0
Movie Talk

Eniwey, udah lama aku gak nulis review film. kali ini aku pengen nulis review singkat aja deh *bukannya emang slalu singkat2 ya*, tapi tetep berdasarkan selera pribadi. jadi, gak layak untuk diajadikan acuan. well, here we gooo...

# Midnight in Paris. this movie is gorgeous. Woody Allen, drama fantasy, Paris 1920an (Hemingway, Picasso, Fitzgerald, Salvador Dali, dll)  musik, karakter tokoh, lil bit humor, and i do love the ending.. that's just perfect to me. See, drama yang gak menye-menye itu keren.

# Kung Fu Panda 2. Beberapa orang bilang film-nya gak seru, terlalu kekanak-kanakan. tapiiii, aku suka,  lucuuu.. ini panda emang menggemaskan banget. dan makin lama, karakter Jack Black makin menyatu dengan Po. beneran gak bisa dipisahkan kayaknya.

# Sleeping Beauty. the worst fairy tale adaptation ever. dear Julia Leigh, you better find another title for your movie. and Emily Browning, seriously? do you want to be a porn star?

# Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides. aku cinta berat sama seri 1 sampai 3-nya.  sebagian orang bilang kecewa sama film ini karna awalnya dikira menegangkan rada ngeri gitu, tapi ternyata malah ringan banget, dan aku malah cinta karna alasan itu, dan juga karna Johnny Depp pasti. sama kayak Sherlock Holmes yang juga dibuat ringan. i mean, come on, why so serious? it's a movie, don't you wanna have a lil bit fun? well, mari kita kembali ke Pirates of the Caribbean yang sayangnya gak begitu seru di seri ke 4-nya ini. gitu sutradaranya diganti, langsung berasa banget, ada hal-hal di film sebelumnya yang gak ada di film ini. gak tau ya, aku ngerasa kurang komplit aja. tapi aku suka endingnya. dan 1 lagi, aku juga senang gak ada lagi Will Turner dan Elizabeth Swann. Enggg, yaaa aku tau Orlando Bloom salah satu cowok yang dipuja wanita sejagad raya, but i'm just not that into him. and Keira Knightley, there's nothing wrong with her, cumaaa... aku bukan type yang akan ngefans sama bintang film cantik yang minus ekspresi.

dan sekarang saatnya ngereview film yang udah lama ditonton,

# Beastly, ternyata trailernya jauh lebih bikin deg-degan dari filmnya, tapiiiii tetep aja Alex Pettyfer bikin my heart skips a beat dan dia shirtless di beberapa scene, dan sontreknya keren-keren. do you really need other reasons to watch this movie, girls? Hahaha… emang ada beberapa film yang gak butuh ini itu, cukup ada cowok cakep dan sontrek keren, that’s it.

# Red Riding Hood, seperti yang diprediksikan sebelumnya, ternyata aku emang gak sukaaaa sama sekali sama film ini (tapi suka Henry-nya bukan tokoh utama) ceritanya udah diacak-acak parah, dan endingnya? What the hell was that? Masa’ iya ada anak yang tega membelah perut ayahnya, dimasukin batu, trus ditenggelamin ke danau, I don’t get it, really. Kayaknya dibikin judul Red Riding Hood cuma biar banyak yang nonton aja, haaah.

# Sucker Punch, without its music, sucks. Aku gak ngerti sebenarnya film ini mau menyajikan apa, thriller, fantasy,  drama, action, atau keempat-empatnya.. yang pasti, aku gak dapet satupun feelnya dari 4 genre itu, setengah-setengah gitu, gak total. Ceritanya terlalu monoton, masa’ gitu-gitu aja dari awal sampe akhir, gak ada tantangan, gak ada teka teki juga. Buat aku, yang menarik cuma sontreknya dan di 10 menit awal dan 10 menit akhir film (yang menurut entah siapa itu, 10 menit awal dan akhir adalah bagian yang gak pernah diperhatikan oleh penonton. Yak, berarti aku anomali, yang "melek" dari detik pertama sampai detik terakhir)

# I am Number Four. aku suka sama film ini, bukan suka dalam artian cinta kayak aku cinta film-film drama fantasy atau thriller penuh teka teki, tapi suka sebagai cewek normal eh, ini film cewek bukan yak? filmnya seruuu (seseru serial Chuck, karakter orang-orangnya juga rada mirip), sontreknya keren-keren, lagi dan lagi Alex Pettyfer cool gilaaak, LOL

# Gnomeo & Juliet. walaupun aku pencinta kartun, tapi aku sama sekali gak suka film ini. sumpah waktu lagi nonton, aku berharap cepet selesainya, gak ada 1 bagianpun yang ku-suka. mungkin sutradaranya menghadirkan tokohnya kurcaci taman gitu biar keliatan cute.  tapi menurutku justru mengerikan, se-ngeri cerita goosebumps waktu aku masih kecil dulu.

# You Will Meet a Tall Dark Stranger. drama abiiis, tapi gak menye-menye. dan kayak biasa aku slalu suka film-filmnya Woody Allen. dia punya ciri khas. settingnya, ceritanya, musiknya, endingnya. Selain itu aku juga suka film ini karna menggambarkan gimana kehidupan tiba-tiba berubah, dan gak bisa kembali kayak semula, all we need to do just go through it, that’s it, and everything will be fine on its own way. Plus, dia menyajikan konflik dalam film, tapi gak menghadirkan penyelesaian masalah pada tiap tokoh, yaudah gitu aja. Lagian kan film itu gak harus berakhir  happily ever after.

# the girl with the dragon tattoo, udah lama gak nonton film kayak gini, jadi rasanya gimana gitu, otak kaya diajak mikir lagi, eniwey aku suka film ini, dan butuh lebih banyak film kayak gini, ada yang bilang novelnya lebih bagus (ya, biasalah ya.. kalo film yang diangkat dari novel kan emang biasanya gitu, karna banyak bagian-bagian yang di cut dari novel), nah sekarang, hollywood udah mau bikin remake-nya aja, bener2 gak ngerti maksud dan tujuannya apa bikin remakenya secepat ini. 

#Lincoln Lawyer, aku juga suka, tapi gak terlalu, karna pengacara handal penuh gaya yang menyelesaikan kasusnya dengan sempurna itu agak sedikit basi.
 
# Corpse Bride. nontonnya udah lama banget nih, tapi gak pernah ingat untuk direview. God, i'm madly in love this movie, dark and gloomy. film yang kutonton sampai 3x berturut-turut. abis nonton, nonton lagi dan lagi.. yaaa emang sih yang ketiga-nya cuma nonton bagian-bagian favorit aja, tapi bagian yang kusuka itu  hampir semua scene, dan selalu nangis tiap kali ngeliat endingnya, waktu si hantu itu jadi kupu-kupu, sediiiih... kakakku bilang aku harus konsultasi ke pskiater, kayaknya aku udah mulai gila, apa menariknya coba ngeliat kartun dengan gambar aneh kayak gitu, dan akhirnya akupun menjumpai pskiater, ups just kidding. But seriously, It’s an awesome movie. Tim Burton emang jago kalo bikin film kayak gini, plus musiknya kereeeeen, Danny Elfman, aku padamu deh. tenaaaang, aku gak cuma suka sama kartun kayak gini kok, tapi juga cinta banget sama jenis How to train your dragon, Legend of the guardian, UP, Tangled (Eugene sumpah mirip banget sama Chuck Bartowski) dan Princess & the Frog (ceritanya udah dimodifikasi dan jadi tambah keren), dll.

# Idiots and Angels. peringatan awal: ini bukan tontonan anak-anak, jadi jangan pernah kepikiran untuk ngasih ke anak atau ponakan. kartun yang keren abis, gambarnya, penyajiannya, musiknya, ceritanya. semua-semuanya oke. tapi kalo gak suka jenis yang gambarnya abstrak bentuk gak jelas gitu, disarankan gak usah nonton aja (bahkan ke temen sendiri pun aku gak berani rekom, takut ntar banyak yang protes lagi karna beda selera, hahaha)

ada temenku (atau kakak-kakak yang jadi temenku lebih tepatnya) yang bilang “ada 2 kondisi dimana kita menikmati nonton kartun, 1. Saat masih kecil, 2. Saat nemenin anak”, okay aku agak lupa gimana tepatnya isi twit dia, tapi yang penting intinya ya gitulah. lagi-lagi, aku adalah anomali, aku bukan anak kecil lagi, dan belom punya anak, tapi aku amat sangat menikmati film kartun, ya kartun amerika, jepang, atau eropa. karna ada hal-hal tertentu yang cuma bisa kita terima kalau dihadirkan dalam bentuk animasi, bahkan dalam film yang bergenre fantasy pun sebenarnya ada yang namanya "logika fantasy", tapi dalam animasi, semuanya bebas, gak ada batasan (at least bagi aku).

# Black Swan. Satu hal yang pasti, kalo belom nonton filmnya, jangan pernah baca resensinya, karna bakal membuat kita jadi gak penasaran lagi. Itu yang terjadi waktu aku nonton Black Swan. Rasanya nyesal banget baca resensinya, hysterianya itu jadi berkurang padahal filmnya keren. makanya walopun nontonnya udah lama tapi baru cerita sekarang. Aku suka film ini, Natalie Portman actingnya keren, tapi kalo untuk karakternya tokohnya, aku lebih suka Lily (Mila Kunis), dan scene favoritku adalaaaah… endingnya,  waktu Nina Sayers melukai tubuhnya untuk merasa "perfect". aku lupa mau bilang apa lagi buat film ini. intinya, aku nyesal baca resensinyaaaa!

# King’s Speech, ceritanya bagus, acting pemainnya keren, musiknya oke. Secara keseluruhan, aku suka film ini. tapi kalo dibandingin sama Black Swan, aku lebih suka Black Swan. Alasannya simple, karna ini jenis film drama yang terlalu di drama2in untuk jadi Oscar material #PersonalOpinion. Semua tokohnya slalu dalam keadaan tegang, feel antara istri dan rajanya kurang dapet, tapi aku suka hubungan antara raja dan yang ngelatih dia pidato, chemistry-nya dapet. dan, menurut aku, ceritanya terlalu fokus pada 1 hal teknis dan monoton tentang yang itu-itu aja, padahal kalo aja dihadirkan sesuatu yang lebih “beremosi” antara raja dengan keluarga-nya kek, atau sama rakyatnya, pasti lebih keren.

Well, demikian pendapat saya, boleh setuju boleh enggak. yang namanya selera itu kan gak harus seragam ya. good night and good morning.




Back to Top