2

NEGERIKU UNIK


Negeriku, tak ada negeri lain dengan orang2 seperti ini. di Negeri-ku seringkali orang berlomba2 untuk terlihat menjadi pahlawan. mengusulkan ini itu yang katanya demi rakyat, padahal tujuannya hanya untuk menebalkan dompet pribadi semata. di Negeriku, yang benar bisa menjadi salah hingga akhirnya dijebloskan ke penjara. sedangkan yang salah, tertawa riang menikmati drama yang dipersembahkan oleh orang2 yang bisa diperintah dengan segepok uang. eits.. jangan macam2, bila membantah, maka akan disusun kasus baru dengan bukti yang direkayasa sedemikian rupa.

Negeri ini katanya Gemah ripah loh jinawi. semua itu hanya ungkapan tipu daya untuk memperindah suasana. apakabar masyarakat yang terendam lumpur lapindo? apakabar busung lapar? apakabar anak jalanan? apakabar masyarakat yang rumahnya digusur? terlalu banyak kenyataan yang tak sesuai dengan khayalan. Negeriku, yang berada di tingkat pertama dalam urutan negara dengan masyarakat tersenyum paling tinggi di dunia, hanya akan beramah tamah pada turis mancanegara yang seringkali disebut bule. Sedangkan masyarakat pribumi yang katanya kampungan, jangan harap mendapat sikap yang sama, hanya akan dikibas dengan sebelah tangan.

Di sini, orang yang mengaku kaki tangan Tuhan suka menuding orang2 yang mereka anggap sesat dan tidak taat, bukan cuma itu. mereka bahkan membakar rumah ibadat agama lain, memukuli waria, membawa senjata dan tidak menaati aturan Negara. tapi siapa yang berani menuntut? TIDAK ADA. bahkan para penegak hukum pun membisu dibuatnya. karena apa? Karena Negeriku ini memang unik, tak ada negeri lain dengan orang2 seperti ini.

Di tempat ini pula orang suka menyembah yang kaya raya, memuja muji berharap mereka akan mendapat ciipratannya. beruntung bila si kaya memang gila nama, bila tidak, mereka hanya akan membuang waktu dan tenaga.

Hujat menghujat sudah biasa. bahkan frekuensinya sudah tak terkira. masyarakatnya lebih suka mengurusi orang bercinta dibandingkan dengan uang rakyat yang akan dikuras oleh para pejabat negara, mengatakan dirinya bertuhan dan taat agama, tapi begitu bahagia melihat aib orang terbuka, bahkan juga ikut mencela, ketika seseorang menjadi tersangka, maka semua orang berlomba ingin menjadi hakim dan jaksa. padahal mereka tak jauh beda dengan orang yang mereka anggap sebagai pendosa. Masyarakat di Negeriku begitu mencintai homogenitas. maka, jangan coba2 untuk berbeda. pada akhirnya hanya akan mendapat tatapan sinis dari berbagai manusia.

Banyak orang yang mengatakan A dipagi hari, dan Z dimalam hari.. mengatakan dirinya begini, padahal begitu, semua dibolak balik sesuka hati, dan tetap menganggap dirinya konsisten setengah mati. entah karena memang tidak mengerti atau hanya tidak bisa memahami diri sendiri.

Negeriku memang unik, tak ada negeri lain dengan orang2 seperti ini.

Tapi,
Negeriku juga indah. walau agak sulit terjamah, masih ada segelintir orang yang ramah pada kaum lemah.
Masih ada orang yang berani meneriakkan kebenaran ditengah kesalahan yang sudah mendarah daging hingga berabad2 lamanya.
Masih ada yang mau melakukan kebaikan tanpa mengharap balas jasa terhadap orang yang bukan siapa2.
Masih ada orang2 yang berani berbeda dan membuat pembaharuan ditengah masyarakat yang homogen.
Masih ada yang jujur pada diri sendiri tanpa harus berpura2 menjadi orang lain di depan orang lain.. dan bahagia tanpa harus menjadi hakim atau jaksa.

Negeri-ku memang unik, tak ada negeri lain dengan orang-orang seperti ini.

0


Siapa Saya, siapa Anda, siapa Kita yang berhak mengukur moral dan menghakimi seseorang? yakin kita sudah lebih baik daripada dia? apa hanya karena seseorang melakukan kesalahan akan membuat kita mendapat nilai plus? begitu banyak orang yang ingin mencari muka. begitu banyak orang yang bersikap seolah2 bersih dari dosa. begitu banyak orang yang terang-terangan suka mengumbar kata yang jelas-jelas hanya kibul belaka. Tanya kenapa.




...Biru...

Biru, begitulah dia memanggilku. Awalnya kuanggap aneh, tapi ternyata aku memang sangat biru. Biru ketika dilahirkan, kata dokter aku keracunan karena ketuban ibuku sudah duluan  pecah sebelum aku dikeluarkan, syukurlah ajal belum bernafsu mendekatiku. Biru warna kesukaanku. Biru, adalah laut tempatku mengadu. Biru judul lagu yang mampu menghipnotisku. Biru warna boneka yaang kuberi nama Bubu. Dimana-mana biru karena Biru adalah aku dan aku adalah Biru.

Biru, begitulah dia memanggiku. Katanya panggilan sayang yang hanya ditujukan padaku. Awalnya kuanggap aneh, tapi lama-lama aku mulai terbiasa yang berubah menjadi suka, bahkan mulai ketagihan yang berujung pada ketergantungan. Saat emosi membangun sebuah tembok yang begitu tinggi, dia tetap memanggilku dengan biru hingga aku kembali bersemu.

Biru biru biru… Ternyata aku memang sangat menyukai biru, karena biru mengingatkanku padanya. Biru warna kesukaannya. Biru, warna laut tempat rahasianya. Biru, judul lagu favoritnya. Biru warna boneka yang dia berikan padaku. Dimana-mana biru, karena biru adalah dia dan dia adalah biru.

Biru, membuat kami satu dalam cinta, biru juga membuat kami terpisah oleh kasta. Biru biru biru… Aku mencintai biru dan biru mencintai aku, dan kami terdampar dalam sekelompok manusia yang mengagungkan biru.


*Iseng2an dini hari
*Inspired by : Anda - Biru

Back to Top