0

Sharing


*now listening : Jason mraz ft Colbie caillat - Lucky


Sebuah Kebahagiaan sebaiknya di share dengan teman2, supaya emosi positif yang kau rasakan akan semakin bertambah. Dan sebentuk kesedihan juga sebaiknya di share supaya beban yang kau rasakan sedikit berkurang walau hanya lewat sebuah cerita. Intinya adalah. Berbagi itu indah.

*belum bisa tidur. Insomnia akut nih


*now listening : Jason mraz ft Colbie caillat - Lucky


0

Patronus


Gara2 baca blognya Raditya Dika yang ada patronus2nya. Aku jadi inget, Aku juga punya Patronus pribadi. Apapun masalahnya pasti bakal langsung hilang gitu ketemu sama temen2, atau nonton film, atau baca novel, atau dengerin musik yang keren. Seneng deh punya patronus pribadi kayak gini.

Setiap orang pasti punya patronus pribadinya masing-masing, mungkin cuma hal-hal sepele, tapi bisa bikin hati senang..



0

Tatapan bisa menghujam
Ucapan bisa menusuk
Jadi lebih baik tutup mata dan telinga supaya kau tetap aman


0
Lihat, Dengar dan Rasakan


Lain kali cobalah untuk "lihat dengar dan rasakan" jangan cuma melihat atau mendengar lalu selanjutnya membuat kesimpulan sendiri, Karna apa yang dilihat atau didengar belum tentu sesuai dengan kenyataan.


0

Kamu tau? Part 2



Kamu tau?
Langit masih berwarna biru
Kamu tau?
Bumi masih berputar
Kamu tau?
Jantung ini masih berdetak
Kamu tau?
Makian.. Cacian.. Hinaan.. Takkan mampu diredam
Kamu tau?
Suara ini masih berteriak dengan lantang
Kamu tau?
Satu2nya hal yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri
Kamu tau?
Emosi ini masih bisa meluap tak terbendung
Kamu tau?
Tiupan angin hanya bisa dirasakan,, bukan dilihat
Kamu tau?
Guyuran hujan masih mampu membuat kita kebasahan disaat matahari bersinar terik
Kamu tau?
Kelabu adalah warna awan ketika hari mulai beranjak gelap
Kamu tau?
Kamu bahkan tak tau apa-apa




0
Kamu tau?


Kamu tau?
Angin masih berhembus
Kamu tau?
Air tetap mengalir ke tempat yang lebih rendah
Kamu tau?
Hujan masih berjatuhan ke bumi
Kamu tau?
Matahari belum mau berhenti bersinar
Kamu tau?
Kamu tak tau apa-apa


0

It's time to face it..!!!


Pernah ga ngerasa ga nyaman gara-gara banyak hal yang belum diselesaikan? Naaah sekarang aku lagi ngerasain hal itu. Anjriiit.. Gara2 skripshit itu aku jadi kepikiran banget. Yaa emang sih cuma capek mikir2 doank, ga dikerjain juga. Hehe.. Tapi sebenarnya uda kelar sampe bab3, Tapi si bapak pembimbing yang baik hati dan tidak sombong itu maksa bgt aku harus nambah variabelnya 2 lagi. Harusnya 3 aja uda cukup kan ya, Lha ini sampe 5. Beteeee...

Malam ini harus dikerjain nih, walopun cuma bermodalkan buku jadul dari pustaka, Sukuuur aja jurnal2 kemaren masih ada, kalo ga mati deh aku.

Belom ngadepin komputer plus kertas2 busuk itu aja udah bikin mood aku jadi jelek banget gini. Gimana kalo ntar ya. Pusing.. Maleeees.. If i could run from this damn situation. Huaah, I wish.

0
Selalu Begitu


Aku baru tau banyak yang tak kutau, ternyata banyak hal yang telah berubah, Aku seperti tak mengenalmu, kau bagaikan seseorang yang baru, lalu bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada orang yang bahkan tak ku kenal..?? yaa setiap orang pasti punya pilihan dalam hidupnya, dan aku mengerti, hanya saja aku sama sekali tak menyangka keputusan yang kau ambil seperti itu, kecewa..!! kata itulah yang tepat untuk menggambarkan perasaanku, kecewa pada diri sendiri kenapa harus membiarkanmu masuk dan mengacaukan rule yang sudah kubuat, kecewa padamu karena penilaianku sendiri, kau yang kubanggakan ternyata hanyalah seseorang yang tak berbeda dari yang lainnya. but it’s fine, Aku ada atau tak ada pun takkan ada artinya bagimu, kau tak kan pernah menyadari perbedaan keduanya, jadi untuk apa bertahan kalau itu hanya akan membuat sakit diri sendiri.

“Aku capek Dit.” kataku lesu

“Kenapa?”

“Ga tau, aku ngerasa capek aja dengan hubungan ini.”

“Kamu kenapa sih? Kok tiba2 aneh banget hari ini?” Dia menatapku tajam seolah2 ingin mengoyak jantungku yang memang sudah berhenti berdetak.

“Diiit, denger ya.. kita tu udah putus dan kamu udah punya pacar baru sekarang.”

“Bisa ga sih kalo lagi berdua kamu jangan bahas2 orang lain?” katanya ketus, ya seperti biasalah.. itu cara andalannya untuk membuatku terdiam, tapi tidak untuk kali ini.

“Yaaa ga bisa, karna hubungan kita ada kaitannya dengan orang yang aku bicarakan. i'm tired of being your unofficial girl

“Kenapa sih kita ga menjalani ini dengan santai aja?”

”Emang kamu ga sayang sama dia?”

”Dia siapa?”

”Velly.. pacar kamu yang sekarang!”

“Hah? Aku ga kenal tuh. udah ah, kita jalan yuk.. laper nih, kamu mau makan apa? dimana? aku yang traktir. yaa yaa yaa, yaaa sayang…”

Dulu setiap mendengar kata2 sayang keluar dari bibirnya aku langsung meleleh dan mengiyakan semua perkataannya, tapi sekarang entah kenapa rasa itu telah pergi, berlalu bersama rasa sakit yang ia tinggalkan.. hingga sama sekali tak berbekas.

Aku tak pernah menyesal bertemu dan menjalin cinta dengannya, bahkan aku menganggap bahwa itu adalah moment2 indah yang takkan pernah kulupakan, tapi setelah semua berlalu, Aku merasa tetap terperangkap dalam lingkaran yang tiada akhir, tak pernah bisa benar2 lepas darinya, aku tak mau terus2an seperti ini, dia datang ketika menginginkanku, dan mencampakkanku saat ia tak butuh. Inikah seseorang yang kubanggakan? Inikah seseorang yang kuimpikan disetiap lelap tidurku? Inikah orang yang tak pernah ingin kusakiti hatinya? 

“Cha.. kamu kenapa? kok tiba2 diem gitu?”

”Ga kenapa2 dit.”kataku sambil mempertahankan senyum ini.

”kamu sakit?”

"Iya, sakit hati.”

”Sini aku obatin, boleh dilihat ga hatinya?” tetap dengan bualannya yang terdengar sedikit memuakkan di telingaku.

”Ga boleh.”

”Truus gimana donk cara aku ngobatin kamu?” dia menatapku seakan benar2 peduli pada aku dan hatiku dan perasaanku.

Aku benci. dia paling tau bagaimana caranya membuatku luluh, paling tau cara membuatku memaafkan semua kesalahannya dan melupakan posisi yang ku benci ini, Aku muak dengan kelemahanku yang bahkan tak bisa menghandle diriku sendiri.

”Aku ga mau ketemu lagi sama kamu. titik!”

”Aku masih mau ketemu sama kamu, koma!” katanya ga mau kalah.

”Aku muak sama kamu!”

”Kamu tu gengsian Cha, kamu tu munafik, ga pernah mengakui perasaan sendiri.” lalu dia terdiam, tapi beberapa detik setelahnya dia melanjutkan kata2nya lagi ” Kamu tu ga pernah mengakui kalo kamu sayang sama aku, kamu cinta, kamu butuh aku. iya kan?”

”Iya. Aku emang sayang sama kamu, cinta, butuh. bahkan aku udah kecanduan sama kehadiran kamu, tapi aku ga bisa hidup kayak gini teruuus dit. cinta itu butuh pengorbanan saat ada sesuatu yang yang tak berjalan dengan semestinya, dan dalam hal ini aku lah orang yang harus berkorban atau dikorbankan.”

”Tapi untuk apa berkorban kalau itu tak pernah diperlukan.”

”haah... kamu ga akan pernah mengerti dit.”

”Aku emang ga pernah ngerti jalan pikiranmu, tapi yang aku tau.. Aku sayang kamu. udah yaaa.. jangan bersikap yang aneh2 lagi ya sayang.” katanya sambil mengacak2 rambutku..

Sikap ini lagi, tatapan ini lagi, panggilan ini lagi, suara ini lagi. Aku benar2 tak berkutik dibuatnya.

”kita makan dulu ya, sumpaaah beneran laper banget nih. pliiis..”

”Ya.” jawab ku singkat.

”Nah gitu donk, that’s my girl.” katanya.

”unofficial girl"bantahku.

“terserah deh, yang penting my girl.”

“UNOFFICIAL GIRL!”

Dia mendesah dan menatapku “iya iya.. kita pergi sekarang yaa” katanya dengan sikap yang sangat dewasa, seperti seseorang yang sedang menangani anak kecil yang lagi ngambek.

Dengan tololnya Aku mengikuti saja apa yang dia katakan dan membiarkan tangan hangatnya merangkul pundakku, dan semuanya tetap berjalan seperti biasa tanpa ada satupun yang berubah. Entah karena Aku tak mampu mengubahnya, atau mungkin juga karna aku tak mampu berjauhan dari sosok yang kusayangi ini. Meski benci tapi nyatanya aku tetap bertahan. entah untuk apa, aku tak mengerti.


*iseng-isengan dini hari yang tak seberapa mana


Back to Top