0
?

Ketika kau berkata, kau dianggap diam
Pun saat kau teriak
Ucapanmu hanyalah kebisuan dalam ruang hampa
Sia-sia dalam ketiadaan
Tak didengar. Tak dipedulikan. Bahkan tak terdeteksi sama sekali.

Lalu apa kau akan tetap terus bicara?

Ketika diam menjadi kewajiban dan hak untuk bicara menguap entah kemana. Aku hanya bisa enjoy the show sambil berpikir funny the way it is dan berkata dalam hati it's not fair.


0


Aku masih gak bisa terima nih kenapa ada hal2 tertentu yang cuma berlaku buat orang2 tertentu, yang ini buat si ini, yang itu buat siitu. kenapa harus ada yang dibeda2 kan?


Sepertinya kalo seseorang sudah merasa dialah yang paling kuat, paling pintar, paling cerdas, dia gak akan pernah mau mendengar yang lain, Dia akan terus2an menganggap dialah yang paling hebat, dan yang lain gak ada apa2nya, hanya sebagai pelengkap penderita.


Aku baru ngerti sekarang kenapa negara2 maju selalu berusaha menekan dan menindas negara2 miskin dan lemah. karna mereka mempunyai kekuasaan, dan yang terlebih lagi adalah keegoisan, kesombongan dan keangkuhan yang selalu mereka pelihara dalam setiap aliran darahnya, dalam setiap detak jantungnya, dalam setiap denyut nadinya, dalam setiap hal yang mereka pikirkan, dalam setiap benda yang mereka lihat, dalam apapun yang bisa mereka rasa.

0

TRAGIS


Gelap...

Disudut ruangan terduduk seorang bocah kecil, mendekap kakinya yang menggigil, entah itu karena dingin atau karena rasa takut yang membuncah dari hatinya, tak ada yang tau, tangisannya teredam bersama suara bom, meriam dan senapan dari orang-orang biadab itu, bajunya yang tipis takkan mampu menahan tubuhnya dari hawa dingin yang menusuk tulang, dan rasa takutnya takkan hilang hanya karna bayangan tentang kehangatan ibunya.

Tiba-tiba sebuah peluru nyasar menembus pertahanan gubuk reot itu dan langsung menembus jantung si bocah yang tak berdosa. seketika dunianya pun berakhir. dia tidak salah, dia bahkan tak tau apa yang sedang terjadi. dia hanya berada pada tempat dan waktu yang salah, lebih tepatnya dibuat menjadi salah oleh orang-orang egois dan merasa kuat dan mampu mengubah apapun.

Sementara di tempat pengungsian, seorang ibu yang terlihat kelelahan sedang gelisah menunggu anak kecilnya, satu2nya hal yang menjadi alasan bagi sang ibu untuk kuat dan bertahan walau dalam keadaan bagaimanapun, dan dia sama sekali tak tau bahwa penantiannya hanyalah kesia-siaan tak berujung. karna bocah kecilnya takkan pernah kembali lagi.


*iseng-isengan


Back to Top