0
  The Bit That I don't Get


Ada beberapa hal yang sampai saat ini gak bisa aku mengerti..

# Di serial Homeland, Jessica memanggil Nicholas Brody dengan "BRODY",  Ya wajar kalo yang manggil Brody adalah Carrie atau agen CIA lainnya.. tapi istrinya? masa' manggil pake nama belakang? even Abu Nazir called him Nicholas..

# Did some people talk bad about me behind my back and act really nice in front of me? Yes. why? i don't know. am I too scary? Oh boy.. are they my friends? Nope. not really, just some people who feel distracted by me because sometimes i break the rules. how do i know? well, i've got "eyes and ears". plus i kinda have 'Sherlock' ability. do I care? No.

# Aku heran melihat orang luar justru lebih banyak tau tentang sejarah Indonesia dibandingkan dengan orang Indonesia-nya sendiri. Aku punya kenalan, namanya Diana, dari Amerika.. 1 tempat kerja di CCR dulu.. kemaren itu, aku sempat baca blog-nya, sebagian besarnya cuma cerita2 pribadi dia. tapi ada 1 postingan yang ngomongin tentang sejarah Aceh dengan Indonesia, ~> "The Veranda of Mecca" aku suka postingan ini, kalau ditanya pada remaja aceh + indonesia keseluruhan, aku yakin gak banyak yang tau, mungkin bahkan gak peduli. Aku bukan fans Soekarno, aku bahkan gak suka dia.. tapi aku setuju 100% dengan kata-kata "jangan sekali-kali melupakan sejarah."

# Banyak orang2 yang bilang konflik Palestina dan Israel bukan masalah agama, tapi politik. okay... aku gak mau berargumentasi dalam hal ini, bukan karna takut.. tapi karna emang aku ga tau banyak tentang apa yang terjadi di "balik layar", yang aku tau cuma yang terlihat di depan. yang tidak aku mengerti adalah.. saat terjadi penyerangan WTC, hampir semua orang mengaitkan dan mengatakan ini konflik agama, sehingga tertanamlah ide "ISLAM = TERORIS" padahal kita tau (atau mungkin gak tau) bahwa Afghanistan dan Amerika punya sejarah 'perang dingin' nya sendiri, tapi semua orang sepertinya lupa dan oke2 aja dengan isu 'konflik agama'. Saat israel (mayoritas yahudi) menyerang palestina (mayoritas islam), ini konflik politik. saat afghanistan (mayoritas islam) menyerang amerika (mayoritas kristen) ini konflik agama. i  don't understand. Well, thank God for 'The Newsroom', walaupun ini cuma serial tv, paling gak.. mereka bisa melihat keadaan dengan lebih fair.

# Beberapa waktu yang lalu, sempat nonton video "Vino & Marsha", aku gak tau kenapa aku nonton video ini, padahal aku bahkan gak pernah ngefans sama mereka berdua dan gak peduli dengan hubungan cintanya. aku agak terganggu dengan kalimat "Cinta itu indah tapi menjalaninya ga semudah dan semulus cerita di dongeng." well, this woman completely has no idea how complicated fairy tales are these days.. or back then. hampir semua orang menganggap dongeng itu simple, happy ending dan sederhana. the fact is, when you're talking about fairy tales, it's not only disney fairy tales, darling. but the whole fairy tales.. Grimm's and other version of fairy tales, the earliest version, the dark and unhappy ending ones. read this ~> GRIMM's and Top 10 Gruesome Fairy Tales Origins belom lagi kalo baca versi John Connolly di the Book of Lost Things. "Semudah dan semulus cerita di dongeng", huh?

# Aku sama sekali gak ngerti kenapa ada film2 yang tokoh utamanya menggunakan aksen palsu, kayak One Day dan Inglorious Basterds, kalau emang mau karakternya dengan aksen kayak gitu harusnya cari orang dengan aksen kayak gitu, kenapa malah maksain dibintangi sama artis terkenal tapi pake aksen palsu, jadinya sangat mengganggu. Setelah sekian lama, akhirnya beberapa minggu yang lalu aku nonton Inglorious Basterds, aku gak ngerti kenapa orang-orang suka dan ngasih rating tinggi untuk Inglorious Basterds (mungkin karna sutradaranya Quentin Tarantino dan dibintangi oleh Brad Pitt) tapi bagi aku, ceritanya terlalu dibuat-buat, terlalu amerika, Hitler mati dalam bioskop? really? that's stupid. plus aksen Brat Pitt bikin aku pengen ngeliat dia ditembak pake shotgun. Oops, ini bukan postingan edisi review film ya? *lupa diri* *nyengir*

Sudah, sekian dulu. Daripada mikirin yang gak dimengerti, mendingan mikirin yang dimengerti aja..

0

My new favorite song by one of my favorite singers


Halfway Down the Stairs

Halfway down the stairs is a stair where I sit
There isn't any other stair quite like it
I'm not at the bottom, I'm not at the top
So this is the stair where I always stop

Halfway up the stairs isn't up and isn't down
It isn't in the nursery, it isn't in the town
And all sorts of funny thoughts, they run through my head
It isn't really anywhere, it's somewhere else instead

Halfway down the stairs is a stair where I sit
There isn't any other stair quite like it
I'm not at the bottom, I'm not at the top
So this is the stair where I always stop

(A. A. Milne's poem)

                                                                                    
 
*sumber: wikipedia*


and this is the original version.. by Robin the Frog (Jerry Nelson)


The Muppet Show S01e10 (1976)



0
Arya of House Targaryen





*My favorite fan page(s) keep my existence on facebook*



0

"There's definitely no logic to human behaviour."




"There are certain emotions in your body that not even your best friend can sympathize with, but you will find the right film or the right book, and it will understand you."




"Your mind and imagination is fact."







0

 Bukan Dialog Dini Hari


___________________________________________________________________________
Today, 2.34 pm.

Lya: "Jadi ke Sabang?"
Aku: "Jadi. Besok perginya."
Lya: "Oleh2.."
Aku: "Oleh2 apa? kue sabang mau?"
Lya: "Kue sabang, dodol sabang, cowok sabang keren kalo ada.."
Aku: "haha kalo cowok keren, buat aku dulu ya. kalo ada 2, baru satunya lagi kasih kamu."

___________________________________________________________________________
6 pm.

Megan: "I feel sorry for you, still being here. but I know you're on facebook."
Me: "i'm not on facebook.."
Megan: "You're still working?" *surprise*
Me: "Nah.. i'm on twitter."
Megan: "Great!"

___________________________________________________________________________
Kemaren. di kantor, ngomongin film.

Nazar: "Paranorman itu fim malaysia ya?"
Aku: "Bukaan!! itu film Amerika."
Nazar: *klik gambarnya* "Oh, itu rambutnya, kirain PECI."
Linda: "Haha.. Samaaa!! Aku kirain itu juga PECI."
Aku: "Sarap."

*jadinya aku slalu ketawa sendiri kalo ngeliat gambar Paranorman*

___________________________________________________________________________ 

2
Hyperballad


Kemaren itu, aku baca twit orang2 yang nulis reff lagu "Hyperballad" dan diakhiri dengan smile, gak jelas apakah mereka dengerin versi Björk, Mocca, Robyn, atau Yeah Yeah Yeahs, yang pasti lagunya sama. Yang membuat aku penasaran, apakah mereka menganggap itu lagu cinta? apakah mereka dengerin keseluruhan liriknya, atau cuma mentok di bagian "I go through all this before you wake up, so I can feel happier to be safe up here with you"? This isn't a protest, i'm just wondering. Well, people might think "Hyperballad" is a love song, but to me, it's a psychophatic song. don't get me wrong, i love this song, but I mean, what could be more psychopathic than this?

"It's early morning
No one is awake
I'm back at my cliff
Still throwing things off
I listen to the sounds they make
On their way down
I follow with my eyes 'til they crash
Imagine what my body would sound like
Slamming against those rocks

When it lands
Will my eyes
Be closed or open?

I go through all this
Before you wake up
So I can feel happier
To be safe up here with you"

Besides, Björk explained that...
Basically, 'Hyper-ballad' is about having this kind of bag going on and three years have passed and you're not high anymore. You have to make an effort consciously and nature's not helping you anymore. So you wake up early in the morning and you sneak outside and you do something horrible and destructive, break whatever you can find, watch a horrible film, read a bit of William Burroughs, something really gross and come home and be like, 'Hi honey, how are you?

*and you think this is a love song?*


5
I can do "cute" tho!!


kalimat diatas bikin pengen muntah? silahkan muntahkan di blog sendiri. kalau kamu kenal aku, atau udah baca postingan-postingan sebelumnya di blog ini, mungkin menyimpulkan kalo aku bukan type cewek cute (baca: unyu), aku juga buka type cewek yang ngaku2 rock & roll atau sok rebel gitu, tapi aku juga bukan type cewek menye-menye. aku gak memanggil temen2 cewekku dengan babe, honey, bebeb siapa gitu, atau panggilan2 jenis "terlalu manis" lainnya. aku gak punya bakat untuk berekspresi ala cewek2 korea. Kakak-ku bilang, aku gak ramahnya parah.. tapi menurutku aku udah cukup ramah kok, at least i've tried. Aku bukan pencinta serial, boyband dan girlband korea, baik korea asli maupun KW. Aku suka dongeng memang, tapi yang aku suka rata2 yang versi dark-nya, Little Mermaid, aku suka versi yang jadi buih. Red Riding Hood dan Snow White, aku suka versi yang ada di novel The Book of the Lost Things. Alice in Wonderland, gak perlu diapa2in juga dari awal udah gothic. Aku juga suka Winnie the Pooh, tapi setelah ada pernyataan "Winnie the Pooh characters all represent mental disorders!" sepertinya kecintaan terhadap Winnie the Pooh bukanlah sesuatu yang bisa dianggap cute. Temenku bilang aku gak normal karna suka music video 30 Seconds to Mars - From Yesterday, Kerli - Walking on air & Tea Party, Imogen Heap - Goodnight & Go, katanya gak ada cewek normal yang suka sama music video kayak begitu. Waktu SMA aku pernah dipanggil Amplifier, katanya kalo aku ngomong, gak perlu pake toa lagi. Yup, temenku emang banyak yang kayak saiton gini. apakah mereka menganggap aku cute? tentu tidak.

Tapi kadang-kadang aku bertingkah "cute" kok, haha.. Eniwey, semalam aku nonton film Jepang "Tenshi no Koi" (2009). terdengar tidak cute dan langsung kebayang samurai? Anda salah, ini film remaja, judul inggrisnya "My rainy Days". dapat dari Lya, waktu itu dia mau ngambil file serial Gossip Girl, Hart of Dixie, dan Pretty Little Liars di laptopku. 99% HD temenku ini isinya korea semua, mulai dari film lepas, serial, boy/girl band (original music video + live), talkshow, sampai reality show juga ada, yang gak ada kayaknya cuma iklannya. ngecek acak film-film yang ada disitu, siapa tau ada yang bagus, akhirnya ketemu sama film Jepang ini. Liat dikit, film remaja SMA. akhirnya dicopy aja, karna emang pengen nonton yang ringan. Buka foldernya ada 1 lagu sontrek disitu "Love Psychedelico - Waltz", dengerin.. lumayan.

Setelah beberapa hari kemaren udah duluan dengerin sontreknya, baru semalam kepikiran pengen nonton filmnya. dari segi cerita, aku gak tau ini termasuk katagori unyu2an apa enggak, gak terlalu ngerti katagori unyu itu kayak gimana, tapi yang pasti ekspresi dan tingkah-nya iya. filmnya termasuk biasa aja, tapi aku suka. alasannya mungkin karna gak terlalu didrama2in, terus dialognya banyak yang lucu, cowoknya cool, dan nonton film ini mirip nonton anime, 1. udah pasti karena bahasanya, 2. ceritanya, 3. dialognya, 4. tingkahnya, 5. karakter orangnya. tidakkah menyukai film ini adalah sesuatu yang cute edisi mainstream? hahaha.. am i that desperate for this "cute" thing? of course not. I just wanna make sure I still have it in me.

Aku suka saat Rio yang tanpa ekspresi waktu diajak ngobrol sama cowok yang gak dia kenal (soalnya aku juga sering kayak gitu), dari segi pekerjaan dan reaksi orang terhadapnya dia agak mirip "Diva" (Supernova: Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh), she has her own reason and everybody loves her. tapi bedanya Diva lebih cool, lebih smart dan dewasa. aku suka sontreknya, aku suka cowoknya, aku suka liat Rio dan temen2nya (favoritku Maki), aku juga suka endingnya yang sama kayak scene Rio ketemu Kouki.

beberapa dialog yang aku suka:

Maki: "What a relief, Rio's human, too.."

Kouki: "why do you follow me?"
Rio: "because you're there"
Kouki: "Strange answer. Listen, some might call this "Stalking"
Rio: "Have you ever seen a stalker this cute before?"


 *Love Psychedelico - Waltz*

I'm not cute. but sometimes I can do "cute" tho. at least, when I watch something cute, I smile. and when I watch something sad, I cry. isn't it cute? well, whatever.. 


 
"Thank God for Google"


Sometimes, Google works in a mysterious way #akutauinilebay Soalnya pernah aku nyari judul lagu dengan ngetik liriknya yang lumayan banyak, tapi gak ketemu, tapi gitu ngetiknya cuma 5 kata, langsung ketemu lagu yang dicari.

ceritanya, dulu.. temenku yang tak lain dan tak bukan bernama Lya. maksa2 aku nonton serial Korea, katanya "jangan bilang gak suka kalo belom pernah nonton", judulnya "Personal Taste", cowoknya cakep, ceweknya kurang cantik. tapiii, tentu bukan itu yang bikin aku jadi terkesan. tapi sontreknya.

Ada beberapa lagu Mocca, dan ada 1 lagu yang juga aku suka, musik dan vocal-nya mirip2 Mocca dan Linus' Blanket (Band indie korea). Aku langsung nyari sontrek untuk serial itu, tapi malah gak ketemu. di link-link yang ngasih sontreknya, semua ngasihnya lagu korea yang musik-nya aku gak suka. nyari di thread kaskus, semua pada bahas lagu Mocca (yang gak perlu nyari tau aku pasti tau judulnya, hehe). Udah nyari dengan cara ngetik potongan liriknya di Google juga, tapi gak dapet, aku nyarinya "are you a doctor? are you an artist? lyric" dan "are you a writer? you drive a taxi until dawn? lyric" dan "you're not bouncing lyric" (gak terlalu jelas dengar liriknya soalnya cuma dikit yang diputerin dan ada disela2 orang lagi ngomong), tapi tetep NIHIL. Setelah berminggu-minggu gak ketemu juga, akhirnya aku nyerah. itu kejadiannya sekitar 1 tahun yang lalu.



Barusan tiba-tiba ingat lagi (tetep gak mau nyerah) udah lupa kata2 di reff-nya itu, cuma ingat "are you..." "taxi until dawn" akhirnya ketik kata-kata "are you taxi until dawn" di google. daaaan, inilah yang keluar...




Liriknya cocoook. Langsung chek di youtube. sumpah, rasanya bahagia sekali.


*Madly in love with this song* Lagi-lagi ketemu musisi indie keren secara gak sengaja dan semangat 45 nyari plus dengerin lagu-lagunya yang lain, liriknya lucu-lucu dan bisa bikin senyum. diputuskan "Sunshine State" menjadi salah satu band yang aku suka.


2
Valentine's Day
#pengakuan aku gak merayakan valentine, bukan karna apa2, tapi karna emang aku bukan type yang suka ngerayain ini itu, aku bahkan gak peduli. tapi gak mungkin (baca: gak pengen) nolak juga kalo dikasih coklat, haha. valentine itu tanggal 14 februari, tapi aku dan temen2 di Caritas Czech Republic dapat coklat, permen dan kartu di tanggal 13 februari, dikasih big boss. waktu aku nanya kenapa tanggal 13, alasannya karena itu hari senin, dan senin itu sucks. jadi dia pengen ngasih sesuatu biar agak menyenangkan.


isn't it sweet? sebenarnya ini bukan soal valentine-nya, tapi lebih ke hal-hal kecil yang dilakukan oleh atasan yang membuat karyawannya merasa dihargai, terlepas nanti si bos-nya marah-marah lagi atau enggak, tapi yang pasti hal kayak gini tuh menurut aku "sweet" banget. Soalnya jarang ngeliat yang kayak beginian kalo bos-nya orang indonesia, okelah kalo valentine itu katanya gak boleh dirayain, tapi lebaran? gak ada juga kan yang ngasih kartu begini. Jadi, siapapun yang nanti (atau sudah) jadi pemimpin, coba deh lakukan hal-hal simple kayak gini. it's nice.


2
Having Fun isn't a Crime

​Masih inget taun 90'an?? Jaman SD-SMP kita dulu yg pernah Trend?

*Artis cilik Bondan Prakoso (Lumba")
 Eno Lerian (Nyamuk nakal)
 Melisa (Semut-semut kecil)
 Meysi
 Trio Kwek2
 Agnes Monica

*Baca komik Doraemon, Dragon Ball, Kungfu Boy atau StoryBook Goosebumps dikelas sampe disita guru.

*Rebutan main Mesin Dingdong. Kalo yang tajir beli Nintendo, Sega, ato Gameboy buat main game Mario Bross sama Sonic.

*Ngabisin koinan di Telpon umum atw Wartel, PDKT sama kenalan.

*Pake jam G-shock

*Main Monopoli, Ular Tangga atw Kartu Hologram, Kuartet yg kalah d coret pake bedak.

*Maen TAMIYA sampe lupa waktu, akirnya Ortu dateng cariin ke trek tempat maen tamiya 

*Makan ANAK MAS dan coklat coki2 yang msi eksis sampe sekarang 

*Beli coklat Ayam Jago sama Wafer coklat merk SUPERMAN dan Makan Jagoan Neon biar lidah nya berubah warna warni.

*Setelah era sablon sama bordiran ALIEN atw Shuvit berlalu gantian pake baju ala POINT BREAK (Stussy, Mossimo, Billabong, Rip Curl,Volcom dll)

*Bangga make tas slempang bermerk KutaLines atau Dagadu

*Nonton KOTARO MINAMI jadi Ksatria Baja Hitam dan SaintSeiya Sama Power Ranger 

*Beli sepatu sekolah yang diblakangnya ada lampu nyala (LA GEAR)

*Ngumpulin TAZOS dari Chiki, Chitato yg banyak punya koleksi bangga

*Melihara binatang yang harus dikasih makan tiap hari dan ga harus beli kandang. Yup, TAMAGOTCHI.

*Ngumpulin kertas file lucu2 dan tuker2an sama temen.

*Gosip kalo dulu ada Pulpen narkoba yang wangi banget

*Make NECKERMAN anti SLIP or CARVIL dan diplesetin jadi “nyekerman”

*Ngerasa kurang gaul klo belum ngisi Diary punya temen "My Biodata". Naaah udah Senyum² sendirikan?? Jadi  inget masa dulu yah, masa paling Indah dibanding sekarang era 2000an, Kasian yaa adik2 kita sekarang, masa kanak2nya terenggut dan pada ALAY, kecil2 uda pake BB, iphone, Android, pakai lipstik, sok gaul bawa mobil bokap, minum" biar dibilang macho dll. Dewasa karbitan. Just share, biar kita inget serunyaa jaman dulu kita seperti apa dibanding sekarang.

Itu dia bbm yang dikirim temenku semalam. really? we want to bring these things up? mungkin sebagian besar anak 90an menganggap dirinya keren karna merasa beda sama anak-anak 2000an yang katanya punya masa kanak-kanak yang menyedihkan. pernah kebayang gak, saat kita ngomong gitu, di saat yang sama, anak-anak 2000an mikir "kasian anak 90an, permainannya masih jadul banget."

Gak ada yang salah saat kita ingin mengingat masa kecil yang menyenangkan, tapi hal itu akan menjadi salah saat kita menganggap bahwa apa yang kita jalani itulah yang paling baik. mungkin bagi kita, itu benar. tapi buat anak2 jaman sekarang, belum tentu. dulu kita menikmati lagu2 Bondan Prakoso dan Eno Lerian, saat ini mereka menikmati Justin Bieber dan Willow Smith. emang menurut kita Justin Bieber and "friends" kadang bikin eneg, ya wajar.. karna kita memang bukan pasar musiknya. menurut kalian, apa kita akan ngefans sama Bondan Prakoso atau Eno Lerian kalau pertama kali dengerin musiknya di usia sekarang?

Kita baca komik Doraemon, Candy-Candy, Sailor Moon, Goosebumps, atau nonton Ksatria Baja Hitam, dll. mereka juga punya, Naruto, Fairy Tail (anime), Spongebob, Harry Potter (90an akhir - 2000an awal), dll

Kita main Sega, mereka punya PS. Kita nulis diary, mereka nulis blog. Kita punya Tamagotchi, mereka juga melihara hewan di game online (eh, ini aku ya? hehe). kita makan coklat ayam jago, mereka makan Silverqueen. Dulu ada telpon umum atau wartel, sekarang henpon. sama aja kan? bedanya mereka lebih canggih aja.

Katanya anak jaman sekarang, kecil-kecil udah pake BB, iPhone, Android. so what? aku gak ngeliat ada yang salah dengan hal itu selama orang tua-nya bisa mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan internet dan mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab. katanya lagi anak jaman sekarang banyak yang "minum" biar keliatan keren. jaman dulu emang gak ada? kayaknya banyak juga deh.

Saat orang dewasa protes tentang tulisan alay, saat yang sama mereka melakukan hal yang serupa, God menjadi Gawd, Cool menjadi Kewl. aku juga gak suka baca tulisan alay, tapi harusnya saat orang2 dewasa protes,  paling gak.. mereka menulis dengan normal. terus banyak orang dewasa yang menyebut Blackberry sebagai Blackberry, bukan handphone. contoh "liat BB ku nggak?" atau "BB mu mau jatuh tuh", emangnya yang kayak begituan gak dianggap alay? kenapa gak bilang henpon aja? aku gak tau apakah iPhone dan henpon Android juga mendapat perlakuan yang sama atau enggak.

Jaman udah berubah, otomatis permainannya juga udah berubah, masa iya sih dari tahun ke tahun sama mulu. dan 1 hal lagi yang sering membuat aku bingung, kenapa kita terus merecoki anak2 jaman sekarang dengan kata2 "mereka gak sepantasnya dengerin musik ini, mereka gak sepantasnya menikmati permainan itu." terus? kita maksa supaya mereka main patok lele kayak jaman dulu? orang jaman dulu suka main yang begituan karna saat itu gak ada alternatif lain. dan kenapa terus2an mengatakan bahwa masa kanak-kanak mereka terenggut? pernah gak nanya ke mereka langsung? mereka ngerasa masa kanak-kanaknya terenggut gak? kalau mereka merasa bahagia dengan apa yang mereka jalani sekarang, ya gak ada masalah. suatu hari nanti, mereka juga akan menertawakan kekonyolan masa kecilnya, dan senyum2 sendiri saat mengingat permainan mereka sekarang yang akan berasa jadul 10 atau 20 tahun mendatang.

Dan tau gak? waktu aku masih sekolah MIN, aku udah dengar lagu Sugar Ray, Roxette, baca Belenggu, nonton a few Good Men. tapi apakah mendadak aku menjadi dewasa karbitan? jawabannya adalah tidak. aku bahkan merasa jiwa anak2 masih terikat kuat dalam diriku (bahasanya bikin pengen gantung diri). coba deh liat di film Now & Then, emang keseringannya anak-anak ingin bergaya seperti orang dewasa karna mereka menganggap orang dewasa itu keren. tapi tenang aja, pada usia tertentu, mereka akan menemukan jati dirinya, bergaya dan mendengarkan musik yang beneran mereka suka (bukan karna lagi heboh). jadi daripada membanding2kan anak jaman dulu dengan anak jaman sekarang, lebih baik biarkan saja mereka menikmati masa kanak-kanaknya yang berbeda dengan kita.

Bukannya mau sok2an membela anak 2000an, cuma ngerasa aneh aja kalau kita terlalu membangga-banggakan generasi sendiri dan menghina generasi berikutnya. itu saja.

*gara-gara ngomongin masa kecil, sumpah jadi kangen sama  lucu-lucuan + serunya Animorphs*


4
"It's Not a Fashion Statement,  Nor a Fucking Deathwish"


Pernah pura2 suka sama film yang katanya keren cuma karna takut orang2 akan menganggapmu gak keren? me? Never. film itu bukan matematika, yang 2x2 semua harus setuju hasilnya 4. film itu kayak fisika, punya teori relativitas. jangan langsung percaya pada rating yang dikasih oleh reviewer. mereka ngasih rating juga berdasarkan selera pribadi kok. kayak imdb, yang ngasih ratingnya penonton, jadinya kayak voting gitu. bahkan sistem rating yang ditetapkan pun ada yang bilang gak fair. kalo ratingnya dikasih oleh admin website atau majalah, mereka kadang2 bahkan belum nonton filmnya, atau udah nonton, tapi fokus untuk nulis review atau ngasih rating, bukan menikmati isinya. biasanya komentar antara 1 reviewer dan yang lain seragam semua.

Daaaan, sekarang aku mau cerita beberapa film yang udah ditonton, udah lama pengen nulis ini, tapi males, hehe..

#What's Your Number? 
formula utama untuk film komedi romatis adalah cowok cakep dan menarik (karna yang nonton film beginian biasanya cewek), baru menyusul formula2 lainnya, kayak dialog yang lucu, sontrek easy listening, dan lain lain. what can i say? seringkali film kayak gini sangat menghibur. kecuali kalo filmnya punya cerita atau penyajian yang kuat, baru cowok cakep gak terlalu dibutuhkan, tapi kalo ada.. ya lebih bagus. hahaha.. okay, kembali ke What's Your Number, film ini di imdb ratingnya cuma 5.6/10. tapi aku suka, lucuuu.. aku gak tau film ini lucu karna emang beneran lucu, atau karna Chris Evans bener2 bisa bikin sumringah dari awal sampai akhir film. sebelumnya aku gak terlalu suka sama cowok ini, biasa aja. tapi di film ini, dia adorable bangeeeet.

dialog favorit:
Ally: "Where's my coffee pot?"
Colin: "I broke it. If you were on Twitter you would know that already."
*hahaha.. aku juga suka waktu Ally ngomong dengan aksen british palsu-nya, kocak*

#Hobo with a Shotgun.
This movie is sick, crazy and beautiful at the same time and i love it. "Sick", cara penjahatnya membunuh orang2. "Crazy", penyajian dan filmnya secara keseluruhan. "Beautiful", hubungan Hobo dengan perempuan yang udah dianggap kayak anaknya. darah dimana-mana, pembunuhan udah biasa.. bagi aku, keliatan kayak cerita super hero dalam versi yang lebih real. kayak gotham city dan batman-nya yang tanpa rumah dan mobil mewah. kenapa gotham city? 1. "imaginary town", 2. penjahatnya nyentrik, 3. mungkin karna Batman adalah superhero favoritku. ini bukan type film yang akan menguras air mata, tapi aku mewek di pertengahan dan akhir cerita.

Abby: "I just wanna go to the zoo and see the bears with you" *the saddest part*

#Margin Call dan the Company Men sama2 bercerita tentang krisis ekonomi. tapi aku lebih suka the Company Men, walaupun margin call ratingnya lebih tinggi, dan masuk nominasi oscar juga. Tapi bagi aku, margin call itu membosankan, aku bahkan gak peduli gimana endingnya, karna emosinya gak dapet. bahkan kehadiran Penn Badgley-pun gak bisa bikin aku tertarik. dan aku gak ngerti kenapa film ini dibikin genrenya Drama Thriller. drama sih iya, tapi thriller? atau mungkin aku yang gak terlalu ngerti genre film.

#The Adjustment Bureau
Awalnya aku kirain film ini bercerita tentang persaingan politik, tapi ternyata enggak. malah bercerita tentang takdir. untuk jenis beginian, bagi aku filmnya biasa aja. agak mirip eternal sunshine of the spotless mind dalam "kejar2annya", emosi kedua tokohnya kurang kuat, plus aku gak ngerti kenapa tokoh utamanya harus orang politik. mungkin biar keliatan lebih classy, tapi kalo gak jago menggabungkan 2 hal yang berbeda, jadinya kayak gitu, kurang solid.

#The Tree of Life
berasa kayak gabungan pelajaran filsafat, science, film rabbit hole (kehilangan anggota keluarga), dan city of angels (waktu semua orang berkumpul di pantai). di awal filmnya ga ada yang lucu, tapi bisa bikin aku ketawa, bukan karna filmnya tentu saja, tapi karna ingat sama temenku yang selera filmnya komedi romantis, trus nonton film ini. komentarnya "film apaan nih? gak jelas.. tiba2 ada dinosaurus" hahahaha... i know, she doesn't get it. maka itu aku ngakak ketawa ngebayangin ekspresinya waktu lagi nonton, terutama bagian tentang sel dan segala macamnya.. tapi aku suka, bagi aku keliatan kayak puzzle yang harus digabungin dari awal, tengah dan akhir cerita. acting Brat Pitt keren, dia bisa bikin aku beneran benci dan berharap dia meninggal di film ini, tiap kali Brat Pitt marah2 ke anak2nya, aku pasti mewek. kalo nonton film, aku emang gampang beruarai air mata, tapi kalo di kehidupan nyata enggak kok *nyengir*


#Melancholia
Banyak review yang bilang bagus untuk film ini, tapi aku malah gak suka. aku cuma suka bagian awalnya, saat semua orang bergerak dalam slow motion, dan juga dihadirkan dalam 2 bagian, 'Part Justine dan Part Claire'. tapi kalo untuk secara keseluruhannya, menurut aku terlalu diberat-beratkan. dan selain itu, rada gak jelas. emang ada beberapa film akan berasa keren saat disajikan dalam bentuk yang "gak jelas", tapi beberapa film tertentu, kalau dibikin kayak gitu jadinya gak komplit. plus karakter orangnya gak kuat, Misalnya; Justin.. dia digambarkan sebagai sosok perempuan yang kayaknya akan melakukan apa yang dia suka, tapi dia juga kayak cewek yang gak punya jati diri, ga tau apa yang dimau. trus suami Claire, awalnya dia orang yang optimis, tapi di akhir cerita malah bunuh diri karna ketakutan. atau mungkin emang karakter orang gampang berubah gitu? entahlah. tapi yang pasti, menurut aku karakter tokoh yang kuat itu adalah salah 1 hal yang penting banget dalam sebuah film. komentar terakhir, pointless naked. aku sama sekali gak dapat point kenapa Justin naked di pinggir sungai itu. kalo inti-nya cuma pengen dapat gambar yang indah, menurut aku sih gak penting. pokoknya berasa kayak 'the tree of life wannabe' tapi ini versi kiamatnya.

#Crazy Stupid Love
Aku gak suka, super duper klise di ending filmnya. ya ya ya, aku tau film drama romantis versi hollywood itu gak sah kalo gak kayak gitu. tapi ya kira2 donk, masa' sampe segitunya. awalnya nonton cuma karna yang main filmnya Emma Stone, i love this girl, dia lucu.. tapi ujung-ujungnya malah nyesal nontonnya. gak ada yang menarik. karakter Ryan Gosling terlalu susah untuk dicintai. dan Steve Carell, jauuuh lebih menarik sebagai Gru di film Despicable Me.

#Drive
Okay, film ini emang banyak yang  muji, plus ratingnya juga bagus. acting Ryan Gosling katanya keren (tapi aku lebih suka acting Carey Mulligan) Ryan Gosling itu mukanya terlalu "manis" untuk katagori film kek beginian. dan kenapa harus memakai jaket bergambar kala jengking plus gigit2 tusuk gigi..??? jadinya kayak anak2 yang berusaha sok keren dengan gaya petentengan gitu. istilah dalam bahasa acehnya "hana meuho" secara umum aku suka, tapi aku lebih suka kalo Ryan Goslingnya meninggal di akhir cerita. *nyengir polos*

#Bridesmaids
Aku suka filmnya, lucu... ceritanya "perempuan" sekali. tapi kalau ada persaingan2 ala SMA gitu, aku lebih suka kalau ada timbal balik, ini pemeran utama-nya kalah saing mulu, bikin kesel. tokoh favoritku pastinya Lillian (Maya Rudolph), dia kocaaak.

#Source Code
Saat aku bilang aku suka ngeliat cowok cakep di film, sebenarnya bukan semua jenis 'cakep" loh.. banyak cowok yang katanya cakep, tapi aku bahkan gak suka, gak suka  bukan dalam artian benci, tapi ya gak suka aja. misal, Justin Timberlake, Ryan Gosling, Chris Evans (sebelum film what's your number), Zac Efron, dan salah satu-nya juga Jake Gyllenhaal, dia slalu keliatan kayak orang lagi senyum. dari segi ide cerita sebenarnya film ini bagus, cuma sayang penyajiannya terlalu biasa. dan aku lebih suka kalo endingnya cuma sampai saat semuanya berhenti. semua orang di kereta itu tertawa, tapi dalam kehidupan nyatanya mereka tetap meninggal. i think that's beautiful. Nah, kalo versi film ini, kereta api-nya selamat dari ledakan bom.  endingnya terlalu "happily ever after". Kalo film Doraemon sih, gak masalah endingnya kayak gitu.

#Puncture
ini film yang diangkat dari kisah nyata. kayaknya Mark Kassen dan Chris Evans terlalu berusaha untuk keliatan mirip Tom Cruise dan Kevin Pollak di film A Few Good Men, cuma sayangnya gak berhasil. Chris Evans gak begitu natural, keliatan dibuat-buat bandelnya. tapi aku suka ceritanya, terutama tentang monopoli perusahaan tertentu yang menguasai pasar untuk alat2 yang digunakan di rumah sakit, dan gimana gampangnya penyakit tertentu menular karena jarum hipodermik yang gak steril dan gak aman. tapi ya gitu, penyajiannya biasa aja.

#Super 8
Ini salah satu film tentang anak2 yang kreatif banget. aku berasa kayak nonton film  The Goonies lagi dalam versi yang lebih modern, dan cerita yang beda pastinya. aku suka anak2 yang kreatif, mereka berusaha bikin film pendek untuk ikut festival, serius untuk make-up nya, serius mikirin ceritanya, serius menentukan endingnya. (ya, aku tauuu... ini ide sutradaranya, tapi tetep aja aku kagum ngeliat anak2 itu). walopun kurang suka di bagian makhluk luar angkasa yang kurang total.. but, it's oke.. toh film anak2, jadi agak2 mirip Goosebumps gitu,  yang kadar ngerinya cuma setengah-setengah (sekarang berani ngomong gini, dulu ketakutan setengah mati baca Goosebumps)

#Dolphin Tale
Ini juga salah 1 film anak2 yang aku suka (intinya, aku emang slalu suka film anak2 hehe), walopun ratingnya biasanya aja, tapi bagi aku anak2 yang punya ketertarikan khusus untuk hal-hal tertentu itu kereeen. mereka gak dapat rangking 1 di sekolah, gak jadi anak favorit di rumah, tapi mereka tau apa yang mereka suka. dan Morgan Freeman.. mau jadi apa aja, pasti keren, dia slalu bisa menyatu dengan karakternya di film.

#Contagion
Sebenarnya ide ceritanya bagus. tapi sayang terlalu lebar. kalo sutradaranya mau menyajikan dampak virusnya pada masyarakat secara umum dan gimana cara ilmuwan dan pemerintah menanganinya, gak perlu  terlalu banyak mengumbar masalah pribadi para tokohnya. tapi kalo mau fokus ke orang2 tertentu, gak perlu terlalu banyak menghadirkan masalah yang dihadapi ilmuwan dan pemerintahnya, membuat ceritanya jadi mengambang, terlalu acakadut, gak fokus dan setengah2. Tapi, aku suka film ini dihadirkan dengan "day 2", "day 3" dan seterusnya... dan berakhir dengan "day 1". kalo aja filmnya bisa lebih fokus, pasti lebih bagus.

#The Rum Diary
Aku suka Johnny Depp,  tapi sayang alurnya terlalu lambat dan ceritanya terlalu gamblang. dan aku juga suka nama "Chenault", tapi gak suka pemerannya. menurut aku lebih cocok kalo diperankan sama Scarlett Johansson. Untuk film "writer" begini, aku lebih suka Ghost Writer, ceritanya lebih bikin penasaran, dan ending-nya lebih tragis.

#Neverland
ini mini series, ada 2 bagian (aku berharap ada bagian ke 3, dan aku tau itu gak mungkin). walaupun visual effect-nya kurang bagus, tapi aku suka ide-nya yang menceritakan "prequel" Peter Pan. jadi ceritanya Peter Pan itu kayak Oliver Twist yang masuk ke neverland melalui bola kaca (the orb) yang merupakan portal ajaib. cooool. trus juga diceritakan tentang Tiger Lily, kenapa Peter Pan bisa terbang dan bermusuhan dengan Kapten Hook, gimana kapten Hook kehilangan tangannya, dan juga kenapa ada jam dalam perut buaya. ceritanya berakhir dengan Peter yang kehilangan bayangannya,  ini merupakan awal cerita Peter Pan yang diketahui banyak orang.

#Captain America: The First Avenger, Thor, Rise of the Planet of the Apes, aku gak begitu suka.. bagi aku, itu other 'Avatar' movies. Killer Elite juga gak terlalu suka, ceritanya gak kuat. dan agak aneh rasanya ngeliat "Sarah Walker" tanpa Chuck dan Casey, hahaha..

#Lucky. Harusnya ada yang namanya genre "FREAK", jadi kita tau memasukkan film ini ke katagori apa, bukannya malah pasrah dan nerima aja saat jenis begini dibilang sebagai komedi, lucunya dimanaaa? komedi yang malah bikin kita jadi gak napsu sama film komedi sih iya. Related movies: The Good Student, juga dibikin genre-nya comedy, aku gak suka filmnya.. tapi suka endingnya, itu yang aku sebut "penjelasan itu gak harus menggunakan kata2". Margot at the Wedding yang katanya "drama, comedy"  tapi yang aku liat cuma drama aneh. cuma karna dibintangi Jack Black (yang ikutan punya karakter tokoh yang aneh) gak langsung bikin film ini jadi lucu kan? tapi aku suka acting Nicole Kidman, "sakit jiwa" banget. ya ya ya.. dia kapan sih actingnya gak bagus? kecuali mungkin di film Trespass, yang selama 91 menit cuma ada orang yang tereak2, nyesal nontonnya.

#Winnie the Pooh. ini adalah salah satu film kartun yang slalu bikin senyum. really beautifuuul.. ya gambarnya, ya ceritanya, ya musiknya, ya karakternya. tokoh favoritku Piglet, si babi kecil yang penakut. dia bisa bikin sosok babi itu jadi menggemaskan. bahkan 3 babi kecil pun gak mampu menyainginya. sorry, kita sekarang sudah memasuki negeri dongeng, hahaha. film terbarunya ini lucuuu.. di film baru-nya ini, yang paling lucu tuh, waktu semuanya (kecuali Piglet) masuk ke perangkap yang disiapkan untuk Backson. bego-nya piglet + reaksi Pooh dan Rabbit sumpah bikin ngakak. tapi, mungkin untuk dapet lucunya, kita harus kenal dulu gimana karakter tokohnya. mungkin buat yang NGGAK suka winnie the pooh, bakalan emosi ngeliat kebodohan mereka.


#Real Steel
Sukaaaa film ini, kan udah dibilangin dari awal.. biasanya aku emang jatuh cinta sama film yang ada anak2 kayak gini, hehe. i do really love this cute little boy, and his cool father (with or without metal claws). 

#The Help 
Nonton film ini, langsung ingat lagu Mayday - TIKA & the Dissidents. Emma stone gak terlalu "Emma Stone" di film ini, tapi masih berasa dikitlah.. ada bagian yang sedih, lucu dan menyenangkan. dan tentu saja aku mewek di bagian sedihnya. tokoh favoritku: Manny, she's awesome. cerita favoritku juga cerita Manny dan Celia Foote.

#Tinker Tailor Soldier Spy
Awal nonton, gak terlalu suka,. tokoh pentingnya terlalu rame. aku agak susah mengingat orang kalo belum kenal #halah tapi gitu udah nemu jalan ceritanya, i just love this movie. mulai dari awal sampai akhir, semuanya banyak yang berkaitan. bagian favoritku, teteeep endingnya. dan ending yang paling disuka, saat Jim menembak mati Bill Haydon. ending cerita Ricky Tarr juga, dan saat George Smiley berpapasan dengan Peter Guillam, tapi mereka kayak orang gak kenal. scene di awal film mengingatkanku sama lirik awal lagu Imogen Heap - Clear the Area, "Knock, knock.. are you alone? No one's out here and I was not followed."

#50/50
ceritanyanya bagus, diangkat dari kisah nyata tentang orang yang berhasil melawan kanker, bisa menjadi inspirasi bagi orang2 supaya gak menyerah. tapi gak tau kenapa, aku kurang dapat emosinya. mungkin karna gak terlalu kelihatan gimana perjuangan tokohnya, atau mungkin juga karna almarhum sepupu-ku dulunya mengidap kanker, aku melihat langsung gimana menderitanya dia, sehingga membuat apa yang dihadirkan dalam film ini terasa sangat ringan. keseluruhannya aku suka,cuma sayang, emosinya terlalu "dangkal".

dialog favorit:
Kyle: You could have totally fucked the shit out of that girl.
Adam: No one wants to fuck me. I look like Voldemort.
*itu percakapan paling lucu menurutku.*

#The Art of Getting By
Filmnya biasa aja, tapi aku suka, mungkin karna para pemainnya. hehe.. di awal film, George agak mirip Alvy Singer (film Annie Hall) yang gak mau ngerjain PR-nya. dan aku amat sangat ngerasa WOW ngeliat Freddie Highmore, dia menjulang tinggi sekaliiii... padahal saat Emma Roberts udah main film remaja (Wild Child), dia masih main film anak2 (Spiderwick), tapi sekarang jadinya begini...



#One Day
Aku suka Jim Sturgess, tapi aku gak suka karakternya di film ini. dan ngerasa sangat terganggu sama fake british accent Anne Hathaway. ceritanya standar, karakter + scene favorit, enggak ada. bagian Emma yang ketabrak itu mirip film City of Angels. Dexter yang ditinggal mati dan berusaha bertahan itu kayak 'A Walk to Remember', bukan mau nyama2in, tapi pas nonton bagian itu, langsung ingat film2 tadi.

#Your Highness
sumpah mati aku nyesal nonton film ini. awalnya berharap ini film fantasy yang menyenangkan, karna ngeliat pemain2nya. walaupun yakin gak akan sekeren Pirates of the Caribbean.. paling gak, lumayanlah.  tapi ternyataaaa... lebih mirip film porno kalo kata saya. bukan film porno beneran, adegannya bahkan gak ada yang erotis-erotisan. ide ceritanya yang bikin film ini kayak film porno. nonton aja sendiri dan kamu bakal ngerti apa yang aku maksud. mungkin sutradaranya ngebet bener pengen bikin film porno, tapi gak berani kali ya, maka itu.. ditransferlah ide-nya ke film ini. i feel sorry for Zooey Deschanel, Natalie Portman, and James franco. kenapa mereka bisa "terdampar" disini..??? well, paling gak High School Musical (film paling klise yang pernah aku tonton) harusnya senang dengan hadirnya film kayak gini, jadi dia gak lagi berada di tingkat pertama di daftar film paling memuakkan versi aku. *siapa kamu naaa??? penting banget apa pendapatmu???*


Demikianlah film-film yang saya ingat, lebih dan kurang terimakasih. *ini bukan Golden Globes, apalagi Oscar*

0
 Drama, Comedy.


Pernahkah kamu merasa kesal sama para personel salah satu band favoritmu? kedengarannya agak SKSD gitu emang. Apa urusan kita coba untuk kesel? tapi yak, itulah yang aku rasain semalam terhadap anak2 Tika & the Dissidents. Gitu buka twitter, tiba-tiba baca tweet "@kartikajahja: Friendship tertindas Ego... Ya Tuhan, lindungi band kami", aku langsung ngecek TL-nya, eh ada mentionnya buat Iga Massardi, gitarisnya. buka TL Iga, ada edisi curhat-curhatan kesel karna temen2 band-nya ngajakin gitaris pengganti tanpa minta persetujuan dia.




Iga Massardi ini adalah salah satu gitaris favoritku. bukan karena mukanya yang imut, tapi karna dia main gitarnya bagus banget, walaupun muka imutnya salah satu faktor pendukung juga sih, hehe. awalnya aku suka dia dari "the Trees & the Wild", lagu pertama yang aku denger adalah 'honeymoon on ice', langsung jatuh cinta, dan setelah tau lagu ini terinspirasi dari film Eternal Sunshine of the Spotless Mind, jadinya makin cinta.

Dan selanjutnya, secara gak sengaja aku menemukan ke'eksis'an salah satu band indie yang juga super keren, 'Tika & the Dissidents', lewat websitenya aku tau nama2 personel band ini. taraaa.. lagi2 ada Iga Massardi. Di website itu ditulis, "apa persamaan antara Tika & the Dissidents dengan the Trees & the Wild?" jawabannya adalah, tidak ada. kecuali sama2 menggunakan "and" di tengahnya, dan saling berbagi gitaris. (gak persis kayak gitu sih kalimatnya). Rasanya luar biasa banget punya 1 gitaris (indonesia) yang disuka, dan dia gabung di 2 band favorit. tapi aku gak follow twitternya sampe tadi malem, abisnya pas liat pertama kali, isinya tentang gitar2 gitu, gak ngerti. semalam baru liat lagi, ternyata banyak yang lucu minus edisi curhat (tapi aku follow twitter Tika, karena isinya banyak sarkasme. i love it. hehehe)

Nah, selain hal2 diatas, yang bikin aku tambah suka adalah cara berpikir dan cara pandangnya yang banyak dia tulis disini  http://igamassardi.wordpress.com  *baru tau dan baca blognya semalam* dulunya murni suka karena musiknya aja, dan sekarang, Hah! gak bisa nolak, aku beneran "jatuh cinta" sama cowok ini. bahkan saat dia "acting curhat norak" pun, dalam hati aku tetep belain dia. hahaa.. eh ngomong-ngomong, tadinya kan mau cerita kekesalan sama anak2 Tika & the Dissidents, sekarang kenapa malah fokus ke gitarisnya doank irnaaaa????

Baiklah, kita kembali ke masalah awal. udah baca screenshot diatas kan? itu yang bikin aku kesel. kalo untuk band favorit, kadang2 aku emang agak overreacted. dulu waktu bubarnya Oasis juga sedih gila, trus baru juga Mocca vakum karna vokalisnya udah ke amerika. Nah sekarang, masa 'Tika & the Dissidents' yang aku kenal sebagai band yang cool, tiba2 jadi gak cool, berantem di twitter. dan Iga Massardi-pun menjadi Iga Marissa. plus, pake acara gini lagi..


*dengan badan segitu, dia mau mukul orang kek gimana coba???*

dan ini,

*baca dari bawah*

Heee? pengen banget tadinya bikin twit "Kalo kayak Iga Massardi dibilang jualan tampang, dan disuruh gabung di boyband. bisa dipastikan, aku bakal jadi penggemar berat boyband Indonesia", tapi gak jadi. mikir, "siapa kamu Naaa?" itu kan masalah intern mereka yang kebetulan aja ada yang gak bisa nahan diri dan jadilah diketahui publik. sumpah, twit2 berantem itu tadinya bikin badmood parah. niat awalnya pengen nonton film, malah keterusan baca twit2 mereka nunggu kapan baikan, eh ujung2nya keasikan baca blognya Iga, dan makin berharap dia gak keluar dari Tika & the Dissidents. tepat di jam 11.55, muncullah ini...




Monyeeeeeet..!!! 

Gak tau alasan anak2 band ini apa, mungkin cuma sekedar iseng dan lucu-lucuan karna banyak orang yang berantem dan mengumbar masalahnya di twitter. tapi bagi aku, ini adalah "the real sarcasm and stand up comedy". yang pasti banyak banget yang ketipu. bahkan ada yang nyuruh sabar dan positive thinking. hahaha.. sompreeet! nyesal udah bermellow guslow marsmellow tadinya. ih, kalian lucu banget deh, cubit pipinya, jambak rambutnya, tenggelamin ke sungai. *sumpah emossssiiiiii..... tapinya lega.* #sumringah


Dan foto ini menunjukkan bahwa, tidak ada yang namanya pergantian personel. perasaan saya? antara keseeel karna ketipu dan tambah suka sama Tika & the Dissidents, they do reallly know how to have fun. Sekian cerita twitter yang bergenre 'drama comedy' hari ini.


Back to Top