0
(Not) Too Late


Soal nonton film telat, aku mungkin emang nggak ada duanya (untuk seorang movie freak), kalo orang udah pada heboh dengan Scott Pilgrim Vs. the World dari kapan-kapan, aku baru nonton malem minggu kemaren.  Ya ya ya..  aku tau ini telat. Tapi mau gimana lagi? In my (very) little town ini kagak ada bioskopnya, dan aku bukan orang yang hayuk aja nonton film dengan dvd bajakan yang kualitas gambarnya masih jelek. Nah  Jadinya harus pasrah nunggu cd/dvd originalnya dirilis atau kalo nggak harus sabar nungguin dvd bajakan dengan kualitas gambar yang udah bersih total.

Berdasarkan kesepakatan antara perasaan dan pikiran, aku memutuskan kalo aku suka sama film yang satu ini.

Alasan: Michael Cera is totally cool in this movie (eh bukannya di semua filmnya yak? Hehe), sontreknya keren (liriknya asal tapi musiknya bagus), karakter orangnya unik semua, penggambaran komiknya lucu (walaupun kick ass udah duluan bikin yang kayak gini, tapi emang keduanya keren), dan ngeliat Ramona + dengan setting bersalju, jadi ingat sama Kate Winslet di film eternal sunshine of the spotless mind (salah 1 film favoritku sepanjang masa).

Kesimpulan: Aku emang suka sama film remaja yang nggak biasa kayak gini.


Kalo tadi ngomongin filmnya Michael Cera, kali ini aku pengen cerita film Ellen Page (temen mainnya di film Juno) “Whip It" yang juga bikin aku jingkrak-jingkrak #lebay

Alasan: Landon Pigg kereeen dan bikin melting dan lucu dan jago main music dan cakep dan bikin jantung jadi berdebar-debar (eh ini alasannya kenapa cowok mulu yak?) nggak dink, tapi emang yang tadi itu termasuk salah satu alasan juga sih. btw sontreknya keren-keren,  dan mereka nggak menang di pertandingan akhir, nggak kayak film pertandingan (olahraga, dance, cheerleader) kebanyakan, mereka tetap jadi nomor 2 dan tetap excited gila walopun yang bertanding cuma ada dua kelompok, haha dodol. awalnya bingung kenapa Drew Barrymore mau-maunya jadi cewek bego di film remaja yang bahkan dia nggak jadi pemeran utamanya, eh ternyata dia sutradaranya toooh, pantesan... sekedar pengakuan, aku nggak tau cowok itu ternyata Landon Pigg, secara cuma sering denger lagunya doank, nggak pernah liat orangnya, maklum kita nggak tinggal 1 kota kirain udah tua. gitu ngeliat credit titlenya baru deh kageeeeet dan besoknya langsung nyari videoklip lagunya di youtube. dan aku suka videoklip Falling in love at a coffeeshop, simple + unik + kreatip + pengennya ada yang bikin film dengan ide kayak gitu dan penyajiannya kayak Juno, Nick & Norah’s infinite playlist, (500)days of summer & Scott Pilgrim vs. the world (ini mah maunya aku yaaa)

Kesimpulan: aku nggak cuma suka dengan film-film drama yang ngajak mikir, tapi juga film ringan kayak gini, dan tentunya juga sama pemeran utamanyanya (Ooops), eh sontreknya juga dink.


Flipped, dari pertama kali liat film ini di majalah cinemags, aku udah tau atau memprediksikan lebih tepatnya kalo aku bakalan suka sama film ini, dan bener aja... awalnya waktu baca resensinya di cinemags (ini nggak ada majalah lain ya yang di mention?) aku kirain film ini ceritanya mirip-mirip sama “My Girl” salah satu film anak-anak (90an) yang aku sukaaaaa banget, tapi ternyata gitu nonton filmnya, ceritanya beda, hehehe. anyway I love this movie. ceritanya ringan emang, tapi penyajiannya itu loh yang bikin aku jatuh cinta.

Alasan: karakter cewek dan cowoknya dapet banget, (seandainya si cewek diperankan sama Abigail Breslin juga cocok kok tetep Abigail), aku suka si sutradaranya menghadirkan film ini dari kedua sudut pandang pemeran utamanya. Aku suka dialog/monolog-nya, Aku suka gambar dan cara sutradaranya menggabungkan beberapa scene dengan sontreknya (again and again and again), menurutku.. sontrek itu membuat sebuah scene menjadi lebih kuat dan berkarakter #halaaah. intinya SUKA..!!

Kesimpulan: aku suka film bukan cuma karna jalan ceritanya, tapi juga dipengaruhi sama penyajiannya, tapi alasan yang sebenar-benarnya adalah.....  Aku emang suka nonton film sih.


Beberapa malem kemaren, aku nonton GIE lagi. Itu settingnya jaman presiden Soekarno kan ya, nah sekarang udah berapa banyak pergantian presiden? udah taon 2011 a.k.a era-nya SBY, tapi tetap aja film itu masih cocok untuk menggambarkan keadaan Indonesia. Karna apa? Karna politik negara ini nggak pernah berubah. Siapapun presidennya, mereka punya massa dan fans fanatic masing-masing yang melakukan berbagai cara (apapun itu) untuk tetap berada diatas dan juga punya saingan yang terus-terusan berusaha untuk menggeser kedudukannya dengan cara kotor yang kadang-kadang sangat berlebihan. Semua sama aja, perbedaannya cuma terletak pada cara, ada dengan cara terang-terangan, kasar, dan ada juga yang menggunakan strategi yang mantap. Dear Mr. President and all your die hard fans and all your die hard haters… (Oh sorry I’m speechless).


...Sekian...

0

 Negara Mainan


Wahai pelancong, jangan pernah percaya kata-kata mutiara yang dipersembahkan oleh para penguasa, tujuan mereka hanya ingin mengeruk uang Anda, Mereka mempersiapkan kamus khusus dengan bahasa indah yang disusun rapi dengan butiran air mata dari mereka yang nelangsa dan menderita. Kemudian takdirpun dituduh sebagai dalang dari semuanya, karena mereka tahu takkan ada yang berani menggugat Tuhan di negeri yang sarat dengan agama.


Tuan pernah mendengar negeri dibalik pelangi? Katanya dipenuhi para leprechaun yang gemar membuat barang imitasi. Mungkin sebagiannya pindah kemari, hingga akhirnya Negara inipun penuh dengan kepalsuan dan sulit mencari sesuatu yang asli, perbedaan keduanya hampir tak bisa dideteksi. Bila tak percaya, silahkan lihat sendiri, asal jangan memaki dan membahayakan pemerintah negeri, tuan bisa mati dengan tuduhan bunuh diri, atau dimutilasi oleh orang yang tak dikenali.


Mau rekayasa yang original atau bajakan, nyonya? Atau ingin merangkai cerita sendiri? Semua ada di tempat ini. Sumber dari segala drama yang disusun sedemikian rupa. mau yang mana, tinggal pilih sesuai jabatan yang anda suka. Cara gembar gembornya gampang, karena dusta begitu digemari dan mudah menggerogoti jiwa yang masih hidup dan sudah mati. tapi jangan bilang siapa-siapa, orang-orang suka berteriak pada para pelakon dan sutradara saat cerita tak berakhir bahagia. Andai mereka sadar bahwa dongeng politik hanyalah episode yang lebih kampungan dari cinta fitri sekalipun. Bahkan ftv bisa setingkat lebih menarik dibandingkan cerita yang sengaja dikembangkan untuk menjadi trending topic. menguak kasus sepele untuk menutupi kasus para parlente. Tempat ini penuh borok dan luka, tapi mereka tetap menutup mata karena lebih suka melihat hal-hal yang indah saja. Seperti tubuh telanjang yang katanya mirip artis Luna Maya, atau bahkan Irfan Bachdim yang tak seberapa mana tapi nyatanya dipuja oleh para perempuan sejagad raya.


Inilah Negara mainan yang membuatku mati rasa, ingin kabur tapi tak tahu kemana, karna harta yang ada hanya cukup untuk hidup sederhana. cuma bisa pasrah melihat para pejabat negara tertawa bahagia naik kereta kencana dan pergi ke eropa atau amerika  dengan dalih ingin belajar disana.  apa daya, akhirnya akupun berusaha untuk mencintai bangsa ini dengan segala keindahan dan kebusukannya, hingga nanti tubuh tak lagi bernyawa, dan rohku bebas untuk beberapa saat, sampai pada masa penentuan surga atau neraka.


0
SERAUT WAJAH SENJA


Aku selalu suka senja, membuatku tenang, nyaman, bagai berada dalam suatu masa yang hanya bisa kumengerti sendiri. Bagiku senja adalah waktu privasi, yang tak bisa diganggu gugat oleh sesiapa. Senjaku, membuat rindu ini membuncah tak tertahankan, ia selalu ingin meledak bagai supernova, hingga akhirnya meninggalkan kesan tak terlupakan. Awalnya kukira senjakulah yang paling indah, tapi ternyata setelah bertemu dengannya, persepsiku segera berubah. Senja yang satu ini bak bidadari yang turun dari khayangan, bukan hanya sekedar menerbitkan rasa ingin bertemu, tapi juga ingin memiliki, menyimpan untuk diri sendiri dan tak ingin berbagi. Sebut saja Aku serakah, aku tak peduli, asal aku bisa melihat raut wajahnya setiap hari.


Aku masih ingat saat pertama kali melihatnya, sekitar 10 tahun yang lalu. Seperti biasa, saat senja menyapa, aku selalu menghabiskan waktuku di pantai, aku suka menatap langit jingga saat matahari akan tenggelam selama beberapa jam, mencoba beristirahat dan berganti tugas dengan bulan yang akan menjaga bumi sampai pagi kembali menjelang. Bagiku, itu adalah penggalan waktu yang paling indah, seandainya aku tinggal di planet tempat pangeran kecil berada, mungkin sepanjang hariku hanya akan kuhabiskan untuk menatap matahari terbenam. Tiba-tiba dia hadir bagai tamu yang tak diundang, tanpa basa-basi langsung duduk disampingku, tapi tak ada kata yang keluar dari bibir indahnya, dia hanya diam membisu dan kami berdua cukup nyaman dengan keadaan itu. Awalnya aku berpikir bahwa itu adalah pertemuan pertama dan terakhirku dengannya, tapi siapa sangka ternyata pertemuan itu berlanjut hingga keesokan harinya, esoknya lagi, lagi dan lagi, sampai pada batas waktu yang tak kutahu pasti.

“Aku suka senja,” ucapku memecah keheningan yang tercipta diantara kami berdua. Dia hanya tersenyum, 

“kamu?” tanyaku tak mau menyerah supaya dia mau bersuara.

“Aku adalah senja, bagaimana mungkin aku tak menyukai diriku sendiri,” dia bicara dengan lembut, selembut raut wajahnya. Aku tak mengerti maksud ucapannya, jadi kusimpulkan saja bahwa namanya adalah Senja. Benar atau tidak, sampai sekarang aku tak pernah tahu.

“Aku Biru,” ucapku, padahal dia sama sekali tidak bertanya. Entahlah, aku hanya ingin dia mengenalku, walau mungkin dia bahkan tak pernah peduli pada hal-hal kecil seperti itu. Lagi-lagi dia tersenyum setelah mendengarku bicara, mungkin hanya untuk menghargai.

“Senja dan Biru, dua hal yang sangat berbeda” tiba-tiba dia bersuara, kali ini akulah yang tersenyum, bukan karena aku berbahagia, melainkan tak tahu harus berkata apa. Bukankah Senja dan Biru hanyalah sekedar nama yang tak berarti apa-apa? Aku menyesal telah memperkenalkan namaku bila itu ternyata sangat berpengaruh baginya.


Dan selanjutnya aku selalu kembali ke pantai itu saat senja menyapa, kali ini tidak lagi untuk menikmati pemandangan indah yang ada di batas horizon sana, melainkan untuk menatap wajah senjaku, mendengarkan cerita dan tawa renyahnya, aku tak peduli dengan tatapan aneh dari orang-orang yang menganggapnya tak nyata, yang kutahu, aku selalu nyaman berada disampingnya. itu saja sudah lebih dari cukup. Sampai suatu hari dia menghilang tiba-tiba, entah mulai bosan mendengar ceritaku, atau memang ada keperluan mendadak, bisa jadi hanya sekedar ingin pergi saja, kemungkinan paling buruk, dia tewas diamuk massa atau bahkan diperkosa, akhir-akhir ini banyak yang mati karena sebab yang tak biasa, bahkan nyawapun bisa direkayasa oleh mereka yang menyebut dirinya para penguasa. Walau senja tak lagi datang menghampiri, aku tetap kembali ke tempat ini, sampai pada batas waktu yang tak kutahu pasti.


*a (very) short story hasil iseng-isengan dini hari #akibatinsomnia

0
Ada Apa Dengan Sm*sh ?
 

Setelah dipikir-pikir, saya ternyata emang bukan anak gaul, nggak gaul sama sekali dan nggak ada bakat juga jadi anak gaul. Buktinya, orang udah pada heboh dengan Super Junior dan Sm*sh, aku bahkan nggak tau apa-apa. Nah kenapa sekarang jadi tau? Begini ceritanya... (auuuu berasa kayak cerita misteri) Jadi beberapa hari kemaren, ada temen yang pusing ngeliat temen-temennya yang cowok pada heboh dengan SUPER JUNIOR, aku sih nyantai aja baca twit nih temen, karna sumpah ya aku kirain Super Junior itu JUDUL KUIS, ahaaha bego banget ga sih? Trus ada temen lain yang reply katanya, “gpp lah cuma super junior doank, yang penting bukan sm*sh, they're mine" dan banyak lagi twit-twit lain yang nyeritain sm*sh yang hurup A-nya disensor gitu. okay, aku sempat bingung kenapa semua orang pada maen sensor-sensor aja, kirain karna ada unsur pornografi, kan lagi musim tuh ya. Sebenarnya pengen nanya ke temen via twitter tapi males, ntar jadinya panjang, akhirnya aku ngecek di google aja, (#pengakuan) ini hal paling nggak penting yang terpaksa digugling karna penasaran cing. And finally aku tau ternyata SM*SH itu tulisannya emang kayak gitu, dan mereka boyband Indonesia. Truus waktu nongkrong sama temen SMA, aku nyeritain ke mereka betapa dodolnya diriku.

Temen: “Ooh smash itu yang lagunya cenat cenut kan?”
Aku: “kenapa cenat cenut? Mereka sakit gigi?” (siapa tau mereka mau membantah lagu Meggy Z yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati)
Temen: “hatinyaaa yang cenat cenut” *beuuuh

Berhubung rasa penasaran ini belom terpuaskan, kemaren aku search videoklipnya di youtube, cuma mau tau aja kek gimana mereka sampai digilai banyak remaja cewek gitu. Dan taraaaaa... lagu yang aku kirain berjudul cenat cenut, ternyata judul aslinya adalah “I Heart You” dan videoklipnya bikin aku ngakak ga berhenti, terutama waktu ngeliat ekspresi muka cowok cowok (cantik dan tidak cantik) itu plus dancenya aduhai banget. oh my, kepalaku yang jadinya cenat-cenut. kesimpulannya, i have no reason to love them, or hate them.

Sekian tentang sm*sh dari saya, lebih dan kurang saya ucapkan terima kasih.


0

Kembali
ke Kertas, Gambar & Pulpen Warna Warni


Ini dia notebook yang bikin aku bela-belain beli majalah Chic karna pengen dapat bonusnya (biasanya baca Cinemags & Rolling Stone #sokgaya)


(ini bukan CD, tapi notebook)

I like it so muuuch. gara-gara ini notebook, jadi semangat lagi deh nyoret-nyoret di kertas, tenaaaang tenaaaang.. aku ga bakal menelantarkan blog ini kok, blog ini masih jadi tempat curhat no. 1, tapi untuk "note to self" yang pendek-pendek doank, kayaknya aku bakal nulis disana aja, plus pake gambar yang diambil dari sana-sini. kita liat akankah buku itu penuh? ga janji deh.. ga terlalu suka nulis pake tangan, soalnya tulisan tangan aku kacaaaaaaw, acakadut, suka naik turun (terutama kalo kertasnya ga ada baris) saing-saingan sama anak SD, dan ga kalah juga sama tulisan dokter (okay, yang terakhir ini agak lebay) mari berkreasi kembali dengan kertas, gambar dan pulpen warna warni. yaaaay...

0
In the Name of God

Mengapa banyak orang yang mempermasalahkan agama? Mengapa mereka ga ikut hati nurani saja? Agama itu soal kepercayaan dan keikhlasan, bukan sesuatu yang dipaksakan. Islam ya Islam, Kristen ya Kristen, Hindu ya Hindu, Budha ya Budha. untukmu agamamu, untukku agamaku. Silahkan jalankan menurut kepercayaan masing-masing, kenapa harus pusing bila melihat patung yang berdiri diatas wihara padahal ia bergeming? Kenapa harus resah melihat mereka yang beribadah di dalam gereja? Dan kenapa harus repot-repot membakar Al-Quran seakan-akan hal itu akan membakar kepercayaan umat islam, atau berusaha mencemooh ibu-ibu yang memakai burqa dan cadar serta berdandan tebal, bukankah itu haknya? Kenapa harus menghina dengan mengatakan dia memiliki nafsu seksual terpendam? Tuan tau darimana? Tuan paranormal atau berlagak menjadi Tuhan yang tau segalanya?


Dan mengapa banyak orang-orang yang mengkaji jauh-jauh tentang sesuatu yang lebih tinggi padahal dasarnya belum kuat? bukan melarang sih, tapi bisa jatuh nantinya. sama kayak bangunan, kalau pondasinya ga kokoh, dan kita tetap berusaha membangun gedung bertingkat, pasti nantinya bakalan roboh. Kalau memang pondasinya cuma kuat menahan bangunan 1 lantai, bangunlah dulu yang 1 lantai itu, kalau emang nantinya pengen membangun yang tingkat 2 atau 3, silahkan buat pondasi baru yang cukup menahan bangunan itu, jangan asal membangun, akhir-akhir ini sering ada gempa loh. Mau berkomentar tentang suatu agama? Baca dulu kitabnya, pahami ia. Jangan asal berkomentar karna membaca buku si ini atau si itu, mendengar pendapat si ini atau si itu, membaca tweet si ini atau si itu.


Bagiku, Agama itu sederhana. Percaya jalankan, bila tidak tinggalkan. Tidak perlu marah-marah, tidak perlu saling mengejek, tidak perlu menfitnah, tidak perlu takut, tidak perlu ada islamphobia atau kristenphobia atau agama-agama lain phobia. Aku mungkin memang bukan sosok yang alim, tapi aku menjalankan semuanya dengan ikhlas dan aku punya kepercayaan yang kuat terhadap Tuhanku, maka aku tak takut dengan apapun yang dijejalkan ke mataku, ke telingaku, dan ke dalam otakku, aku tak takut membaca injil, aku juga tak takut membaca teori yang mengatakan Tuhan itu tidak ada, aku ga pernah merasa imanku terusik cuma gara-gara hal itu. Lalu bila kalian juga punya kepercayaan yang kuat terhadap Tuhan kalian, kenapa harus takut?

*Postingan kali ini emang banyak tanda tanya, karna dunia adalah panggung sandiwara #nggaknyambung

Back to Top