0
 Coret - Coret


Kalo urusan gambar menggambar, ternyata aku emang gak ada duanya... gak ada duanya untuk katagori gak punya bakat dink. Nih contohnya, yang digambar tahun 2009 kemaren, tapi baru sekarang kepikiran diposting di blog.


ini bukan gambar waktu SD trus ku potoin lagi loh. ini dibikinnya tahun 2009 (pake komputer, makanya gak rapi nyari alesan). hal pertama yang kepikiran untuk digambar, ya cuma ini. hehehe


 
yang ini terinspirasi dari judul film 'Bulan Tertusuk Ilalang'


gambar malam dengan bulan dan bintang bintang. ini gambar paling geblek kayaknya, karna kalo bulannya terang, pasti bintangnya gak banyak yang keliatan. but who cares?


 Aku suka ngeliat daun maple yang unik, terutama waktu berjatuhan di musim gugur (kayak pernah liat langsung aja). Nah, berhubung aku gak bisa menggambar 'musim gugur' dengan baik, jadi cuma sebatas inilah kemampuanku untuk menggambarkan sesuatu yang aku suka.


judulnya: 'ketika yang kecil dan lemah diintimidasi oleh sesuatu yang lebih besar dan kuat'


yang ini 'untitled' alias emang gak ada judul. tapi maksudnya mau menggambarkan keadaan saat orang yang  ada di central merasa dunia ini hanya untuknya, mereka gak akan peduli pada nasib orang-orang  yang ada disekitar, walaupun yang lain hampir mati keinjak-injak, ya gak masalah, selama hidupnya aman sentosa.


 
Pagi


Siang


Senja


Malam




*Another iseng-isengan, walaupun gambarnya gak ada yang bagus, tapi aku sukaaaaa... yaiyalah gambar sendiri
0
 Bedtime Story


Seorang nenek bercerita pada cucunya, "bintang itu bersinar karena impian manusia. Saat malam tiba, udara akan memeluk semua mimpi yang melayang kesana kemari, mengirimnya ke negeri peri, dan mereka  membawanya terbang ke tempat dimana raksasa yang tinggal di balik awan pun takkan mampu menggapainya. Cahayanya akan menyatu dengan bintang hingga akhirnya berkelap kelip menghiasi malam yang dilanda kegelapan. Maka, tetaplah bermimpi supaya bintang-bintang tetap bersinar dimalam hari dan memberi harapan bagi siapapun yang melihatnya tergelincir jatuh ke bumi." Kemudian, si bocah kecil tertidur dan bermimpi tentang PS-3 yang dijanjikan oleh orangtua-nya.



*iseng-isengan dini hari yang diposting lewat operamini. goodnight everybody, and have a lot of crazy dreams, Because it's the only way to survive in this crazy little world.


0
Yesterday, Today & Tomorrow


Aku pencinta dongeng (klasik, modern, atau yang udah diacak-acak). Aku pernah dibilang “dukun” sama temenku, karna sukaaaa banget sama buku-buku cerita yang menurut mereka sama sekali gak masuk akal, (yaelaaaah mau yang real baca biografi aja, atau buku pelajaran sekalian). dongeng favoritku, The Little Prince, Alice in Wonderland. Beauty and the Beast (karakter Belle keren, gak sama kayak princess-princess laen yang lemah lembut diperintah-perintah mau aja). Red Riding Hood, ada banyak versi, dan aku suka semuanya... kecuali versi film yang diperankan sama Amanda Seyfried, belom nonton sih, tapi baca resensinya, ceritanya udah ngambang gilaaaaaak... gak nyambung sama sekali dengan cerita awal, yang dipertahankan cuma jubah warna merah sama serigala (jadi-jadian), lainnya? Enggak ada! The Little Mermaid (versi Ariel yang jadi buih), Howl’s moving Castle. dll. Kalo dongeng yang udah diacak-acak, aku suka buku The Book of Lost Things, Ella Enchanted dan dongeng-dongeng lain yang bakalan panjang banget listnya kalo dibahas satu-satu disini.


Walaupun jadi salah satu die-hard fans harry Potter (selain novelnya, aku juga mengoleksi buku quidditch dari masa ke masa, hewan-hewan fantastis dan dimana mereka bisa ditemukan, wawancara degan JK Rowling, baca the tales of beedle the bard dan buku-buku yang terkait lainnya) tapi Hogwarts bukanlah satu2nya sekolah favoritku. aku juga ngefans banget sama St. Trinian’s. there are no rules, semua orang bisa menjadi diri sendiri. melakukan apa yang disuka, no judgement, no punishment. Hahaha... sekolah impian yang kayaknya gak akan pernah ada di dunia nyata.


Udah baca 3 seri Supernova-nya dewi Lestari, aku masih gak tau ceritanya mau dibawa kemana hubungan kitaaaa... aiiiih matek... Maksudnya aku ngerti cerita di bukunya satu-satu, tapi aku belom nemuin keterkaitan bukunya secara keseluruhan, Diva itu beneran nyata atau gak, dari no 1 – 3 itu alur maju atau mundur? Atau mungkin emang gak ada keterkaitan sama sekali? Tapi kenapa ada tokoh yang berulaaaaaang? Hadeeeh, nikmati sajalah irna... Well, diantara semuanya, aku paling suka buku pertama, “Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh”, alasan: aku suka ide tentang cerita Diva dan Ferre itu cuma karangan Ruben & Dhimas, dan tentunya karna ada dongeng “Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh” di dalamnya, Diva yang smart dan cara berpikirnya yang berpendapat bahwa otaknya sangat berharga untuk diperintahkan oleh orang lain, cuma tubuhnya yang bisa diperbudak, itu ide baru tentang pekerjaan yang namanya tak boleh disebut, dan yang terakhir aku suka endingnya waktu  (entah) Ruben atau Dhimas  bilang, “mungkin kita pun berada dalam pena penulis lainnya.” (gak tau ini bener apa gak, lupa kata-kata  lengkapnya) Totally cool, karna emang begitulah kenyataannya. Dan alasan lainnya, mungkin karna (jauuuuh sebelum aku baca Supernova dan Inception hadir) waktu mau tidur aku sering mikir, gimana kalo ternyata aku ini cuma bagian dari mimpi cewek lain (Irna dalam versi yang lebih real)? Gimana kalau yang aku alami ini gak nyata? Dan tentu saja, pikiran itu langsung hilang gitu aku bangun tidur besoknya, yak geblek emang.. atau mungkin juga karna itu seri pertama dari "supernova". Yang PETIR aku juga sukaaa bangeeeet, paling kocak diantara semua.. dan kehidupan Elektra kayak aku banget (sebelom kerja), Nah kenapa aku baru nulis sekarang tentang supernova? Karnaaaaaa katanya buku ke4nya bakal dirilis sebentar lagi, ga tau kapan.. yang pasti judulnya “PARTIKEL” yaaaaay... can’t wait to meet other characters in that story.


Humor inggris dan amerika itu beda, tapi aku suka keduanya (kecuali Mr. Bean). Yang gak pernah aku suka, humornya Indonesia (baca: lawakan). Bukannya sombong, tapi sumpah.. aku gak tau dimana lucunya SULE, atau OLGA, atau TUKUL, atau NARJI, dari kecil sampe sekarang, tetep gak suka sama yang namanya “lawakan” yang sengaja dibikin lucu. Apa menariknya coba ngeliat orang dihina-hina atau didorong-dorong trus jatoh. Aiiih.. bener-bener gak ngerti lucunya dimana, atau mungkin emang sense of humor aku yang jelek? Tau ah.. Aku lebih menikmati lelucon ringan yang diselipin di film atau buku, bukan khusus dibikin untuk lucu, tapi ekspresi atau kata-katanya yang bikin kita jadi ketawa.


Aku bisa sangat detail, juga bisa sangat gak perhatian. Aku masih ingat scene dan percakapan di film favorit masa kecil yang aku nonton lebih dari 10 tahun yang lalu (Now and Then, The Cure, The Man in the Moon, The Goonies, My Girl, dll) atau novel dan komik yang aku sukaaaaa banget. Tapi kalo ditanya, kemaren temenku pake baju dan warna apa pas nongkrong? Argh I totally forgot about it, I don’t even care. Atau ditanya bagusan rambut panjang atau pendek? Si temen kurusan atau gemukan? Oh no no... jangan pernah tanyakan hal-hal semacam itu padaku, pasti gak bakal bisa jawab. 


Walopun aku hobi nonton film, tapi ada beberapa film yang gak pernah bisa ku tonton sampe habis gara-gara ketiduran karna kelamaan atau saking bosannya. film PKI (waktu masih tayang di tv dulu), Da Vinci Code (yang gak semenarik novelnya), aaaand Spiderman (film yang rata-rata dipuja oleh para perempuan karna Tobey Maguire, dan para lelaki karna mungkin biar keliatan manly, hahaha) yaaaah aku tau filmnya banyak dapat pujian, tapi cerita superhero yang paling aku suka tetep Batman, karna pertama kali nonton film "Batman" dan “Batman Returns”, dan coba tebak? Aku ngefans sama si Penguin, dan nangis waktu dia mati di akhir cerita (aku juga suka Joker) hahaha bego! pertama kali nonton mungkin MIN, tapi gak tau kelas berapa, waktu itu aku gak tau sutradaranya Tim Burton. btw aku dulu emang gak pernah denger sih namanya. Tapiiii dari kecil, aku udah nonton dan suka film-filmnya dia, kayak Edward Scissorhand, Sleepy Hollow, dan Batman. bayangin aja, untuk ukuran anak sekolah dasar aku udah suka aja sama film-film dark kayak gitu, ternyata dari kecil emang udah keliatan yak aura kegelapannya. dan sekarang Tim Burton jadi salah satu sutradara favorit-ku.


Kadang-kadang, aku ngerasa seneng loh punya film-film favorit waktu kecil dan ternyata setelah ditonton ulang sekarang, taraaaaa aku masih suka! Dan baru nyadar juga, kayaknya gak banyak hal yang berubah di diri aku. Dari kecil aku udah suka nonton (selain kartun dan film anak-anak atau remaja, aku juga nonton serial Beverly Hills 90210, Friday the 13th, Party of Five, Friends, trus film Catatan si Boy, Waterworld, Face Off, a few good men, dll) udah suka musik (walaupun yang didengerin liliput, si lumba-lumba, dudidudidam, dan lagu anak-anak lainnya), tapi selain itu aku juga dengerin Roxette, Richard Marx,  Michael Jackson, Cake, Guns n Roses, Backstreet Boys, The Offspring, The Eagles, Bon Jovi, Sugar Ray, dan entah siapa lagi yang kaset dan cd nya menumpuk dirumah (koleksi abang dan kakak). dari dulu aku udah suka baca, 5 sekawan, Goosebumps, Animorphs. dan percaya deh, buku cerita anak Indonesia sebenarnya banyak yang bagus juga, cuma kurang dapat perhatian aja. Misalnya kayak misteri hutan terlarang, misteri kapal tua, rahasia hutan pinus, perjalanan ke masa depan, trus ada 1 buku yang juga aku suka banget, tapi lupa judulnya apa.. sampulnya warna hijau, ceritanya tentang anak yang tersesat di hutan, trus dibawa sama orang bunian. buku-buku ginian gak bakal ada di toko buku atau google, cuma tersedia di pustaka sekolah dasar. aku juga baca Di bawah lindungan ka’bah dan bukunya jauuuh berbeda dengan novel-novel islami jaman sekarang, trus Belenggu-nya Armijn Pane, sejak saat itu aku mulai suka novel yang rada berat besi kalleeee dan jatuh cinta sama open ending. yak aku tau, harusnya umur segitu aku belom pantes baca buku tentang perselingkuhan, tapi mau gimana lagi, bukunya ada di rumah dan dari dulu aku gak pernah bisa ngeliat ada buku cerita yang nganggur.


Oh God, aku beneran kangen nih sama bacaan dan tontonan masa kecilku...


Back to Top