Kalo kata Cinta, "BASI. Madingnya udah terbit!"
Kadang-kadang situs jejaring sosial itu bisa memancing emosi di sana sini, seringkali penyebabnya adalah hal-hal basi yang dikembangkan sedemikian rupa. Memang, setiap orang berhak untuk beropini, baik yang murni dari hati, ataupun yang sekedar ikut-ikutan tantang tirani biar dianggap cerdas dan kritis. tapi sebaiknya sebelum pro atau kontra, pastikan dulu komentar anda sesuai kondisi. kalo gak, bukannya terkesan cerdas, tapi malah terlihat klise.
Tau tentang kasus penangkapan anak "PUNK" di Banda Aceh? banyak yang pro, tapi banyak juga yang kontra. tidak masalah, lagi dan lagi karena setiap orang berhak untuk berpendapat dan memutuskan bela siapa. tapi anehnya... seringkali yang dikemukakan adalah hal-hal dari sebelah pihak. koran dan situs berita juga sama aja lebaynya dengan infotainment. gak sah kalo gak pake drama.
Yang membuat aku heran. banyaaaaaaak sekali orang yang bawa-bawa masalah HAM. kedutaan Jerman dan Perancis sampai menghubungi Pemko Banda Aceh, dan juga masuk di surat kabar Amerika, Autralia dan teman-temannya. lain kali kalau mau jadi pahlawan, bangunnya pagi, jangan siang, apalagi sore. kalo mau ngomongin masalah HAM, kenapa baru sekarang? kemaren-kemaren kemana aja om, tante? gak tau apa kalo ini ACEH. ada yang masih ingat DOM? atau lebih tepatnya yang di luar aceh ada yang tau gak? karna kayaknya banyak yang gak tau nih, atau memang gak peduli dan menutup mata karna korbannya cuma masyarakat kampung yang gak punya komunitas di berbagai negara.
DOM itu pelanggaran HAM yang gila-gilaan, lelakinya dibantai, perempuannya diperkosa. TNI yang menjalankan, ExxonMobil yang mendanai. tapi kok adem ayem aja ya? Dianggap kurang modern dan gak keren? yang dibantai itu bukannya anak-anak yang bawa narkotika dan senjata tajam loh, tapi petani yang dipaksa menjual tanahnya dengan harga murah demi kepentingan perusahaan amerika tersebut. tapi negara-negara lain yang barusan heboh gara-gara penangkapan anak punk, kok diem-diem aja? dan apakah ada tindakan serius dari pemerintah indonesia untuk menegakkan hukum dan keadilan? TIDAK. aku gak tau apakah tentara yang melakukan pelanggaran HAM itu diadili atau gak, tapi yang pasti ExxonMobil masih beroperasi dengan santainya di aceh. info terakhir yang aku tau, juli 2011 ada 11 orang aceh yang menuntut ExxonMobil, dan bulan agustus Exxon dikabarkan menjual sahamnya yang ada di aceh. katanya sih, karna udah gak menarik lagi, sama sekali gak ada hubungan sama tuntunan itu. percaya? kayaknya info minyak bumi yang tinggal sedikit itu udah udah berkembang sejak aku SMA deh, tapi kok baru sekarang mereka pengen hengkang? tepat setelah masalah ini diangkat lagi dan dibawa ke persidangan Amerika. bagi aku lebih terlihat kayak melarikan diri, tapi kenapa gak heboh? Agustus kemaren orang-orang udah pada eksis kan ya di twitter, ngomongin soal politik atau apapun yang kelihatan pinter. tapi untuk masalah ini, tetap adem ayem. kayak puisi-nya Rangga, "sepi dan sendiri aku benci."
Makanya, kadang-kadang eneg ngeliat reaksi orang-orang yang lebaynya minta ampun. kirain di Indonesia ini, sinetron dan infotainment aja yang lebay, tapi ternyata sebagian besar masyarakatnya juga gak mau kalah saing. kalau memang mereka mau bela anak punk, terserah. tapi lihat dulu dari kedua sisi, benar gak anak punk-nya ngerasa dianiaya? dan saat mereka bicara tentang pelanggaran HAM, mbok ya mikir toh. ada hal2 yang lebih besar pelanggaran HAMnya kenapa diem aja. 65 anak punk yang diceburin (baca: disuruh mandi) ke sungai dan dipotong rambutnya itu, sumpah gak seberapa mana dibandingkan dengan ribuan nyawa masyrakat miskin yang dibantai demi kepentingan perusahaan asing yang jadi pohon uang bagi pemerintah, ditambah lagi dengan pembantaian mesuji dan kasus papua yang beritanya berdekatan, tapi timeline sepi-sepi aja, entah menghilang kemana makian dan sumpah serapah mereka. ibaratnya, kalo lagi di tengah laut, kita teriak2 ketakutan ngeliat ikan teri, sementara ada ikan hiu di depan mata, kita diam aja. jadi lain kali buat yang lokal, nasional dan internasional, kalo mau protes, pake skala prioritas yes.
DOM itu pelanggaran HAM yang gila-gilaan, lelakinya dibantai, perempuannya diperkosa. TNI yang menjalankan, ExxonMobil yang mendanai. tapi kok adem ayem aja ya? Dianggap kurang modern dan gak keren? yang dibantai itu bukannya anak-anak yang bawa narkotika dan senjata tajam loh, tapi petani yang dipaksa menjual tanahnya dengan harga murah demi kepentingan perusahaan amerika tersebut. tapi negara-negara lain yang barusan heboh gara-gara penangkapan anak punk, kok diem-diem aja? dan apakah ada tindakan serius dari pemerintah indonesia untuk menegakkan hukum dan keadilan? TIDAK. aku gak tau apakah tentara yang melakukan pelanggaran HAM itu diadili atau gak, tapi yang pasti ExxonMobil masih beroperasi dengan santainya di aceh. info terakhir yang aku tau, juli 2011 ada 11 orang aceh yang menuntut ExxonMobil, dan bulan agustus Exxon dikabarkan menjual sahamnya yang ada di aceh. katanya sih, karna udah gak menarik lagi, sama sekali gak ada hubungan sama tuntunan itu. percaya? kayaknya info minyak bumi yang tinggal sedikit itu udah udah berkembang sejak aku SMA deh, tapi kok baru sekarang mereka pengen hengkang? tepat setelah masalah ini diangkat lagi dan dibawa ke persidangan Amerika. bagi aku lebih terlihat kayak melarikan diri, tapi kenapa gak heboh? Agustus kemaren orang-orang udah pada eksis kan ya di twitter, ngomongin soal politik atau apapun yang kelihatan pinter. tapi untuk masalah ini, tetap adem ayem. kayak puisi-nya Rangga, "sepi dan sendiri aku benci."
Makanya, kadang-kadang eneg ngeliat reaksi orang-orang yang lebaynya minta ampun. kirain di Indonesia ini, sinetron dan infotainment aja yang lebay, tapi ternyata sebagian besar masyarakatnya juga gak mau kalah saing. kalau memang mereka mau bela anak punk, terserah. tapi lihat dulu dari kedua sisi, benar gak anak punk-nya ngerasa dianiaya? dan saat mereka bicara tentang pelanggaran HAM, mbok ya mikir toh. ada hal2 yang lebih besar pelanggaran HAMnya kenapa diem aja. 65 anak punk yang diceburin (baca: disuruh mandi) ke sungai dan dipotong rambutnya itu, sumpah gak seberapa mana dibandingkan dengan ribuan nyawa masyrakat miskin yang dibantai demi kepentingan perusahaan asing yang jadi pohon uang bagi pemerintah, ditambah lagi dengan pembantaian mesuji dan kasus papua yang beritanya berdekatan, tapi timeline sepi-sepi aja, entah menghilang kemana makian dan sumpah serapah mereka. ibaratnya, kalo lagi di tengah laut, kita teriak2 ketakutan ngeliat ikan teri, sementara ada ikan hiu di depan mata, kita diam aja. jadi lain kali buat yang lokal, nasional dan internasional, kalo mau protes, pake skala prioritas yes.
Diposting oleh




2 komentar:
dan gara2 punk ini muncul banyak aktivis HAM di twitter. meh.
yup! aktivis HAM yang muncul bersama isu populer. kemaren2 entah kemana aja.
Post a Comment