4
Have You Ever? 


 


Pernah baca artikel diatas? kalo gak pernah, maka bacalah. terutama buat yang kemaren sempat kecewa gara2 isu salah satu parpol melakukan "transaksi politik". well, ini indonesia bung, kalau mau percaya atau ngefans, mbok ya milih-milih.. palingan ya gak sama partai politik lah.. aku gak pernah ngefans (bahkan kepikiran untuk ngefans juga gak pernah) sama partai politik, baik nasional maupun internasional, gak pernah ngarep yang muluk-muluk juga dari para politikus got dan pemerintah. jadi ya, gak pernah kecewa kalau tiba2 ada berita yang gak enak dari mereka yang sudah terbiasa dengan hidup enak.

Pernah ngerasa bangga sama alumni sendiri yang jadi "orang"? atau sama putra daerah yang jadi pejabat atau menteri? saya tidak. bukan karna aku kuliahnya di universitas yang ada ujung sumatera dan gak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan universitas yang ada di ibukota, bukan juga karna gak cinta sama sama daerah sendiri. tapi murni karna mikir, setelah jadi menteri atau pejabat, dia bisa apa? korupsi? ngelakuin hal yang sama kayak apa yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya? kalo iya, ngapain harus bangga? tapi kalau dia beneran bisa ngasih pembaharuan bagi rakyatnya, tertama rakyat kecil, baru aku salut. kalo gak, ya apa bedanya putra daerah kita atau putra daerah orang lain yang ada di posisi itu?

Pernah nonton Stand-Up comedy? ada yang lucu ada yang enggak. yang paling lucu waktu Raditya Dika ngomentarin Sm*sh, Susan, iklan indonesia, sinetron laga, film horror, cara komunikasi anak gaul.. sumpah bikin ngakak. yang gak lucu? banyaaak.. ada yang agak "maksa" biar keliatan lucu sekaligus cerdas, ada juga yang udah ngomentarin dandanan anak emo, trus dibaik-baikin lagi, bah.. kalo ujung2nya takut ntar diprotes, ya gak usah dibahas toh. ada juga yang komentarnya yang aku gak suka, bukan edisi legalisasi ganja yang "heboh banget deh" itu, tapi bagian yang bicara tentang type2 orang yang digambarkan  lewat cara berpakaiannya. yang bikin aku agak heran sama stand up comedy ini, ada hal-hal yang sebenarnya cukup ditanggapi dengan senyum aja, tapi penontonnya ngakak sekenceng2nya. ini sebenarnya salahnya dimana sih? entah aku yang gak cukup cerdas untuk mengerti lucunya dimana, atau emang penonton "live" nya yang terlalu mendramatisir keadaan?

Pernah berdebat dengan teman tentang benar dan salah? Saya pernah, yang membuat suasana nongkrong yang awalnya membahas tentang pernikahan, berganti menjadi sesuatu yang lebih serius. menurut aku, untuk hal-hal pribadi.. benar/salah, baik/tidak baik, itu relatif. tapi untuk hal-hal tertentu yang berkaitan dengan sistem negara, berkaitan dengan masyarakat, jujur/tidak jujur, adil/tidak adil. maka, salah/benar itu seringkali menjadi mutlak. waktu itu kita bicara tentang proyek pembangunan yang dibikin oleh pemerintah. saya bilang seringkali prakteknya gak jujur, belum lagi kualitasnya menurun drastis dari rencana awal yang diajukan. mereka bilang saat penyusunan budget, sudah dihitung untuk si A, B dan C sampai Z. katanya itu wajar. aku bilang itu gak benar. temenku yang kerja di pemerintahan bilang, "itu namanya rejeki". okay, dia tau ada yang salah, tapi gak mampu menolak kucuran dana dari atasan (well, who does?), paling gak, dia gak beranggapan sesuatu yang salah bisa menjadi benar hanya karna dia menjadi bagian dalam sistem tersebut. temenku yang kerja di perusahaan kontraktor bilang, jangan menyalahkan sesuatu yang kita tidak terlibat di dalamnya. kalau kita harus terlibat dalam sebuah sistem hanya untuk bisa memastikan itu salah atau enggak, maka.. KPK harus korupsi dulu biar tau tindakan itu salah, hakim harus memperkosa dulu supaya mengerti perbuatan itu keji. demikian? katanya lagi kalau salah satu kontraktor menyuap pemerintah untuk meloloskan proyeknya, karna memikirkan nasib anak buahnya yang nanti gak tau mau digaji pakai apa bila proyek ini gak mulus, maka itu boleh2 aja. aku bener2 gak ngerti gimana seseorang bisa mengatakan itu boleh, gimana dengan nasib orang2 yang bekerja di perusahaan kontraktor lain yang udah dicurangi? gak masalah gitu? apakah ada cara yang benar untuk melakukan sebuah kesalahan? anyway, kata temenku yang dokter, "udah ah.. gak usah bahas yang berat-berat. pusiiing.."


*well, good(late)night and good(early)morning then.*

0
5:28 pm

Aku masih di kantor, dengan segelas kopi, internet lancar tanpa ada pemblokiran di situs -situs jejaring sosial yang tidak disayangi tapi selalu membuat anda kembali hanya untuk mengupdate berita basi (mungkin IT sedang berbaik hati), dan mendengar cerita teman yang sedang kesal pada si bos. tidakkah kamu sependapat dengan Kato, katanya "Nobody loves their boss."




Beberapa twit teman membuat-ku ketawa cekakak cekikik. Entah selera humorku yang makin lama makin tak biasa. Atau memang karena cuaca hari ini amat sangat panas, sehingga kata-kata standar-pun bisa dianggap lelucon yang cerdas. Mungkin juga hanya sekedar butuh hiburan. Ya, sepertinya itulah alasan yang sebenarnya.

Di luar sana, secara berangsur-angsur sinar matahari mulai memudar, masih ada sekitar 1 jam sebelum ia menghilang. Itu pertanda matikan komputer dan saatnya pulaaang.


*catatan tak penting di kala suntuk dan penuh aura kasih kemalasan* #abaikan postingan ini.


0
Cerita Pendek Bukan Tentang Cerita Cinta Pendek


Who's Ustad Solmed? why is he so popular? when did this happen? and how comeee? okay aku udah mulai agak stress (baca: muak) ngeliat berita tentang Ustad Solmed. bukan karna ngefans. tidak tidak. i don't even know him. tapiii, tiba2 laptop kantor ini home page-nya berubah jadi yahoo.co.id, tiap kali buka mozilla yang kebaca duluan kalo gak Anang - Syahrini, Raffi - Yuni, dan berita-berita kayak gitu lainnya. dan aku heran sama diri sendiri, kenapa gak langsung ganti home page-nya irnaaaa? *telat mikir* 

Nah, sekarang yang lagi heboh "Ustad Solmed" yang entah siapa itu. gak niat baca emang, tapi tetep aja kebaca walopun cuma judulnya doank, itu aja udah cukup kok bikin emosi jadi sengeri film The Silence of the Lambs. Oh Tuhan, di Indonesia ini, mulai dari Presiden, sampe Ustad pun bisa jadi artis. mending kalo bagus. Eewww...

Dan yang lebih parah, kemaren aku ngeliat situs OMG! (bagian yahoo juga), kirain itu isinya sama kaya www.omg-facts.com eh ternyata...  jauuuh berbeda. salah satu isi-nya "bulu mata Ashanti",  what the hell? salah dua-nya kebayang sendiri kan. saking udah eneg-nya, langsung tadi buru-buru ganti homepage-nya jadi google lagi. and finally, hidupku kembali aman sentosa. - Sekian.



0
Movie Talk

Eniwey, udah lama aku gak nulis review film. kali ini aku pengen nulis review singkat aja deh *bukannya emang slalu singkat2 ya*, tapi tetep berdasarkan selera pribadi. jadi, gak layak untuk diajadikan acuan. well, here we gooo...

# Midnight in Paris. this movie is gorgeous. Woody Allen, drama fantasy, Paris 1920an (Hemingway, Picasso, Fitzgerald, Salvador Dali, dll)  musiknya, karakter tokohnya, humornya, and i do love the ending.. that's just perfect to me.

# Kung Fu Panda 2. Beberapa orang bilang film-nya gak seru, terlalu kekanak-kanakan. tapiiii, aku suka,  lucuuu.. ini panda emang menggemaskan banget. dan makin lama, karakter Jack Black makin menyatu dengan Po. beneran gak bisa dipisahkan kayaknya.

# Sleeping Beauty. the worst fairy tale adaptation ever. dear Julia Leigh, you better find another title for your movie. and Emily Browning, seriously? do you want to be a porn star?

# Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides. aku cinta berat sama seri 1 sampai 3-nya.  sebagian orang bilang kecewa sama film ini karna awalnya dikira menegangkan rada ngeri gitu, tapi ternyata malah ringan banget, dan aku malah cinta karna alasan itu, dan juga karna Johnny Depp pasti. sama kayak Sherlock Holmes yang juga dibuat ringan. i mean, come on, why so serious? it's a movie, don't you wanna have a lil bit fun? well, mari kita kembali ke Pirates of the Caribbean yang sayangnya gak begitu seru di seri ke 4-nya ini. gitu sutradaranya diganti, langsung berasa banget, ada hal-hal di film sebelumnya yang gak ada di film ini. gak tau ya, aku ngerasa kurang komplit aja. tapi aku suka endingnya. dan 1 lagi, aku juga senang gak ada lagi Will Turner dan Elizabeth Swann. Enggg, yaaa aku tau Orlando Bloom salah satu cowok yang dipuja wanita sejagad raya, but i'm just not that into him. and Keira Knightley, there's nothing wrong with her, cumaaa... aku bukan type yang akan ngefans sama bintang film cantik yang minus ekspresi.

dan sekarang saatnya ngereview film yang udah lama ditonton,

# Beastly, ternyata trailernya jauh lebih bikin deg-degan dari filmnya, tapiiiii tetep aja Alex Pettyfer bikin my heart skips a beat dan dia shirtless di beberapa scene, dan sontreknya keren-keren. do you really need other reasons to watch this movie, girls? Hahaha… emang ada beberapa film yang gak butuh ini itu, cukup ada cowok cakep dan sontrek keren, that’s it.

# Red Riding Hood, seperti yang diprediksikan sebelumnya, ternyata aku emang gak sukaaaa sama sekali sama film ini (tapi suka Henry-nya bukan tokoh utama) ceritanya udah diacak-acak parah, dan endingnya? What the hell was that? Masa’ iya ada anak yang tega membelah perut ayahnya, dimasukin batu, trus ditenggelamin ke danau, I don’t get it, really. Kayaknya dibikin judul Red Riding Hood cuma biar banyak yang nonton aja, haaah.

# Sucker Punch, without its music, sucks. Aku gak ngerti sebenarnya film ini mau menyajikan apa, thriller, fantasy,  drama, action, atau keempat-empatnya.. yang pasti, aku gak dapet satupun feelnya dari 4 genre itu, setengah-setengah gitu, gak total. Ceritanya terlalu monoton, gitu-gitu aja dari awal sampe akhir, gak ada tantangan, gak ada teka teki juga. Buat aku, yang menarik cuma sontreknya dan di 10 menit awal dan 10 menit akhir film (yang menurut entah siapa itu, 10 menit awal dan akhir adalah bagian yang gak pernah diperhatikan oleh penonton. Yak, berarti aku anomali, yang "melek" dari detik pertama sampai detik terakhir)

# I am Number Four. aku suka sama film ini, bukan suka dalam artian cinta kayak aku cinta film-film drama fantasy atau thriller penuh teka teki, tapi suka kayak suka film-film komedi romantic, filmnya seruuu (seseru serial Chuck, karakter orang-orangnya juga rada mirip), sontreknya keren-keren, lagi dan lagi Alex Pettyfer cool gilaaak, LOL

# Gnomeo & Juliet. walaupun aku pencinta kartun, tapi aku sama sekali gak suka film ini. sumpah waktu lagi nonton, aku berharap cepet selesainya, gak ada 1 bagianpun yang aku suka. mungkin sutradaranya menghadirkan tokohnya kurcaci taman gitu biar keliatan cute.  tapi menurutku justru mengerikan, se-ngeri cerita goosebumps waktu aku masih kecil dulu.

# You Will Meet a Tall Dark Stranger. drama abiiis, tapi gak menye-menye. dan kayak biasa aku slalu suka film-filmnya Woody Allen. dia punya ciri khas. settingnya, ceritanya, musiknya, endingnya. Selain itu aku juga suka film ini karna menggambarkan gimana kehidupan tiba-tiba berubah, dan gak bisa kembali kayak semula, all we need to do just go through it, that’s it, and everything will be fine on its own way. Plus, dia menyajikan konflik dalam film, tapi gak menghadirkan penyelesaian masalah pada tiap tokoh, yaudah gitu aja. Lagian kan film itu gak harus berakhir  happily ever after.

# the girl with the dragon tattoo, udah lama gak nonton film kayak gini, jadi rasanya gimana gitu, otak kaya diajak mikir lagi, eniwey aku suka film ini, dan butuh lebih banyak film kayak gini, ada yang bilang novelnya lebih bagus (ya, biasalah ya.. kalo film yang diangkat dari novel kan emang biasanya gitu, karna banyak bagian-bagian yang di cut dari novel), nah sekarang, hollywood udah mau bikin remake-nya aja, bener2 gak ngerti maksud dan tujuannya apa bikin remakenya secepat ini. 

#Lincoln Lawyer, aku juga suka, tapi gak terlalu, karna pengacara handal penuh gaya yang menyelesaikan kasusnya dengan sempurna itu agak sedikit basi.
 
# Corpse Bride. nontonnya udah lama banget nih, tapi gak pernah ingat untuk direview. God, i'm madly in love this movie, dark and gloomy. film yang kutonton sampai 3x berturut-turut. abis nonton, nonton lagi dan lagi.. yaaa emang sih yang ketiga-nya cuma nonton bagian-bagian favorit aja, tapi bagian yang kusuka itu  hampir semua scene, dan selalu nangis tiap kali ngeliat endingnya, waktu si hantu itu jadi kupu-kupu, sediiiih... kakakku bilang aku harus konsultasi ke pskiater, kayaknya aku udah mulai gila, apa menariknya coba ngeliat kartun dengan gambar aneh kayak gitu, dan akhirnya akupun menjumpai pskiater, ups just kidding. But seriously, It’s an awesome movie. Tim Burton emang jago kalo bikin film kayak gini, plus musiknya kereeeeen, Danny Elfman, aku padamu deh. tenaaaang, aku gak cuma suka sama kartun kayak gini kok, tapi juga cinta banget sama jenis How to train your dragon, Legend of the guardian, UP, Tangled (Eugene sumpah mirip banget sama Chuck Bartowski) dan Princess & the Frog (ceritanya udah dimodifikasi dan jadi tambah keren), dll.

# Idiots and Angels. peringatan awal: ini bukan tontonan anak-anak, jadi jangan pernah kepikiran untuk ngasih ke anak atau ponakan. kartun yang keren abis, gambarnya, penyajiannya, musiknya, ceritanya. semua-semuanya oke. tapi kalo gak suka jenis yang gambarnya abstrak bentuk gak jelas gitu, disarankan gak usah nonton aja (bahkan ke temen sendiri pun aku gak berani rekom, takut ntar banyak yang protes lagi karna beda selera, hahaha)

ada temenku (atau kakak-kakak yang jadi temenku lebih tepatnya) yang bilang “ada 2 kondisi dimana kita menikmati nonton kartun, 1. Saat masih kecil, 2. Saat nemenin anak”, okay aku agak lupa gimana tepatnya isi twit dia, tapi yang penting intinya ya gitulah. lagi-lagi, aku adalah anomali, aku bukan anak kecil lagi, dan belom punya anak, tapi aku amat sangat menikmati film kartun, ya kartun amerika, jepang, atau eropa. karna ada hal-hal tertentu yang cuma bisa kita terima kalau dihadirkan dalam bentuk animasi, bahkan dalam film yang bergenre fantasy pun sebenarnya ada yang namanya "logika fantasy", tapi dalam animasi, semuanya bebas, gak ada batasan (at least bagi aku).

# Black Swan. Satu hal yang pasti, kalo belom nonton filmnya, jangan pernah baca resensinya, karna bakal membuat kita jadi gak penasaran lagi. Itu yang terjadi waktu aku nonton Black Swan. Rasanya nyesal banget baca resensinya, hysterianya itu jadi berkurang padahal filmnya keren. makanya walopun nontonnya udah lama tapi baru cerita sekarang. Aku suka film ini, Natalie Portman actingnya keren, tapi kalo untuk karakternya tokohnya, aku lebih suka Lily (Mila Kunis), dan scene favoritku adalaaaah… endingnya,  waktu Nina Sayers melukai tubuhnya untuk merasa "perfect". aku lupa mau bilang apa lagi buat film ini. intinya, aku nyesal baca resensinyaaaa!

# King’s Speech, ceritanya bagus, acting pemainnya keren, musiknya oke. Secara keseluruhan, aku suka film ini. tapi kalo dibandingin sama Black Swan, aku lebih suka Black Swan. Alasannya simple, karna ini jenis film drama yang terlalu di drama2in untuk jadi Oscar material #PersonalOpinion. Semua tokohnya slalu dalam keadaan tegang, feel antara istri dan rajanya kurang dapet, tapi aku suka hubungan antara raja dan yang ngelatih dia pidato, chemistry-nya dapet. dan, menurut aku, ceritanya terlalu fokus pada 1 hal teknis dan monoton tentang yang itu-itu aja, padahal kalo aja dihadirkan sesuatu yang lebih “beremosi” antara raja dengan keluarga-nya kek, atau sama rakyatnya, pasti lebih keren.

Well, demikian pendapat saya, boleh setuju boleh enggak. yang namanya selera itu kan gak harus seragam ya. good night and good morning.




2
Tentang Isu Sensitif


Kalo ada yang ngirain aku anti-korea, anda salah.. Aku suka kok sama beberapa film lepasnya, dan sama sekali gak anti sama serial atau boyband korea, cuma ya gak cinta aja. nah, jadi ceritanya ada beberapa temen cewek-ku yang tergila-gila sama serial dan boyband korea, paling parah itu Lya dan Nisa', 2 makhluk emang napsu parah sama orang-orang korea itu. dan aku sering gangguin mereka, suka bilang "bedak cowoknya tebal banget," atau "eh cowok-cowok korea suka pake lipstik ya?" atau "kerah V-nya kelebaran", temen-temenku biasanya nanggepin becanda juga, mereka bilang itu namanya fashion, katanya orang-orang kayak aku mana ngertiii, hahahaa.

Setelah insiden Sm*sh yang aku kirain disensor karna mengandung unsur pornografi, dan Super Junior yang aku kirain judul kuis. sekarang ada lagi yang namanya Insiden YONGHWA. ya ya ya aku tau kok, Yonghwa itu nama orang, dan katanya dia ini cakep. tapiiiii, tiap kali aku baca tulisan YONGHWA di timeline-ku slalu kebacanya jadi YAHWA (kayak LMAO yang slalu kebaca LIMAU). Nah, gara-gara kemaren si Nisa ngetwit Yonghwa lagi, jadilah akhirnya aku pengen ngetwit tentang yonghwa juga.

"Yonghwa itu kalo di"aceh"kan, jadi Yahwa. ketauan siapa yang sukanya sama yahwa2" 
(yahwa itu kalo di aceh artinya paman atau om. pasangannya makwa, artinya tante)

Eeeh, ternyata ada temen-ku yang cowok ngereply blah blah blah, intinya ngirain aku protes twit temen2ku tentang Yonghwa tercinta. Blah, yang protes siapaaaa? aku bahkan gak pernah kepikiran untuk protes, aku ngetwit kayak gitu ya buat lucu-lucuan aja. sekarang ngetwit rada susah ya, apa-apa sering ditanggapin serius dan diartikan dengan cara yang berbeda, bahkan artis idola pun bisa jadi isu sensitif.

"Paling bete bikin joke dan orang gak ngerti, trs kita harus ngulang lagi jokenya dan jelasin dimana lucunya. ZzZz..' - Upi (Sutradara)

Kalo kata Joker, "Why so Serious?"

dan Alicia (Fiksi) bilang "ini cuma bercanda, tak perlu dibuat jadi drama."


Siaran di tipi udah kebanyakan drama, marilah kita ganti genre timeline di twitter lebih variatif, comedy kek.. romance, adventure atau horror/thriller sekalian biar mencekam. #ouch #ngok *dikira pileeem* udah ah, mau nongkrong dulu, bubyeeee



0
MADRE

Diantara para penulis di Indonesia, Dewi Lestari (Dee) adalah salah satu yang saya favoritiiiin banget, dia punya ciri khas sendiri, banyak bercerita tentang kehidupan, cinta, persahabatan, pencarian, penemuan, dan hal-hal kayak gitu. Aku baca semua bukunya, mulai dari Filosofi Kopi, serial Supernova (Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir), Rectoverso, Perahu Kertas, Madre. Dan semua aku suka. Dia slalu mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bahkan hampir di tiap cerpennya aku pasti bisa menemukan emosi baru. Nah, kali ini yang pengen dibahas adalah MADRE, kumpulan cerita terbaru Dee.

Buku ini terdiri dari 13 cerita, 5 cerpen (1 diantaranya "Madre" lebih pantes disebut novelet) dan lainnya prosa pendek. Kalo untuk cerpen, saya suka Madre, Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan, Have you ever dan Menunggu Layang-Layang, kali ini aku nulis beberapa bagian yang disuka dan yang lucu yaaa:

1. Madre. Mungkin kalau dilihat dari ceritanya emang agak ringan, bukan tema serius yang bikin kening berkerut, dan Dee juga gak terlalu banyak menggunakan kata-kata kiasan indah, palingan cuma di bagian awalnya aja yang agak dramatis. Sumpah, kirain ini cerita bakal disajikan dengan kata-kata yang kayak gitu semua, tapi ternyata enggak, Dee menggabungkan bahasa ‘ngobrol’ dengan bahasa ‘sastra’ dan aku sukaaaaa... Dee slalu mampu menghadirkan lelucon seger yang bikin aku ngakak. dan Tansen, ya dia lucuuu... suka liburan, males bangun pagi, gak suka rutinitas kecuali rutinitas ngeblog, spontan, gak suka ribet, ah kalo aja aku gak ketemu Che, pasti Tansen jadi cowok paling disuka di buku ini. Hahaha.. banyak kata-kata yang aku suka, tapi yang paling berkesan itu, "Wangi kopi memenuhi udara,menyegarkan ruangan bagai kecupan Pangeran yang membangunkan Putri Tidur yang berabad lamanya terlelap.” (halaman 6-7), mungkin orang lain bahkan gak peduli, tapi aku slalu jatuh cinta saat penulis membuat kiasan yang menyerempet negeri dongeng atau cerita yang udah dikenal banyak orang. plus aku pencinta kopi. saat kopi dan dongeng bersatu, maka akan jadi sempurna.


2. Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan. Gak tau kenapa aku ngerasa tokoh penulis yang dihadirkan oleh Dee disini, kayak menggambarkan dirinya sendiri. Dan bahkan di tema yang serius kayak gini pun Dee masih bisa melucu,

(Demi sopan santun, aku tahankan garpu agar tak mencelat ke bola matanya dan  kugenggam erat-erat piringku agar tak pecah jadi dua di batok kepala wartawan itu. Aku hanya menggeram dan mengulang, “Cinta?”)

Entahlah, apa selera humorku yang aneh atau gimana, tapi yang jelas itu bagian yang lucu banget menurutku. Plus di ending ceritanya, paragraph terakhir, "Artikel itu kemudian terbit. Tanpa baris-baris kalimat. Hanya gambar besar semangkok acar bawang. Dan mereka yang membacanya menyangka itu resep  afrodisiak. Mereka lalu melahap semangkok acar bawang, bercinta, sambil terus bertanya-tanya: apa itu Cinta? Apa itu Tuhan?"

Buat yang belum baca ceritanya, mungkin bertanya-tanya: apa menariknya? Dimana lucunya? tapi buat yang udah baca, pasti tau kenapa kalimat itu jadi lucu, atau mungkin bahkan juga gak tau. yasudahlah, intinya menurut aku itu lucu. *nyengir*

3. Have You Ever? Bercerita tentang pencarian dan penemuan. Kalo kamu jarang baca cerita yang gak ada pangkal gak ada ujung kayak gini, mungkin berasa “ini apaan sih? Ceritanya gak jelas” (kayak temenku yang nonton Before sunset/sunrise) tapi aku seperti punya koneksi kuat sama jenis yang beginian, bagian yang menurut aku lucu tuh ada di halaman 92:

Howard: “………… I mean, have you ever…?”

“Kamu benar-benar ingin tau pendapatku?” potong Darma, “I think, in the past three days, you’ve been talking some nerve-wrecking, poetic shit. Nothing more!” Dan tanpa rasa bersalah Darma menyeruput espresso-nya, “And I swear to God if you ever  ask me…”

Howard: “Listen. Darma, have you ever…?”

Dan di halaman 97:

Howard: “It’s here,” “Kamu benar, Darma. It’s HERE. NOW.”
Darma: “What is?”
Howard: “The sign.”
Darma: “What sign?”
Howard: “Ini tanda yang dimaksud Cahaya! Bintang itu. Mercusuar ini. Kita berdua….”
Darma: “Kita berdua? Whoa. Take it easy, mate.”

Hahahahaha… bahkan saat nulis kalimat-kalimat diatas-pun aku tetep ketawa. Nah, kalo dialog favoritku, ada di halaman 85:

Howard: “What if it’s just a big cosmic joke?”
Darma: “Then laugh!”

Yup, apalagi yang bisa kita lakukan selain tertawa saat alam semesta menghadirkan leluconnya yang bahkan kadang-kadang gak terlalu lucu atau gak lucu sama sekali.

4. Menunggu Layang-Layang (ini berada di posisi paling puncak), makin dibaca makin suka. Alasannya adalah: karna Starla itu kayak aku, hahaha.. bukan keseluruhannya, tapi cuma dikiiit, yang pasti porsi Kugy masih mendominasi lah… *digebuk massa* tenaaang sodara-sodara,, kemiripan sama Starla bukan dari segi yang oke-oke kok, dan bukan di bagian gonta ganti pacar juga. tapi di bagian yang aneh-aneh, kayak gambaran Che tentang otak Starla yang udah kayak lukisan abstrak. Trus gak pedulian (minus punya efek penghisap perhatian). Suka nonton. Selera musik bagus (nah, kalo yang ini aku agak kepedean yak).  Punya dunia sendiri. Ngelakuin apa yang disuka tanpa harus banyak mikir. Jarang merasa kehilangan.

Nah, kalo dari segi “jatuh cinta” aku lebih mirip Che, yang tau apa yang kumau, yang punya kriteria yang kompleks, bukan nyari yang sempurna, cuma yang sepikiran aja, selera musik dan filmnya bagus, suka baca, open-minded, gak ngetwit 5 menit sekali cuma buat update hal-hal pribadi, yang gak gila galau atau menye-menye, yang gak heboh bicara politik juga (peduli bukan berarti harus gembar gembor kita peduli kan?), bukan type yang langsung heboh kalo ngeliat cewek cantik putih mulus dan lemah lembut, soalnya aku gak cantik, gak putih, dan gak lemah lembut, hahaha… gak dink, tapi karna kesannya gak cool banget. dan 1 lagi, kalo bisa bukan pencinta boyband/girlband (rada ilfeel *sungkem*) Okay, kalo soal jodoh, kita emang gak tau bakal sama siapa nantinya, tapiii... siapa coba yang bisa menolak untuk jatuh cinta sama cowok dengan kriteria tadi. kamu? kamu?  kamu? well, yang pasti bukan saya. Eh, ini masih ngereview “Menunggu Layang-Layang” kan ya? Kenapa jadinya malah curhat irnaaaaaaa?

Balik ke Menunggu Layang-Layang, Salah satu bagian favorit:

Rako: “Pacar lo siapa sekarang, Chris?” (yak, saya lebih suka Christian dipanggil “Che”)

Che: *dalam hati* “Pertanyaan iblis. Iblis yang bersembunyi bagaikan selembar joker dalam tumpukan kartu. Satu-satunya kartu yang menyambutmu tertawa lebar, tak jelas itu ekspresi lucu atau melecehkan.”

Alasan suka: karna Dee memasukkan Joker dalam kalimatnya (formula yang sama kayak Putri tidur tadi) selain itu, aku suka bagian “tak jelas itu ekspresi lucu atau melecehkan.”

Aku juga suka dialog ini (halaman 146):

Starla: “Brownies itu nggak nikmat kalau nggak ditemani kopi,” “aku bikinin, ya?”
Che: “Satu kopi, dua gula, tiga krimmer,”
Starla: “Kopi banci. Yang enak itu: dua kopi, satu gula, nol krimmer.” (Nah, itu juga salah satu kemiripan antara aku dan starla, suka kopi yang agak kental, gak terlalu manis dan bukan kopi instan.)
Starla: “Kamu bukan gay kan?”, “Karena kalau iya, aku pasti udah tahu.”
Che: “ Kita berteman empat tahun lebih, starla. Keterlaluan kalau kamu nggak tahu prefensi seksualku.”
Starla: “Empat tahun lebih, tapi nggak pernah satu kali pun kamu kelihatan punya pacar. Mana yang lebih keterlaluan?”
Che: “Brownies ini enak.”
Starla: “kamu tuh pintar, baik, karier bagus, tampang keren, tapi, kok?”
Che: “Nggak kepikiran jualan kue aja, Star?”
Starla: “Come on, Che. Apa yang kamu cari sih sebetulnya?”
Che: “Kriteriaku kompleks. Oke?”
Starla: “Apa aja?”
Che: “Buat apa kamu tahu?”
Starla: “siapa tahu aku bisa mencalonkan diri.”

#eaaa hahahaha.. itu bagian yang bikin aku senyuuum waktu bacanya,

Dan di halaman 158 (ending cerita):

S: Kamu orang paling gila, Che.”
C: “Satu-satunya orang yang bisa mendampingi manusia nggak waras kayak kamu,”, “Nggak ada lagi layang-layang, kamu sekarang ikan lele.”

Sumpah, aku baru nyadar sekarang, sebenarnya yang bikin aku jatuh cinta sama “Menunggu Layang-Layang” itu bukan ceritanya, tapi dialog-dialognya.


Sekian review cerita yang aku suka di “MADRE”. kalo dari segi ceritanya emang lebih ringan dibandingkan dengan karya Dee yang lain, Kesimpulan berdasarkan opini pribadi-ku, MADRE emang gak se-wah filosofi kopi, tapi masih tampil sexy dan bikin senyum atau ketawa ngakak sendiri. Karena dalam sebuah karya tulis, kadang-kadang cerita jadi substansi no 2, yang pertama adalah bagaimana si penulis mampu membangun emosi antara tulisannya dengan para pembaca.

Nah, kalau prosanya rata-rata aku suka semua, tapi yang paling favorit itu… 33, Perempuan dan Rahasia, Barangkali Cinta, dan Wajah Telaga pastinya, karena Aku bangeeeet, yang slalu mengeluarkan emosiku apa adanya tanpa harus berpura-pura, senang ya senang, sedih ya sedih, marah ya marah. saya gak jago drama, gak bakat jadi bintang sinetron juga. kalo kata Dee,

“Izinkan wajahku menjadi wajah telaga
Merona saat disulut cinta
Menangis saat batin kehilangan kata
Memerah saat dihinggapi amarah
Menggurat saat digores waktu
Izinkan wajahku bersuara apa adanya.”

*itu penggalannya*


Cukup dulu lah ya review-nya, capek ngetiiik.. dan kayaknya ini jadi review buku yang paling panjang yang pernah aku tulis.



2
1 Perempuan 14 Laki-Laki


Kalau ngeliat nama penulisnya, dijamin bakalan banyak orang yang langsung bilang bukunya pasti bagus, gitu juga denganku, yang awalnya langsung mikir buku ini pasti keren banget, ditulis oleh Djenar Maesa Ayu bareng temen-temennya, tanpa konsep, ide mengalir gitu aja, tanpa kompromi, setelah yang satu selesai, trus dilanjutin sama yang lain, setelah selesai, balikin lagi ke partnernya untuk ngelanjutin cerita, jadi masing-masing cerita ada 2 penulis, semua partnernya cowok, makanya judulnya "1 Perempuan 14 Laki-Laki". Aku ngerasa konsep menulisnya keren bangeeet.

Dulu pernah ada juga yang nulis kayak ini, gak persis sama sih, tapi agak mirip,  Pidi Baiq & Happy Salma, judulnya “Hanya Salju dan Pisau Batu”, mereka belom pernah ketemu, komunikasinya cuma lewat email, isn’t it crazy? Banyak yang bilang bagus, tapi aku belom baca, di banda aceh rada susah ketemu yang kayak  kayak gini, rectoverso dan 1 perempuan 14 laki-laki aja harus nitip ama temen yang di Jakarta, yang banyak biasanya buku2 populer kayak yang dibikin Raditya Dika atau teenlit—teenlit gitu yang aku gak terlalu suka, atau bahkan emang gak suka sih,  hehe.. kalo teenlit, biasanya aku  suka baca yang punya luar negeri, karna kayak yang dibilang Clara Ng, teenlit  Indonesia itu terlalu monoton, terlalu sopan, padahal kan isu remaja itu banyak banget dan  complicated, bukan cuma cerita tentang pemain basket atau cewek idola di sekolah, tambahan lagi, bahkan humornya pun makin lama makin  garing. Beuh ini kenapa pembahasan jadi kemana-mana irnaaaa?


 


Balik lagi ke kumcer terbarunya Djenar Maesa Ayu. okay, setelah baca semua ceritanya, aku agak kecewa, mungkin karna ekspektasi yang terlalu tinggi, dan saat hasilnya gak sesuai kayak yang kita harapkan, jadinya ya kayak gini. Dari keseluruhan cerita, cuma ada 3 cerita yang aku suka, Kunang-Kunang dalam Bir, Napas Dalam Balon Karet (ini yang paling favorit), dan POLOS. Ada 1 lagi yang lumayan aku suka juga, Ra Kuadrat (tapi gak sesuka yang 3 tadi, karna yang ini pendeeeeek banget) sedangkan 10 cerita lainnya aku gak begitu suka, karna banyak formula yang berulang, tentang seks atau perselingkuhan. Aku sama sekali gak masalah saat penulis memasukkan adegan seks dalam cerpennya, tapi kalau hal itu berulang secara terus-terusan di tiap cerita, jadinya terkesan kayak mengumbar hal-hal tertentu untuk membuat cerita itu jadi sexy, terutama saat kita nggak menemukan kekuatan dalam ceritanya.

Menyeruput kopi diwajah tampan, sebenarnya bakalan kusuka kalo aja belom pernah nemuin cerita kayak gini. di endingnya, semua itu cuma khayalan tokoh utamanya yang sedang berada di rumah sakit (jiwa), semua tokoh pendukung adalah orang-orang yang kerja disitu, sumpah mirip bangetkan sama pintu terlarang, trus dulu aku juga pernah baca yang kayak gini di novelet “violet”, gak persis sama sih, tapi endingnya tetep tokoh utamanya di rumah sakit jiwa, trus shutter island juga, dan waktu masih SD, aku pernah nonton film kayak gini, tapi lupa judulnya apa, makanya gak terlalu ngerasa "wow" lagi.

Balsem Lavender, bagian yang paling kusuka cuma dialog ini, pria: “Balsem dengan aroma lavender ada nggak?”, “Balsem aroma maksiat juga ada,” jawab perempuan itu ketus. Lucuuu..

Gak tau ya, aku ngerasa cerpen disini banyak yang cuma fokus terhadap keindahan kata-kata dan melupakan apa yang namanya rasa #halaaah tapi beneran loh, aku ngerasanya gitu, ceritanya kurang kuat dan aku gak dapet feelnya, cerpen-cerpen Dewi Lestari di Rectoverso kan juga pendek-pendek banget ya, tapi aku ngerasa ceritanya lebih berkarakter (Oops genrenya beda ya, tampar tampar diri), bagi aku, Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia – Agus Noor masih jauuuuh lebih kerenlah, aku suka gimana dia menggabungkan kritik sosial, drama dan fantasy sekaligus, two thumbs up. kenapa perbandingannya Agus Noor? karna mereka sama-sama suka nulis tentang kritik sosial.

Well, ini cuma personal opinion, sekedar sharing apa yang aku rasain terhadap buku ini, bukan mengklaim bahwa buku ini gak bagus, aku gak punya hak buat ngasih penilaian kayak gitu, bukan pakar sastra soalnya, yang aku tau aku suka atau gak suka, yup itu aja, karna tiap orang punya selera dan pendapatnya masing-masing, bukankah kita tidak harus suka pada apa yang diklaim sebagai kelas A, dan harus tidak suka pada sesuatu yang dari sepuluh bintang hanya dapat lima. Nah mungkin aja bagi orang lain, buku ini adalah salah satu buku favoritnya, hanya saja orang itu bukan saya. Demikian.




0
 Ayooo... Belajar !


"Belajar Berhitung", adalah pelajaran paling dasar untuk para penguasa di negeri ini, udah pada tua tapi kok masih belom bisa menghitung mana hak mereka, mana hak rakyat. semuanya pengen diembat.


dan




"Belajar Membaca", adalah sesuatu yang harusnya dipelajari oleh masyarakat di negeri ini. hidup di negara ini gak gampang, harus bisa membaca situasi, jangan asal percaya pada apa yang dilihat di televisi, karena tidak semuanya berdasarkan fakta yang terjadi.


demikian sodara-sodara.




*potonya asal. maklum, saya bukan potograper*
*didukung sepenuhnya oleh: peralatan belajar ponakan yang masih TK*
2
Keywords


Gak kerasa ternyata blog ini udah lumayan lama juga ya wara-wirinya di dunia maya bahasanya bung, kemaren itu sempat ada temen yang ngajak bikin blog di wordpress, trus juga blogdrive atau apalah itu namanya, dan yang terakhir di tumblr, dan pasti donk semua ajakan ditolak, hahaha. Bukan apa-apa, hanya saja aku bukan type orang yang bisa (dan napsu) ngurus account sebanyak itu, punya blog satu aja jarang diupdate, apalagi kalo banyak. Palingan ya isinya itu-itu aja, tinggal copy paste dari blog yang ini. Nah berhubung aku cuma buka blog kalo ada yang pengen ditulis, jadilah aku gak banyak tau tentang fitur-fitur  baru henpon kalleee di blogspot. #pengakuan aku baru tau cara ngetag link dan ada StatCounter di Dashboardnya baru-baru ini, jadi kan ada tu deretan  New Post Edit Posts – Comments – Settings – Design – Monetize – Stats, nah tinggal klik aja di Stats, langsung deh bakal keliatan Overview - Posts - Traffic Sources (Referring URLs, Referring Sites, Search Keywords) - Audience (Pageviews by Countries, Pageviews by Browsers, Pageviews by Operating Systems) bisa ngeliat perhari, perminggu, perbulan, and all time, begonya aku baru tau sekarang...

Aku: “eh, sekarang kita bisa ngeliat ya berapa banyak yang view blog kita tiap harinya, bisa liat keywords sama negaranya juga...”

Temen: *dengan santainya* “udah lama kan?”

*toeeeng... kalo di film kartun, aku udah ketimpa besi segede rumah*


ini nih beberapa keywords yang sempat diliat...

  • arti nama irna (hari gini tenyata masih ada juga yang pengen tau arti nama, laaah.. trus aku apa donk namanya pake acara ikut kuis di facebook)
  • irna (gak kebayang berapa banyak post yang dia temukan kalo keywordnya cuma "irna" doank)
  • judul lagu soundtrack film cin(t)a homogenic
(bingung, kenapa gak liat di credit titlenya aja yak? ya ya ya mungkin dia nontonnya di bioskop, kan suka gitu ya, pilemnya belom abis, lampu udah dinyalain, orang pada keluar)

*****
  • kenapa kalau berhubungan intim sekali suka ketagihan
  • aku memperkosa anak gadisku
  • CERITA PANAAS PLUS
  • gambar gadis gemuk terlanjang
(keywordsnyaaaaa bikin aku pengen cakar-cakar lantai, kenapa diarahkan kemari???? Sumpaaah... blog ini jadi kayak situs porno, huwaaa... oh google, you got it wrong)

*****
  • que significa mataku cenat cenut en espaƱol
  • anak boyband smash di indonesia yg suka mimpi buruk kalau
  • majalah chic edisi smash
  • bagaimana cerita cinta cenat cenut episode ke 8
(yang menggunakan keywords diatas diprediksikan penggemar smash, dan sayangnya aku bukan... jadi sia-sialah mereka nyasar kemari)

*****
  • dongeng ksatria dan tuan putri bintang jatuh
  • cerita anak-anak ksatria dan tuan putri bintang jatuh
  • siapa pengarang kesatria,tuan putri dan bintang jatuh
(penggemar Supernova - Dewi Lestari kayaknya, me toooo... )

*****
  • alangkah lucunya negeriku ini
  • menggambar indahnya negeriku.
    (yang no 1, mungkin nyari tau tentang film, yang no 2 diprediksikan anak TK atau SD yang dapat tugas menggambar dari gurunya)

    *****
    • belajar memakai cadar (berasa  website majalah model islami)
    • nama tika (gak tau ini orang nyari namanya atau bukan, tapi yang pasti akan diarahkan ke postingan kereeeen tentang Tika & The Dissidents *band indie Indonesia*)
    • dvd bajakan beastly (sorry disini bukan tempat jual dvd bajakan)
    •  hayuk (i wonder why someone's searching for "hayuk")
      • poto lucu (Aaw, yang nyasar kemari pasti gak akan kecewa.. soalnya poto-poto disini kan emang lucu-lucu semua, hahaha… #PengenMuntahGak?)

       Haaaah... sekian postingan gak penting untuk hari ini...



      0
      DO YOU BELIEVE IN FAIRY TALES?


      Rumah itu sunyi, bukan karena tak berpenghuni, hanya jarang dikunjungi. Pemiliknya seperti tak bernyawa, cuma singgah saat malam tiba, itupun tanpa banyak kata-kata. Tapi anehnya, aku selalu datang dan kembali ke tempat itu, entah mengapa rasanya begitu nyaman, bagai melihat diri sendiri, bahkan saat si penghuni sudah tak datang berhari-hari, aku tetap menghampiri dan melihat segala sesuatu yang ada disana sini tanpa meninggalkan secuil jejak kaki, dan juga tak berani terlalu jauh menyelidiki, karena aku takut, takut pada sosok yang bahkan tak kukenali. 

      Aku pernah mendengar cerita suram tentang si pemilik rumah, ada yang mengatakan bahwa dia adalah makhluk keras hati yang selalu ingin bersembunyi, yang tak pernah bisa mencintai orang lain melebihi dirinya sendiri, bahkan bila dihadapkan dengan perempuan paling cantik di dunia sekalipun. Dia bagai patung es, dingin, tapi juga indah. Ada juga yang mengatakan bahwa dia sosok pemarah yang tak kenal ampun, siapapun akan dibantai bila ada yang tak berkenan dihatinya. Dan cerita yang paling popular adalah bahwa dia pangeran tampan yang dikutuk menjadi makhluk buruk rupa oleh seorang peri yang merasa sakit hati karena ditolak cintanya. Entah mana yang benar aku tak tahu pasti, semua cerita itu membuatnya semakin misterius. Diam-diam aku suka datang kerumah ini dan berharap dia tak pernah tahu kedatanganku, atau sebenarnya aku berharap dia tahu. Entahlah, aku tak mengerti. Hingga pada suatu hari ada seseorang yang memegang pergelangan tanganku saat aku sedang mengendap-ngendap tanpa suara, genggamannya sangat kuat, sampai-sampai aku takut tulangku akan rontok. Saat dia keluar dari persembunyiannya, aku kaget bukan main dan sekaligus kecewa tentu saja. Pemilik rumah yang kukira lelaki tampan misterius, ternyata hanyalah seorang nenek yang sangat ringkih, dia mirip sekali dengan penyihir dalam cerita Hansel & Gretel, bedanya rumah ini tidak terbuat dari kue yang lezat. Aku ketakutan. Dia terkekeh memperlihatkan barisan giginya yang kuning. Aku meringis. Tawanya semakin keras.

      “mau kumakan hidup-hidup, atau dimasak dulu?”

      Entah mana yang lebih baik, tapi yang jelas kedua pilihan itu sama sekali tak menarik. Seandainya bisa memilih, aku ingin disihir menjadi kodok saja, siapa tahu akan ada pangeran tampan yang mau menciumku, dan akupun akan berubah menjadi putri yang cantik jelita. Ya, tentu saja itu tidak mungkin, wujud manusiaku tak bisa dikatagorikan sempurna, apalagi bila sudah sempat bertransformasi menjadi kodok, paling-paling masih tersisa bentuk kodok pada tubuhku. Ah aku benar-benar tak bisa berpikir jernih saat ini.

      “hey anak muda, kenapa tak menjawab pertanyaanku? Kau mau rusa itu dimakan mentah-mentah atau dimasak dulu?”

      Ha! Kenapa sekarang pertanyaannya berbeda? Atau mungkin akulah yang salah dengar? Tapi tetap saja pertanyaannya tidak normal. “Aku… tidak lapar,” jawabku pelan.

      “kalau bukan mencari makanan, lalu apa yang kau cari di rumah ini?”

      Nah, kalau itu pertanyaannya, aku bisa menjawab dengan pasti, “Aku mencari pemilik rumah ini,” (dengan asumsi, nenek aneh itu adalah pembantu yang menawarkan makanan pada siapa saja yang datang kemari). Dia terkekeh, “lalu kau kira aku ini siapa?”

      “Tapi…. tapi berita yang tersebar katanya pemilik rumah ini adalah lelaki tampan yang dikutuk oleh peri,” Tawa nenek itu semakin menjadi-jadi, memperlihatkan gigi kuning yang lebih banyak lagi. Aku heran, dia sudah tua tapi giginya masih utuh, mungkin itu pengaruh sihir.

      “Nak, kalau kau mau bertemu dengan The Beast, atau Ksatria yang bernafsu mencium perempuan yang suka tidur berlama-lama, atau ingin mencari pangeran tampan yang terobsesi pada pembantu yang kehilangan sebelah sepatunya, maka jangan datang kerumah ini, Pergilah ke negeri dongeng. Siapa tau kau akan bertemu dengan 7 kurcaci dan mereka akan menjadikanmu ratunya, tapi 1 hal yang harus kau ketahui, negeri dongeng tidaklah seindah yang kau bayangkan. Kenyataan yang ada disana kadang-kadang berbanding terbalik dengan apa yang dikisahkan selama ini.” Dia terkekeh lagi.

      “Tau darimana?”

      “Aku menghabiskan waktuku disana, sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah kemari,”

      “Di sana nenek jadi siapa? Ibu tiri yang jahat? atau penyihir yang menculik Rapunzel? Yang pasti bukan Cinderella atau Snow White yang cantik jelita,” aku menahan tawa.

      “Peter Pan” jawabnya tiba-tiba.

      “Hah? Maksudnya?”

      “Ya, Aku adalah Peter Pan,”

      “Semua orang tahu Peter Pan itu laki-laki”

      “Itukan apa yang diceritakan. Kau kira kenapa Wendy meninggalkanku? katanya dia ingin menikah dengan lelaki dan mempunyai anak-anak yang lucu. Tak kusangka pria itu adalah Kapten Hook yang sama sekali tidak tampan. itulah alasan sebenarnya kenapa aku sangat membenci bajak laut itu.”

      Aku tak mau dengar, Aku tak mau percaya, Aku benar-benar menyesal bertanya padanya. Peter Pan adalah salah satu tokoh dongeng favoritku, dulu waktu masih kecil, aku sempat jatuh cinta padanya, hingga usiaku bertambah dan aku mulai jatuh cinta pada tokoh dongeng yang lebih dewasa. Nenek ini benar-benar menghancurkan semua bayanganku tentang indahnya Neverland.

      “Kau boleh saja tak percaya, tapi itulah kenyataannya. Aku tidak bohong. Wendy membuatku patah hati, lalu aku memutuskan untuk pindah kemari, dan akhirnya menjadi perempuan tua dalam seketika.”

      “Kau mau tahu cerita yang lainnya?”

      Walaupun aku tak ingin khayalanku diacak-acak, tapi tak tahu kenapa, aku malah tak bisa berkata apa-apa. Sehingga dia mengartikan diamku sebagai jawaban iya. Terkutuklah pepatah “diam itu emas.”

      “The Beast mati sia-sia, karena Belle tak pernah mencintainya dengan tulus, dia hanya mencoba menarik perhatian lelaki malang itu supaya bisa mengambil alih kekayaan dengan tenang tanpa gangguan. bayangkan saja, perempuan cantik mana yang bisa jatuh cinta pada lelaki berkepala singa?”

      “Cinderella tetaplah menjadi upik abu. saat pangeran datang, kakinya baru saja terkilir dan membengkak sehingga sepatu itu tidak muat, sedangkan yang sebelahnya lagi tak tahu dia letakkan dimana, anak itu memang ceroboh dan agak kikuk,”

      “Ibu tiri snow white tidaklah sejahat yang diceritakan selama ini, dia tidak pernah memberikan apel beracun itu. Terakhir aku berada disana, Snow White masih mengasuh 7 kurcaci, pangeran sama sekali tak berniat mencarinya dan malah menikahi si ibu tiri. Ternyata gosip itu benar, pria itu suka pada wanita yang lebih tua.”

      “Dan Aurora, tidak pernah bangun dari tidur panjangnya. Dulu pada masa awal hibernasi, ada seorang ksatria yang menciumnya penuh nafsu, tiba-tiba dia terbangun dan menampar lelaki malang itu. Dia marah karena tidurnya terganggu dan mimpinya terputus. Tapi setelah bertahun-tahun tak ada lagi yang mau menciumnya. Mana ada lelaki yang selera mencium perempuan dengan air liur dimana-mana dan penuh debu, seperti mannequin yang tak pernah dipajang dan dibiarkan membusuk di dalam gudang.”

      “Siapa lagi yang ingin kau ketahui? Si kecil Thumbelina? Dia benar-benar seorang gadis petualang, syukurlah dia berhasil bertemu dengan pangeran negeri bunga. Asal tau saja, itu satu-satunya cerita yang sama dengan kisah aslinya, walaupun di negeri kalian tidak pernah diceritakan bahwa pria itu sempat selingkuh beberapa kali, maklumlah dia tampan dan banyak yang suka. Thumbelina terpaksa bertengkar dengan beberapa peri bunga perempuan untuk mendapatkan hati pangeran secara utuh, tapi yang penting pada akhirnya mereka menikah, memiliki anak-anak yang lucu dan hidup bahagia.”

      Aku masih terperangah mendengar ceritanya. Mungkin seumur hidup aku takkan pernah memaafkan diri sendiri karena berani menerobos masuk ke rumah sederhana ini, kalau dilihat lagi, sumpah sama sekali tak ada hal yang menarik, kecuali saat pikiranku melayang ke negeri dibalik pelangi, dipenuhi khayalan-khalayan bodoh tentang lelaki misterius yang hidup sendiri  dan hanya aku yang bisa meluluhkan hatinya. BEGO! Ingin menagis saja rasanya. Aku kehilangan impianku, dan lebih parah, aku kehilangan keindahan dongeng yang kupuja selama ini. Dongeng yang membuatku percaya bahwa ada sebuah negeri yang indah ditempat tak terjamah, negeri yang bisa didatangi tanpa harus berbasa-basi.

      “Aku hanya menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, kalau kau mau percaya silahkan, bila tidak, juga tak apa. Mungkin lebih baik bila kau tetap percaya dengan indahnya negeri dongeng seperti yang kau ketahui selama ini,” katanya sambil terkekeh.

      “kalau begitu, lebih baik dari awal tak perlu cerita!”

      “aku tak pernah memaksamu untuk mendengarku,”

      Dia benar,  seharusnya tadi aku langsung pergi meninggalkan nenek gila ini sendiri, aku masih tak mau mengakuinya sebagai Peter Pan.

      “Sudahlah anak muda, tak semua kenyataan harus berjalan seperti apa yang kita inginkan. Di negerimu itu hanya sebuah cerita, percayai saja apa yang ingin kau percayai.”

      Aku bisa saja tidak mempercayainya, tapi entah kenapa rasanya sangat sulit untuk kembali pada kisah indah yang kucintai selama ini. Layaknya lukisan yang tiba-tiba ditumpahi cat hitam di seluruh kanvasnya dan tak mungkin kembali seperti semula. Dia kembali terkekeh, aku semakin muak dan mulai menagis tersedu sedan hingga tak tahu lagi apa yang terjadi.

      “Hey, kamu baik-baik aja?” seseorang menepuk-nepuk bahuku. Mungkin nenek sihir tadi, aku enggan membuka mata.

      “Hey, kamu baik-baik aja?” dia mengulang pertanyaannya, ternyata suara pria. Aku berdebar, bukan debaran yang biasa dirasakan saat sedang jatuh cinta, tapi debaran yang biasa muncul saat sedang merasa takut. Aku khawatir kalau pria ini adalah salah satu penghuni negeri dongeng yang ikut kabur kemari dan tiba-tiba mengaku bahwa dirinya adalah Cinderella, Red Riding Hood, Snow White, Rapunzel, atau siapapun itu yang kukenal sebagai tokoh perempuan selama ini. Aku memang takut, tapi juga tak mungkin begini selamanya. Dengan perlahan kubuka mataku.

      “kamu siapa?” tanyaku hati-hati, mempersiapkan diri atas jawaban yang tak ingin kudengar. Dia tersenyum, “harusnya aku yang nanya kamu itu siapa, aku Elang,” katanya

      “Huaaah… Aku lega,"

      “Hmm?”

      “Eh, maksudnya aku Jingga,” buru-buru aku meralat, aku tak ingin dia mengira aku anak aneh yang bernama LEGA, tapi sumpah aku lega sekali namanya bukan Cinderella atau Thumbelina yang tiba-tiba meminum obat peninggi badan yang didapat dari Alice

      “Kok bisa nyasar ke rumahku? Kayaknya aku selalu mengunci pintu deh”

      “Ini rumahmu?” kuabaikan pertanyaannya dan malah balik bertanya.

      “Iya, tapi aku jarang tinggal disini, kalau lagi berantem sama orangtua aja baru minggat kemari,” dia nyengir, tapi menurutku itu nyengir yang paling indah yang pernah kulihat. Aku kembali berdebar, bukan debaran yang biasa muncul saat sedang merasa takut, tapi debaran yang biasa dirasakan saat sedang jatuh cinta.

      “Nenek yang jagain rumah ini kemana ya?”

      “Nenek?”

      “Iya, yang menawarkan daging rusa men-tah atau di-ma-sak,” aku mulai curiga pada si tua itu. Dia tertawa, oh gantengnya, hatiku semakin berdebar. “sepertinya kamu kebanyakan tidur, makanya mimpi yang aneh-aneh” katanya. Tapi aku yakin itu bukan mimpi, semuanya nyata. Di sudut ruangan, kulihat seorang pria bungkuk terkekeh sendiri dan menghilang di dalam gelap. Oh, pantas saja pintunya selalu terbuka. Bodohnya aku percaya pada si penipu  yang suka menyamar itu.

      Dalam dongeng, aku selalu yakin bahwa si pria bungkuk tak sejahat yang diceritakan, tapi setelah berjumpa langsung dengannya, dia ternyata lebih jahat dari yang dikira orang-orang selama ini. Satu kasus terpecahkan, dia bukan Peter Pan. Tapi bagaimana dengan kisah lainnya? Entahlah, Sepertinya menyenangkan juga saat kita punya cerita dengan versi yang berbeda dan menyimpannya dalam kotak rahasia yang tak diketahui sesiapa. aku tak lagi peduli mana cerita yang benar dan yang tidak, karena aku sudah memiliki pangeranku sendiri disini, tanpa harus kehilangan sepatu kiri atau tidur bertahun-tahun dalam penantian yang tak pasti. Aku menarik kembali kata-kataku. Mungkin benar, pria bungkuk itu tidak terlalu jahat.


      *iseng-isengan dini hari yang diposting sore hari*



      0
       Coret - Coret


      Kalo urusan gambar menggambar, ternyata aku emang gak ada duanya... gak ada duanya untuk katagori gak punya bakat dink. Nih contohnya, yang digambar tahun 2009 kemaren, tapi baru sekarang kepikiran diposting di blog.


      ini bukan gambar waktu SD trus ku potoin lagi loh. ini dibikinnya tahun 2009 (pake komputer, makanya gak rapi nyari alesan). hal pertama yang kepikiran untuk digambar, ya cuma ini. hehehe


       
      yang ini terinspirasi dari judul film 'Bulan Tertusuk Ilalang'


      gambar malam dengan bulan dan bintang bintang. ini gambar paling geblek kayaknya, karna kalo bulannya terang, pasti bintangnya gak banyak yang keliatan. but who cares?


       Aku suka ngeliat daun maple yang unik, terutama waktu berjatuhan di musim gugur (kayak pernah liat langsung aja). Nah, berhubung aku gak bisa menggambar 'musim gugur' dengan baik, jadi cuma sebatas inilah kemampuanku untuk menggambarkan sesuatu yang aku suka.


      judulnya: 'ketika yang kecil dan lemah diintimidasi oleh sesuatu yang lebih besar dan kuat'


      yang ini 'untitled' alias emang gak ada judul. tapi maksudnya mau menggambarkan keadaan saat orang yang  ada di central merasa dunia ini hanya untuknya, mereka gak akan peduli pada nasib orang-orang  yang ada disekitar, walaupun yang lain hampir mati keinjak-injak, ya gak masalah, selama hidupnya aman sentosa.


       
      Pagi


      Siang


      Senja


      Malam




      *Another iseng-isengan, walaupun gambarnya gak ada yang bagus, tapi aku sukaaaaa... yaiyalah gambar sendiri
      0
       Bedtime Story


      Seorang nenek bercerita pada cucunya, "bintang itu bersinar karena impian manusia. Saat malam tiba, udara akan memeluk semua mimpi yang melayang kesana kemari, mengirimnya ke negeri peri, dan mereka  membawanya terbang ke tempat dimana raksasa yang tinggal di balik awan pun takkan mampu menggapainya. Cahayanya akan menyatu dengan bintang hingga akhirnya berkelap kelip menghiasi malam yang dilanda kegelapan. Maka, tetaplah bermimpi supaya bintang-bintang tetap bersinar dimalam hari dan memberi harapan bagi siapapun yang melihatnya tergelincir jatuh ke bumi." Kemudian, si bocah kecil tertidur dan bermimpi tentang PS-3 yang dijanjikan oleh orangtua-nya.



      *iseng-isengan dini hari yang diposting lewat operamini. goodnight everybody, and have a lot of crazy dreams, Because it's the only way to survive in this crazy little world.


      0
      Yesterday, Today & Tomorrow


      Aku pencinta dongeng (klasik, modern, atau yang udah diacak-acak). Aku pernah dibilang “dukun” sama temenku, karna sukaaaa banget sama buku-buku cerita yang menurut mereka sama sekali gak masuk akal, (yaelaaaah mau yang real baca biografi aja, atau buku pelajaran sekalian). dongeng favoritku, The Little Prince, Alice in Wonderland. Beauty and the Beast (karakter Belle keren, gak sama kayak princess-princess laen yang lemah lembut diperintah-perintah mau aja). Red Riding Hood, ada banyak versi, dan aku suka semuanya... kecuali versi film yang diperankan sama Amanda Seyfried, belom nonton sih, tapi baca resensinya, ceritanya udah ngambang gilaaaaaak... gak nyambung sama sekali dengan cerita awal, yang dipertahankan cuma jubah warna merah sama serigala (jadi-jadian), lainnya? Enggak ada! The Little Mermaid (versi Ariel yang jadi buih), Howl’s moving Castle. dll. Kalo dongeng yang udah diacak-acak, aku suka buku The Book of Lost Things, Ella Enchanted dan dongeng-dongeng lain yang bakalan panjang banget listnya kalo dibahas satu-satu disini.


      Walaupun jadi salah satu die-hard fans harry Potter (selain novelnya, aku juga mengoleksi buku quidditch dari masa ke masa, hewan-hewan fantastis dan dimana mereka bisa ditemukan, wawancara degan JK Rowling, baca the tales of beedle the bard dan buku-buku yang terkait lainnya) tapi Hogwarts bukanlah satu2nya sekolah favoritku. aku juga ngefans banget sama St. Trinian’s. there are no rules, semua orang bisa menjadi diri sendiri. melakukan apa yang disuka, no judgement, no punishment. Hahaha... sekolah impian yang kayaknya gak akan pernah ada di dunia nyata.


      Udah baca 3 seri Supernova-nya dewi Lestari, aku masih gak tau ceritanya mau dibawa kemana hubungan kitaaaa... aiiiih matek... Maksudnya aku ngerti cerita di bukunya satu-satu, tapi aku belom nemuin keterkaitan bukunya secara keseluruhan, Diva itu beneran nyata atau gak, dari no 1 – 3 itu alur maju atau mundur? Atau mungkin emang gak ada keterkaitan sama sekali? Tapi kenapa ada tokoh yang berulaaaaaang? Hadeeeh, nikmati sajalah irna... Well, diantara semuanya, aku paling suka buku pertama, “Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh”, alasan: aku suka ide tentang cerita Diva dan Ferre itu cuma karangan Ruben & Dhimas, dan tentunya karna ada dongeng “Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh” di dalamnya, Diva yang smart dan cara berpikirnya yang berpendapat bahwa otaknya sangat berharga untuk diperintahkan oleh orang lain, cuma tubuhnya yang bisa diperbudak, itu ide baru tentang pekerjaan yang namanya tak boleh disebut, dan yang terakhir aku suka endingnya waktu  (entah) Ruben atau Dhimas  bilang, “mungkin kita pun berada dalam pena penulis lainnya.” (gak tau ini bener apa gak, lupa kata-kata  lengkapnya) Totally cool, karna emang begitulah kenyataannya. Dan alasan lainnya, mungkin karna (jauuuuh sebelum aku baca Supernova dan Inception hadir) waktu mau tidur aku sering mikir, gimana kalo ternyata aku ini cuma bagian dari mimpi cewek lain (Irna dalam versi yang lebih real)? Gimana kalau yang aku alami ini gak nyata? Dan tentu saja, pikiran itu langsung hilang gitu aku bangun tidur besoknya, yak geblek emang.. atau mungkin juga karna itu seri pertama dari "supernova". Yang PETIR aku juga sukaaa bangeeeet, paling kocak diantara semua.. dan kehidupan Elektra kayak aku banget (sebelom kerja), Nah kenapa aku baru nulis sekarang tentang supernova? Karnaaaaaa katanya buku ke4nya bakal dirilis sebentar lagi, ga tau kapan.. yang pasti judulnya “PARTIKEL” yaaaaay... can’t wait to meet other characters in that story.


      Humor inggris dan amerika itu beda, tapi aku suka keduanya (kecuali Mr. Bean). Yang gak pernah aku suka, humornya Indonesia (baca: lawakan). Bukannya sombong, tapi sumpah.. aku gak tau dimana lucunya SULE, atau OLGA, atau TUKUL, atau NARJI, dari kecil sampe sekarang, tetep gak suka sama yang namanya “lawakan” yang sengaja dibikin lucu. Apa menariknya coba ngeliat orang dihina-hina atau didorong-dorong trus jatoh. Aiiih.. bener-bener gak ngerti lucunya dimana, atau mungkin emang sense of humor aku yang jelek? Tau ah.. Aku lebih menikmati lelucon ringan yang diselipin di film atau buku, bukan khusus dibikin untuk lucu, tapi ekspresi atau kata-katanya yang bikin kita jadi ketawa.


      Aku bisa sangat detail, juga bisa sangat gak perhatian. Aku masih ingat scene dan percakapan di film favorit masa kecil yang aku nonton lebih dari 10 tahun yang lalu (Now and Then, The Cure, The Man in the Moon, The Goonies, My Girl, dll) atau novel dan komik yang aku sukaaaaa banget. Tapi kalo ditanya, kemaren temenku pake baju dan warna apa pas nongkrong? Argh I totally forgot about it, I don’t even care. Atau ditanya bagusan rambut panjang atau pendek? Si temen kurusan atau gemukan? Oh no no... jangan pernah tanyakan hal-hal semacam itu padaku, pasti gak bakal bisa jawab. 


      Walopun aku hobi nonton film, tapi ada beberapa film yang gak pernah bisa ku tonton sampe habis gara-gara ketiduran karna kelamaan atau saking bosannya. film PKI (waktu masih tayang di tv dulu), Da Vinci Code (yang gak semenarik novelnya), aaaand Spiderman (film yang rata-rata dipuja oleh para perempuan karna Tobey Maguire, dan para lelaki karna mungkin biar keliatan manly, hahaha) yaaaah aku tau filmnya banyak dapat pujian, tapi cerita superhero yang paling aku suka tetep Batman, karna pertama kali nonton film "Batman" dan “Batman Returns”, dan coba tebak? Aku ngefans sama si Penguin, dan nangis waktu dia mati di akhir cerita (aku juga suka Joker) hahaha bego! pertama kali nonton mungkin MIN, tapi gak tau kelas berapa, waktu itu aku gak tau sutradaranya Tim Burton. btw aku dulu emang gak pernah denger sih namanya. Tapiiii dari kecil, aku udah nonton dan suka film-filmnya dia, kayak Edward Scissorhand, Sleepy Hollow, dan Batman. bayangin aja, untuk ukuran anak sekolah dasar aku udah suka aja sama film-film dark kayak gitu, ternyata dari kecil emang udah keliatan yak aura kegelapannya. dan sekarang Tim Burton jadi salah satu sutradara favorit-ku.


      Kadang-kadang, aku ngerasa seneng loh punya film-film favorit waktu kecil dan ternyata setelah ditonton ulang sekarang, taraaaaa aku masih suka! Dan baru nyadar juga, kayaknya gak banyak hal yang berubah di diri aku. Dari kecil aku udah suka nonton (selain kartun dan film anak-anak atau remaja, aku juga nonton serial Beverly Hills 90210, Friday the 13th, Party of Five, Friends, trus film Catatan si Boy, Waterworld, Face Off, a few good men, dll) udah suka musik (walaupun yang didengerin liliput, si lumba-lumba, dudidudidam, dan lagu anak-anak lainnya), tapi selain itu aku juga dengerin Roxette, Richard Marx,  Michael Jackson, Cake, Guns n Roses, Backstreet Boys, The Offspring, The Eagles, Bon Jovi, Sugar Ray, dan entah siapa lagi yang kaset dan cd nya menumpuk dirumah (koleksi abang dan kakak). dari dulu aku udah suka baca, 5 sekawan, Goosebumps, Animorphs. dan percaya deh, buku cerita anak Indonesia sebenarnya banyak yang bagus juga, cuma kurang dapat perhatian aja. Misalnya kayak misteri hutan terlarang, misteri kapal tua, rahasia hutan pinus, perjalanan ke masa depan, trus ada 1 buku yang juga aku suka banget, tapi lupa judulnya apa.. sampulnya warna hijau, ceritanya tentang anak yang tersesat di hutan, trus dibawa sama orang bunian. buku-buku ginian gak bakal ada di toko buku atau google, cuma tersedia di pustaka sekolah dasar. aku juga baca Di bawah lindungan ka’bah dan bukunya jauuuh berbeda dengan novel-novel islami jaman sekarang, trus Belenggu-nya Armijn Pane, sejak saat itu aku mulai suka novel yang rada berat besi kalleeee dan jatuh cinta sama open ending. yak aku tau, harusnya umur segitu aku belom pantes baca buku tentang perselingkuhan, tapi mau gimana lagi, bukunya ada di rumah dan dari dulu aku gak pernah bisa ngeliat ada buku cerita yang nganggur.


      Oh God, aku beneran kangen nih sama bacaan dan tontonan masa kecilku...


      Back to Top