0

(500) days of summer


Kemaren malam, nonton (500) days of summer. bisa dibilang kalau ceritanya standar. seorang cowok yang merasa sudah menemukan soulmatenya. tapi ternyata ujung2nya harus patah hati karna si cewek ga yakin sama dia, dan meninggalkannya untuk menikahi pria lain. si cowok stress berat sampai kehilangan semangat hidup, dan di akhir cerita bertemu dengan gadis baru yang membuatnya jadi yakin lagi terhadap cinta. yaaah seperti cerita film kebanyakanlaaah.




Tapi yang menarik dari film ini adalah penyajiannya, kreatif banget. sinematografinya bagus (jenis2 film Juno dan Nick & Norah’s infinite playlist) gak salahlah kalo film ini masuk nominasi Golden Globe kategori "Best Motion Picture - Musical or Comedy" dan Aku suka endingnya, bukan karna ceritanya, tapi karna nama cewek itu Autumn., karakter cewek & cowoknya juga dapet banget, and of course I really really love the soundtracks. Overall i love this movie.


0

Jangan diam. Jangan sunyi. Jangan sepi.
Bukan sakit. Hanya takut.

Jangan terang.
Jangan gelap.
Hanya remang-remang.

Butuh suara. Tapi bukan keributan.
Butuh bersama. Tapi bukan beramai-ramai.

Ingin tenang. tapi bukan ditenangkan.
Ingin terlelap. Tapi bukan mati.

0

Putri Dalam Cermin


Langit itu berwarna kelam, bukan karena hari sudah beranjak malam, melainkan karna awan hitam menutupinya hingga tenggelam.

Angin menderu-deru seakan ingin meruntuhkan pertahanan rumah dan mendobrak masuk ke dalamnya hingga semuanya hancur tak bersisa, tapi sayangnya tembok2 itu terlalu kokoh untuk dilewati, hingga usahanya pun sia2 belaka di tengah dunia yang bermuram durja.

Seorang gadis menggigil didalamnya, tenggelam bersama sedu sedan tangis yang tak bisa diprediksi kapan akan berhenti. bukan karna takut akan badai tentu saja, tapi ketakutan yang lebih besar terhadap diri sendiri. lalu bagaimana mungkin bisa melarikan diri dari ketakutan saat rasa itu menyatu dalam setiap detak jantungnya, dalam setiap hela nafasnya, dalam setiap darah yang mengalir di urat nadinya. satu2nya cara adalah dengan mencabik2 tubuh hingga detak jantung dan desah nafas pun terhenti. tapi lagi2 ketakutan menghantui dan keberanian lenyap entah kemana melayang hilang bersama angin yang merampas sisa2 keberadaanya yang masih tertinggal.

Gadis itu mendongak ke cermin, menatap matanya yang bengkak karena air mata yang tak pernah kering dari sumbernya. dia terlihat begitu kusam, kuyu dan berantakan layaknya baju yang terkena hujan tapi tak pernah dicuci dan dibiarkan mengering didalam ember. Seakan belum puas melihat keadaanya tersebut, gadis ini pun kembali menangis dan dengan langkah lunglai kembali ke sudut ruangan berusaha untuk mengendapkan luka dan keresahan hatinya. menjadikannya sebagai benteng pertahanan yang seolah2 tak mampu ditembus oleh rasa sakit yang menghampiri setiap saat. padahal tempat itu malah membuatnya semakin terpuruk dalam rasa yang tak pernah mampu dia enyahkan keberadaanya. maka semuanya hanya akan menjadi sia2 kecuali air mata yang membuat beban sedikit mereda walau takkan bertahan lama.


Seakan mengerti keresahan gadis ini, hujan pun turun berusaha untuk menenangkan dan mengusir sang badai yang sedikit demi sedikit beringsut dengan dongkolan yang diam2 diucapkan, tapi nyanyian hujan yang bagai orkestra ini pun belum mampu membuat si gadis bernafas lega. akhirnya hujan pun pergi meninggalkannya, meminta bantuan pada sang mentari supaya mau menyapa dunia hingga mencerahkan sudut2 yang masih bercumbu dengan kegelapan. matahari bersyukur karena akhirnya bisa kembali eksis, tapi walaupun sinarnya mampu menyinari seluruh bumi, ia takkan dapat mencapai kamar gelap yang ada di hati manusia, ruang yang takkan pernah bisa dicerahkan oleh siapapun atau apapun, kecuali si empunya mengambil kunci yang sudah berkarat dalam relung jiwa dan membuka pintunya lebar2.

Langit tak lagi kelam, dia sudah kembali memperlihatkan wajah aslinya karna awan gelap yang buruk rupa seakan tau diri dan tak lagi mencoba untuk menggangu keelokan birunya. tapi sayang tak ada yang berubah di dalam rumah kokoh tersebut. gadis itu masih terduduk disudut ruangan, tenggelam bersama masalah yang diungkapkan lewat sedu sedan tangis yang terdengar sedikit ditahan. sambil sesekali bangkit hanya untuk menatap sosok lain yang begitu mirip dirinya. hanya saja dia berada di dalam cermin dimana takkan pernah ada kesedihan, rasa sakit, dan putus asa. yang ada hanyalah rasa bebas tak terikat oleh apapun.

Cemburu pada sosok yang menatapnya dari balik cermin, sang gadis pun berusaha menerobos masuk kedalamnya seperti seorang maling yang mencoba mendobrak jendela istana yang dianggap penuh harta. tapi sayangnya nasib baik tak berpihak kepadanya, alih2 mendapatkan perasaan yang bebas, dia malah hampir mati dilanda rasa sepi yang mengancam. kicau burung yang berteriak nyaring di samping kamarnya sudah menghilang secara tiba2 seolah2 leher mereka digorok dengan paksa hingga tak mampu lagi bersuara. bisikan mesra sang bayu pun lenyap dengan sendirinya. Ia bahkan tak bisa lagi mendengar desah nafasnya sendiri. yang ada hanya kesunyian belaka bagai berada ditengah kuburan yang tak terawat sehingga semutpun enggan untuk membangun sarangnya disana. dan yang lebih parah adalah rasa sakit di hatinya tetap ada bagai endapan lumpur yang sudah membentuk sebuah lapisan delta.

Saat rasa lelah menyetubuhinya tanpa henti, dia pun mencoba untuk menerobos masuk ke dunia nyata lagi, tapi malang tak dapat ditolak, dia tak bisa kembali ke jalan pada saat dia datang, karena jalan tersebut sudah terkunci rapat dan tak ada yang bisa menembus, bahkan butiran keringat yang membentuk aliran sungai, desahan nafas yang lambat laun memelan karena lelah, dan tangis keputus-asaan dalam diam yang tak memberi jawaban pun tak akan cukup kuat untuk meruntuhkan pertahanannya. hingga akhirnya si gadis menyerah pada keadaan dan tersedu sedan pada sudut yang sama diruangan tersebut, tapi kali ini ia bahkan tak mampu lagi mendengar suara tangisnya sendiri. yang ada hanya sepi dan rasa sakit.




0

It isn't very difficult to see


Disekeliling kita banyak orang2 yang sering mengeluhkan keadaannya. stress menghadapi semua hal, lelah terhadap hidupnya sendiri. memusingkan soal pekerjaan padahal banyak orang yang tidak mendapat pekerjaan yang layak. mengeluhkan soal kuliah sementara beribu2 anak diluar sana bahkan tidak pernah mengecap bangku SD. Lalu apa yang membuat mereka begitu suram dalam menatap hidupnya? entahlah..

Kenapa kita gak mencoba untuk menikmati hidup? kenapa harus slalu mengeluhkan hal2 kecil? kenapa hanya karna melihat tingkah seseorang yang menyebalkan di pojok ruangan mampu membuat kita kesal padahal kita sama sekali gak mengenalnya? kalau emang gak suka, bukankah lebih baik gak usah peduli? cari sesuatu yang lebih menarik untuk diperhatikan, cowok/cewek keren kek, atau yang lucu. hehehe...

Cobalah melihat dunia dalam warna warni pelangi, bukan hitam putih seperti surat perjanjian yang haram untuk dilanggar. dan lihatlah semuanya dari sudut pandang yang berbeda. hal itu akan memberikanmu sebuah pengalaman baru untuk menikmati hidup.



0

ke kampus rame-rame



ketika anak2 yang masih keteran skripsinya pada ngumpul dikampus, inilah yang terjadi.

Iam : "Ki, tadi ada pak Razali, Jumpain trus."

Oki langsung buru2 keruangan dosen pembimbingnya dengan wajah bersahaja, tapi langsung balik lagi.

Oki : "Manaaa? Manaaa? Gak ada kok"

iam : "Ada tadi dia disitu. Rambutnya putih kan?"

oki : "Botak kan...??"

iam : "Yaa ga botak laaah.. ada kok rambutnya. Warna putih. kan tadi aku bilangiiiin RAMBUUUUT" *dengan nada geram.

oki : "Dia botaaak (*tetep kekeuh) Rambut depannya udah ga ada lagi."

Upha : "Oki kenal ga sama bapak itu?"


Oki : "Ya kenal lah.. kalo ga gimana mau bimbingan dodoool."

Truus tiba2 bapak yang dimaksud si Iam muncul lagi.

iam : "eeh eeeh, tu dia tu.."

Semua pada ngeliat ke arah yang ditunjukin iam, and you know what? ternyata dia salah orang.

Klek : "eh gilaaaa... itu pak Syamsudin Yacob, bukan pak Razali."

Si iam mah senyum2 aja, dan oki pun cuma bisa ngelus2 dada nahan sabar sambil liat kami ketawa ngakak2, kangeeeen sama mereka semuaaaaaaa...


0
Pintu Terlarang


Semalam ga jadi nonton Pintu Terlarang. Soalnya baru nonton 10menit. Eh udah ketakutan ajaaa. Ngeri betoool settingannya. terpaksa deh harus dihentikan secepat mungkin.




jadinya nonton pagi aja biar agak legaan. Hihihi.. I love this movie. Kereeen bgt. Karakter orang2nya kuat. Settingannya oke. Jalan ceritanya mantaaap. dan ada 1 scene yg paliiiiiiing aku sukaaaa... Waktu Gambir membunuh orang2 terdekatnya di meja makan. Full of blood kayak film sweeney todd. Bukan berarti aku suka yang sadis-sadis ya. Tapi sumpaaah kereeen bangeeeeeeeeet bagian itu. Fahri juga dpt bgt karakter psycho-nya. Pokoknya manteeep laaah... Congratz to Joko Anwar sang sutradara.


Back to Top