4
Have You Ever? 


 


Pernah baca artikel diatas? kalo gak pernah, maka bacalah. terutama buat yang kemaren sempat kecewa gara2 isu salah satu parpol melakukan "transaksi politik". well, ini indonesia bung, kalau mau percaya atau ngefans, mbok ya milih-milih.. palingan ya gak sama partai politik lah.. aku gak pernah ngefans (bahkan kepikiran untuk ngefans juga gak pernah) sama partai politik, baik nasional maupun internasional, gak pernah ngarep yang muluk-muluk juga dari para politikus got dan pemerintah. jadi ya, gak pernah kecewa kalau tiba2 ada berita yang gak enak dari mereka yang sudah terbiasa dengan hidup enak.

Pernah ngerasa bangga sama alumni sendiri yang jadi "orang"? atau sama putra daerah yang jadi pejabat atau menteri? saya tidak. bukan karna aku kuliahnya di universitas yang ada ujung sumatera dan gak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan universitas yang ada di ibukota, bukan juga karna gak cinta sama sama daerah sendiri. tapi murni karna mikir, setelah jadi menteri atau pejabat, dia bisa apa? korupsi? ngelakuin hal yang sama kayak apa yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya? kalo iya, ngapain harus bangga? tapi kalau dia beneran bisa ngasih pembaharuan bagi rakyatnya, tertama rakyat kecil, baru aku salut. kalo gak, ya apa bedanya putra daerah kita atau putra daerah orang lain yang ada di posisi itu?

Pernah nonton Stand-Up comedy? ada yang lucu ada yang enggak. yang paling lucu waktu Raditya Dika ngomentarin Sm*sh, Susan, iklan indonesia, sinetron laga, film horror, cara komunikasi anak gaul.. sumpah bikin ngakak. yang gak lucu? banyaaak.. ada yang agak "maksa" biar keliatan lucu sekaligus cerdas, ada juga yang udah ngomentarin dandanan anak emo, trus dibaik-baikin lagi, bah.. kalo ujung2nya takut ntar diprotes, ya gak usah dibahas toh. ada juga yang komentarnya yang aku gak suka, bukan edisi legalisasi ganja yang "heboh banget deh" itu, tapi bagian yang bicara tentang type2 orang yang digambarkan  lewat cara berpakaiannya. yang bikin aku agak heran sama stand up comedy ini, ada hal-hal yang sebenarnya cukup ditanggapi dengan senyum aja, tapi penontonnya ngakak sekenceng2nya. ini sebenarnya salahnya dimana sih? entah aku yang gak cukup cerdas untuk mengerti lucunya dimana, atau emang penonton "live" nya yang terlalu mendramatisir keadaan?

Pernah berdebat dengan teman tentang benar dan salah? Saya pernah, yang membuat suasana nongkrong yang awalnya membahas tentang pernikahan, berganti menjadi sesuatu yang lebih serius. menurut aku, untuk hal-hal pribadi.. benar/salah, baik/tidak baik, itu relatif. tapi untuk hal-hal tertentu yang berkaitan dengan sistem negara, berkaitan dengan masyarakat, jujur/tidak jujur, adil/tidak adil. maka, salah/benar itu seringkali menjadi mutlak. waktu itu kita bicara tentang proyek pembangunan yang dibikin oleh pemerintah. saya bilang seringkali prakteknya gak jujur, belum lagi kualitasnya menurun drastis dari rencana awal yang diajukan. mereka bilang saat penyusunan budget, sudah dihitung untuk si A, B dan C sampai Z. katanya itu wajar. aku bilang itu gak benar. temenku yang kerja di pemerintahan bilang, "itu namanya rejeki". okay, dia tau ada yang salah, tapi gak mampu menolak kucuran dana dari atasan (well, who does?), paling gak, dia gak beranggapan sesuatu yang salah bisa menjadi benar hanya karna dia menjadi bagian dalam sistem tersebut. temenku yang kerja di perusahaan kontraktor bilang, jangan menyalahkan sesuatu yang kita tidak terlibat di dalamnya. kalau kita harus terlibat dalam sebuah sistem hanya untuk bisa memastikan itu salah atau enggak, maka.. KPK harus korupsi dulu biar tau tindakan itu salah, hakim harus memperkosa dulu supaya mengerti perbuatan itu keji. demikian? katanya lagi kalau salah satu kontraktor menyuap pemerintah untuk meloloskan proyeknya, karna memikirkan nasib anak buahnya yang nanti gak tau mau digaji pakai apa bila proyek ini gak mulus, maka itu boleh2 aja. aku bener2 gak ngerti gimana seseorang bisa mengatakan itu boleh, gimana dengan nasib orang2 yang bekerja di perusahaan kontraktor lain yang udah dicurangi? gak masalah gitu? apakah ada cara yang benar untuk melakukan sebuah kesalahan? anyway, kata temenku yang dokter, "udah ah.. gak usah bahas yang berat-berat. pusiiing.."


*well, good(late)night and good(early)morning then.*

Back to Top