HERE. NOW.”
Darma: “What is?”
Howard: “The sign.”
Darma: “What sign?”
Howard: “Ini tanda yang dimaksud Cahaya! Bintang itu. Mercusuar ini. Kita berdua….”
Darma: “Kita berdua? Whoa. Take it easy, mate.”

Hahahahaha… bahkan saat nulis kalimat-kalimat diatas-pun aku tetep ketawa. Nah, kalo dialog favoritku, ada di halaman 85:

Howard: “What if it’s just a big cosmic joke?”
Darma: “Then laugh!”

Yup, apalagi yang bisa kita lakukan selain tertawa saat alam semesta menghadirkan leluconnya yang bahkan kadang-kadang gak terlalu lucu atau gak lucu sama sekali.

4. Menunggu Layang-Layang (ini berada di posisi paling puncak), makin dibaca makin suka. Alasannya adalah: karna Starla itu kayak aku, hahaha.. bukan keseluruhannya, tapi cuma dikiiit, yang pasti porsi Kugy masih mendominasi lah… *digebuk massa* tenaaang sodara-sodara,, kemiripan sama Starla bukan dari segi yang oke-oke kok, dan bukan di bagian gonta ganti pacar juga. tapi di bagian yang aneh-aneh, kayak gambaran Che tentang otak Starla yang udah kayak lukisan abstrak. Trus gak pedulian (minus punya efek penghisap perhatian). Suka nonton. Selera music bagus (nah, kalo yang ini aku agak kepedean yak).  Punya dunia sendiri. Ngelakuin apa yang disuka tanpa harus banyak mikir. Jarang merasa kehilangan.

Nah, kalo dari segi “jatuh cinta” aku lebih mirip Che, yang tau apa yang kumau, yang punya kriteria yang kompleks, bukan nyari yang sempurna, cuma yang sepikiran aja, yang smart, selera music dan filmnya bagus, suka baca novel, open-minded, gak ngetwit 5 menit sekali cuma buat update hal-hal pribadi, yang gak gila galau atau menye-menye, yang gak heboh bicara politik juga (peduli bukan berarti harus gembar gembor kita peduli kan?), bukan type yang langsung heboh kalo ngeliat cewek cantik putih mulus dan lemah lembut, soalnya aku gak cantik, gak putih, dan gak lemah lembut, hahaha… gak dink, tapi karna kesannya gak cool banget. dan 1 lagi, kalo bisa bukan pencinta boyband korea (rada ilfeel *sungkem*) Okay, kalo soal jodoh, kita emang gak tau bakal sama siapa nantinya, tapiii... siapa coba yang bisa menolak untuk jatuh cinta sama cowok dengan kriteria tadi. kamu? kamu?  kamu? well, yang pasti bukan saya. Eh, ini masih ngereview “Menunggu Layang-Layang” kan ya? Kenapa jadinya malah curhat irnaaaaaaa?

Balik ke Menunggu Layang-Layang, Salah satu bagian favorit:

Rako: “Pacar lo siapa sekarang, Chris?” (yak, saya lebih suka Christian dipanggil “Che”)

Che: *dalam hati* “Pertanyaan iblis. Iblis yang bersembunyi bagaikan selembar joker dalam tumpukan kartu. Satu-satunya kartu yang menyambutmu tertawa lebar, tak jelas itu ekspresi lucu atau melecehkan.”

Alasan suka: karna Dee memasukkan Joker dalam kalimatnya (formula yang sama kayak Putri tidur tadi) selain itu, aku suka bagian “tak jelas itu ekspresi lucu atau melecehkan.”

Aku juga suka dialog ini (halaman 146):

Starla: “Brownies itu nggak nikmat kalau nggak ditemani kopi,” “aku bikinin, ya?”
Che: “Satu kopi, dua gula, tiga krimmer,”
Starla: “Kopi banci. Yang enak itu: dua kopi, satu gula, nol krimmer.” (Nah, itu juga salah satu kemiripan antara aku dan starla, suka kopi yang agak kental, gak terlalu manis dan bukan kopi instan.)
Starla: “Kamu bukan gay kan?”, “Karena kalau iya, aku pasti udah tahu.”
Che: “ Kita berteman empat tahun lebih, starla. Keterlaluan kalau kamu nggak tahu prefensi seksualku.”
Starla: “Empat tahun lebih, tapi nggak pernah satu kali pun kamu kelihatan punya pacar. Mana yang lebih keterlaluan?”
Che: “Brownies ini enak.”
Starla: “kamu tuh pintar, baik, karier bagus, tampang keren, tapi, kok?”
Che: “Nggak kepikiran jualan kue aja, Star?”
Starla: “Come on, Che. Apa yang kamu cari sih sebetulnya?”
Che: “Kriteriaku kompleks. Oke?”
Starla: “Apa aja?”
Che: “Buat apa kamu tahu?”
Starla: “siapa tahu aku bisa mencalonkan diri.”

#eaaa hahahaha.. itu bagian yang bikin aku senyuuum waktu bacanya,

Dan di halaman 158 (ending cerita):

S: Kamu orang paling gila, Che.”
C: “Satu-satunya orang yang bisa mendampingi manusia nggak waras kayak kamu,”, “Nggak ada lagi layang-layang, kamu sekarang ikan lele.”

Sumpah, aku baru nyadar sekarang, sebenarnya yang bikin aku jatuh cinta sama “Menunggu Layang-Layang” itu bukan ceritanya, tapi dialog-dialognya.


Sekian review cerita yang aku suka di “MADRE”. kalo dari segi ceritanya emang lebih ringan dibandingkan dengan karya Dee yang lain, Kesimpulan berdasarkan opini pribadi-ku, MADRE emang gak se-wah filosofi kopi, tapi masih tampil sexy dan bikin senyum atau ketawa ngakak sendiri. Karena dalam sebuah karya tulis, kadang-kadang cerita jadi substansi no 2, yang pertama adalah bagaimana si penulis mampu membangun emosi antara tulisannya dengan para pembaca.

Nah, kalau prosanya rata-rata aku suka semua, tapi yang paling favorit itu… 33, Perempuan dan Rahasia, Barangkali Cinta, dan Wajah Telaga pastinya, karena Aku bangeeeet, yang slalu mengeluarkan emosiku apa adanya tanpa harus berpura-pura, senang ya senang, sedih ya sedih, marah ya marah. saya gak jago drama, gak bakat jadi bintang sinetron juga. kalo kata Dee,

“Izinkan wajahku menjadi wajah telaga
Merona saat disulut cinta
Menangis saat batin kehilangan kata
Memerah saat dihinggapi amarah
Menggurat saat digores waktu
Izinkan wajahku bersuara apa adanya.”

*itu penggalannya*


Cukup dulu lah ya review-nya, capek ngetiiik.. dan kayaknya ini jadi review buku yang paling panjang yang pernah aku tulis.



0
Meracau yang agak Kacau


Pernah nggak ngerasa sukaaaa banget ama sesuatu, trus lama-lama karna gak ngikutin lagi, jadinya gak terlalu maniak kayak dulu... aku pernah, contoh: Naruto Shippuuden, hahaha.. aku sukaaaa banget nonton Anime yang satu ini, tapi berhubung di season 9-nya banyak yang diulang-ulang cerita kecilnya, aku jadi males, sampe akhirnya ngeliat DP BBM temen yang masang gambar Kakashi, Jiraiya, Tsunade, dan Guy, jadilah akhirnya aku tiba-tiba kangeeeeen sama ceritanya, nyari episode terbarunya yang belom kutonton, dan kyaaaaaaa masih sukaaaaa... Sasuke udah betaon-taon jadi orang jahat, tapi aku masih ngefans, bahkan dalam film kartun-pun cowok cool tetep aja bisa bikin melting (tolong abaikan hysteria gak penting barusan)

Nah, selain Naruto, musik juga pernah kayak gitu, aku pencinta rock, cuma kemaren-kemaren ini, playlist isinya gak 'rock' semua, mungkin karna faktor U nyari alesan, sampe akhirnya dengerin album baru Edane, sumpah.. aku berasa kangen sama masa-masa rebel (lagi lagi tolong abaikan kalimat sebelumnya) saat playlist isinya lagu rock kenceng semua, sebenarnya di postingan kali ini bukan mau nyeritain yang barusan, walaupun yang bakal dibicarain ini rada geblek sok ngerti juga sih, hehehe.. eniwey, hari ini, kita bahas musik aja deh ya, ahe ahe gayanya. Well, aku bukannya mau bahas tentang musik satu-satu, atau mau bahas semua band (solo) yang baru ngeluarin album baru, atau album-album apa aja yang aku suka.. oh nooo, bakalan panjang banget ntar jadinya, biasanya aku nulis tentang album yang aku udah denger keseluruhannya dan menurut aku beda sama album-album mereka sebelumnya atau karna emang ada cerita menarik dibalik pembuatan lagu-lagunya. atau karna aku emang suka aja dan pengen cerita tanpa ada alasan khusus.


#Linkin Park

Ini band yang bikin aku jatuh cinta saat dengerin album pertama mereka pas SMA, Hybrid Theory. album keduanya (Meteora) agak beda musiknya dengan album pertama, tapi tetep bikin aku jatuh cinta. Di album ke3, cintanya udah berkurang, berubah jadi rangga yak, sekedar suka aja, cuma ada 4 lagu yang aku beneran suka dan didengerin berulang-ulang, Bleed it Out, Given Up, No more Sorrow, In Pieces, yang lainnya cuma ‘sekedar suka’.  Dan album terakhir... malah biasa aja, parahnya aku cuma suka 2 lagu doang, Black Out dan Wretches and King, trus lumayan suka when they come for me (tapi kalo didengerin berulang-ulang kayaknya bakalan bosen juga). Music mereka dari album 1 & 2 ke album 3 itu emang agak beda,  tapi ke album ke 4 ini, beneran jauuuuh banget bedanya, aku gak bilang beda dalam artian gak bagus, mungkin bagus (aku gak terlalu ngerti katagori bagus dan gak bagus), tapi aku gak sukaaaaaa...


#Sum 41

Ini juga band yang album 1-nya juga didengerin waktu SMA dan langsung jatuh cinta, dari album 1 – 5, mereka tetep konsisten sama genre dan nuansa music yang mereka bawain, cuma bedanya di album ke 5 ini musiknya berasa lebih dark, pas dengerin 1st singlenya aku udah langsung mikir gitu, trus selang seminggu, aku baca vocalisnya ngeluarin statement kalau di album ke5nya ini mereka tampil dengan musik yang lebih gelap, sumpah rasanya seneeeeng banget, bukan karna perubahan musiknya, tapi karna apa yang aku pikirkan beneran sesuai sama apa yang dibilang sama personel band ini, jadi aku gak cuma sekedar sok tau sok mikir memuakkan gitu, hihihi.. setelah dengerin semua lagunya, daaaan kesimpulannya, aku masih cinta sama band ini dan suka sama semua lagu-lagunya, beberapa ada yang mirip sama jenis2 musik yang dibawain MCR jaman dulu, kayak blood in my eyes, screaming bloody murder dan scumfuck, rada emo tapi tetep dengan ciri khas mereka sendiri, tapi kalo untuk covernya,  masih belom adalah yang ngalahin kecintaanku sama cover album ke2 mereka, Does this look infected? Really damn cool.


#Mocca

Ngomongin soal band yang album pertamanya didengerin pas SMA, pastinya gak kelupaan sama salah satu band indie Indonesia favoritku, MOCCA. Jadi kan di kota kecil mungil ini ada acara yang diadain tiap bulan, dibikinnya di Hermes Hotel, musik yang ditampilkan itu kayak Maliq, KLA, Glenn, Sandhy Sondoro. nah, baru juga aku berharap semoga EO-nya kepikiran ngundang Mocca,  eh tau-tau di timeline kemaren sempat baca ada yang bilang “tiga personel mocca yang akan ditinggal Arina”, “mocca last show” dan blah blah blah, haaaah... baru deh tau kalo Vocalis Mocca (Arina) mau ke amerika, mocca bakal bubar kah? Atau ganti vocalis? Dua-duanya gak relaaaaaa... Hiks, sumpah sediiiiiih, walopun banyak band indie yang aku suka, tapi ini salah satu band yang difavoritin bangeeet dan aku slalu ngikutin album-album mereka, berharap Arina gak betah di amrik, trus balik ke Indonesia, dan bikin album baru lagi sama Mocca, hehehe *ngarep abis ni ya judulnya*


Sekian dulu postingan hari ini, mau kembali ke dunia nyata dulu...


2
1 Perempuan 14 Laki-Laki


Kalau ngeliat nama penulisnya, dijamin bakalan banyak orang yang langsung bilang bukunya pasti bagus, gitu juga denganku, yang awalnya langsung mikir buku ini pasti keren banget, ditulis oleh Djenar Maesa Ayu bareng temen-temennya, tanpa konsep, ide mengalir gitu aja, tanpa kompromi, setelah yang satu selesai, trus dilanjutin sama yang lain, setelah selesai, balikin lagi ke partnernya untuk ngelanjutin cerita, jadi masing-masing cerita ada 2 penulis, semua partnernya cowok, makanya judulnya "1 Perempuan 14 Laki-Laki". Aku ngerasa konsep menulisnya keren bangeeet.

Dulu pernah ada juga yang nulis kayak ini, gak persis sama sih, tapi agak mirip,  Pidi Baiq & Happy Salma, judulnya “Hanya Salju dan Pisau Batu”, mereka belom pernah ketemu, komunikasinya cuma lewat email, isn’t it crazy? Banyak yang bilang novelnya bagus, tapi aku belom baca, di banda aceh rada susah ketemu novel kayak gini, rectoverso dan 1 perempuan 14 laki-laki aja harus nitip ama temen yang di Jakarta, yang banyak biasanya novel popular kayak yang dibikin Raditya Dika atau teenlit—teenlit gitu yang aku gak terlalu suka, atau bahkan emang gak suka sih,  hehe.. kalo teenlit, biasanya aku  suka baca yang punya luar negeri, karna kayak yang dibilang Clara Ng, teenlit  Indonesia itu terlalu monoton, terlalu sopan, padahal kan isu remaja itu banyak banget dan  complicated, bukan cuma cerita tentang pemain basket atau cewek idola di sekolah, tambahan lagi, bahkan humornya pun makin lama makin  garing. Beuh ini kenapa pembahasan jadi kemana-mana irnaaaa?


 


Balik lagi ke kumcer terbarunya Djenar Maesa Ayu. okay, setelah baca semua ceritanya, aku agak kecewa, mungkin karna ekspektasi yang terlalu tinggi, dan saat hasilnya gak sesuai kayak yang kita harapkan, jadinya ya kayak gini. Dari keseluruhan cerita, cuma ada 3 cerita yang aku suka, Kunang-Kunang dalam Bir, Napas Dalam Balon Karet (ini yang paling favorit), dan POLOS. Ada 1 lagi yang lumayan aku suka juga, Ra Kuadrat (tapi gak sesuka yang 3 tadi, karna yang ini pendeeeeek banget) sedangkan 10 cerita lainnya aku gak begitu suka, karna banyak formula yang berulang, tentang seks atau perselingkuhan. Aku sama sekali gak masalah saat penulis memasukkan adegan seks dalam cerpennya, tapi kalau hal itu berulang secara terus-terusan di tiap cerita, jadinya terkesan kayak mengumbar hal-hal tertentu untuk membuat cerita itu jadi sexy, terutama saat kita nggak menemukan kekuatan dalam ceritanya.

Menyeruput kopi diwajah tampan, sebenarnya bakalan kusuka kalo aja belom pernah nemuin cerita kayak gini. di endingnya, semua itu cuma khayalan tokoh utamanya yang sedang berada di rumah sakit (jiwa), semua tokoh pendukung adalah orang-orang yang kerja disitu, sumpah mirip bangetkan sama pintu terlarang, trus dulu aku juga pernah baca yang kayak gini di novelet “violet”, gak persis sama sih, tapi endingnya tetep tokoh utamanya di rumah sakit jiwa, trus shutter island juga, dan waktu masih SD, aku pernah nonton film kayak gini, tapi lupa judulnya apa, makanya gak terlalu ngerasa "wow" lagi.

Balsem Lavender, bagian yang paling kusuka cuma dialog ini, pria: “Balsem dengan aroma lavender ada nggak?”, “Balsem aroma maksiat juga ada,” jawab perempuan itu ketus. Lucu.

Gak tau ya, aku ngerasa cerpen disini banyak yang cuma focus terhadap keindahan kata-kata dan melupakan apa yang namanya rasa #halaaah tapi beneran loh, aku ngerasanya gitu, ceritanya kurang kuat dan aku gak dapet feelnya, cerpen-cerpen Dewi Lestari di Rectoverso kan juga pendek-pendek banget ya, tapi aku ngerasa ceritanya lebih berkarakter (Oops genrenya beda ya, tampar tampar diri), bagi aku, Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia – Agus Noor masih jauuuuh lebih kerenlah, aku suka gimana dia menggabungkan kritik sosial, drama dan fantasy sekaligus, two thumbs up. kenapa perbandingannya Agus Noor? karna mereka sama-sama suka nulis tentang kritik sosial.

Well, ini cuma personal opinion, sekedar sharing apa yang aku rasain terhadap buku ini, bukan mengklaim bahwa buku ini gak bagus, aku gak punya hak buat ngasih penilaian kayak gitu, bukan pakar sastra soalnya, yang aku tau aku suka atau gak suka, yup itu aja, karna tiap orang punya selera dan pendapatnya masing-masing, bukankah kita tidak harus suka pada apa yang diklaim sebagai kelas A, dan harus tidak suka pada sesuatu yang dari sepuluh bintang hanya dapat lima. Nah mungkin aja bagi orang lain, buku ini adalah salah satu buku favoritnya, hanya saja orang itu bukan saya. Demikian.




0
 Ayooo... Belajar !


"Belajar Berhitung", adalah pelajaran paling dasar untuk para penguasa di negeri ini, udah pada tua tapi kok masih belom bisa menghitung mana hak mereka, mana hak rakyat. semuanya pengen diembat.


dan




"Belajar Membaca", adalah sesuatu yang harusnya dipelajari oleh masyarakat di negeri ini. hidup di negara ini gak gampang, harus bisa membaca situasi, jangan asal percaya pada apa yang dilihat di tipi, karena tidak semuanya berdasarkan fakta yang terjadi.


demikian sodara-sodara.




*potonya asal. maklum, saya bukan potograper*
*didukung sepenuhnya oleh: peralatan belajar ponakan yang masih TK*
2
Keywords


Gak kerasa ternyata blog ini udah lumayan lama juga ya wara-wirinya di dunia maya bahasanya bung, kemaren itu sempat ada temen yang ngajak bikin blog di wordpress, trus juga blogdrive atau apalah itu namanya, dan yang terakhir di tumblr, dan pasti donk semua ajakan ditolak, hahaha. Bukan apa-apa, hanya saja aku bukan type orang yang bisa (dan napsu) ngurus account sebanyak itu, punya blog satu aja jarang diupdate, apalagi kalo banyak. Palingan ya isinya itu-itu aja, tinggal copy paste dari blog yang ini. Nah berhubung aku cuma buka blog kalo ada yang pengen ditulis, jadilah aku gak banyak tau tentang fitur-fitur  baru henpon kalleee di blogspot. #pengakuan aku baru tau cara ngetag link dan ada StatCounter di Dashboardnya baru-baru ini, jadi kan ada tu deretan  New Post Edit Posts – Comments – Settings – Design – Monetize – Stats, nah tinggal klik aja di Stats, langsung deh bakal keliatan Overview - Posts - Traffic Sources (Referring URLs, Referring Sites, Search Keywords) - Audience (Pageviews by Countries, Pageviews by Browsers, Pageviews by Operating Systems) bisa ngeliat perhari, perminggu, perbulan, and all time, begonya aku baru tau sekarang...

Aku: “eh, sekarang kita bisa ngeliat ya berapa banyak yang view blog kita tiap harinya, bisa liat keywords sama negaranya juga...”

Temen: *dengan santainya* “udah lama kan?”

*toeeeng... kalo di film kartun, aku udah ketimpa besi segede rumah*


ini nih beberapa keywords yang sempat diliat...
  • gossip girl chuck
  • gossip girl chuck bass
  • chuck gossip girl
(ketiga keywords diatas amat sangat jelas diarahkan kemana, “You know you love me, XOXO Gossip Girl”)

*****
  • arti nama irna (hari gini tenyata masih ada juga yang pengen tau arti nama, laaah.. trus aku apa donk namanya pake acara ikut kuis di fesbuk #TutupMuka)
  • irna (gak kebayang berapa banyak post yang dia temukan kalo keywordnya cuma "irna" doank)
  • judul lagu soundtrack film cin(t)a homogenic
(bingung, kenapa gak liat di credit titlenya aja yak? ya ya ya mungkin dia nontonnya di bioskop, kan suka gitu ya, pilemnya belom abis, lampu udah diidupin, orang pada keluar)

*****
  • kenapa kalau berhubungan intim sekali suka ketagihan
  • aku memperkosa anak gadisku
  • CERITA PANAAS PLUS
  • gambar gadis gemuk terlanjang
(keywordsnyaaaaa bikin aku pengen cakar-cakar lantai, kenapa diarahkan kemari???? Sumpaaah... blog ini jadi kayak situs porno, huwaaa... oh google, you got it wrong)

*****
  • que significa mataku cenat cenut en español
  • anak boyband smash di indonesia yg suka mimpi buruk kalau
  • majalah chic edisi smash
  • bagaimana cerita cinta cenat cenut episode ke 8
(yang menggunakan keywords diatas diprediksikan penggemar smash, dan sayangnya aku bukan... jadi sia-sialah mereka nyasar kemari)

*****
  • dongeng ksatria dan tuan putri bintang jatuh
  • cerita anak-anak ksatria dan tuan putri bintang jatuh
  • siapa pengarang kesatria,tuan putri dan bintang jatuh
(penggemar Supernova - Dewi Lestari kayaknya, me toooo... )

*****
  • alangkah lucunya negeriku ini
  • menggambar indahnya negeriku.
    (yang no 1, mungkin nyari tau tentang film, yang no 2 diprediksikan anak TK atau SD yang dapat tugas menggambar dari gurunya)

    *****
    • belajar memakai cadar (berasa  website majalah model islami)
    • nama tika (gak tau ini orang nyari namanya atau bukan, tapi yang pasti akan diarahkan ke postingan kereeeen tentang Tika & The Dissidents *band indie Indonesia*)
    • dvd bajakan beastly (sorry disini bukan tempat jual dvd bajakan)
    •  hayuk (i wonder why someone's searching for "hayuk")
      • poto lucu (Aaw, yang nyasar kemari pasti gak akan kecewa.. soalnya poto-poto disini kan emang lucu-lucu semua, hahaha… #PengenMuntahGak?)

       Haaaah... sekian postingan gak penting untuk hari ini...



      Back to Top