4
"It's Not a Fashion Statement,  Nor a Fucking Deathwish"


Pernah pura2 suka sama film yang katanya keren cuma karna takut orang2 akan menganggapmu gak keren? me? Never. film itu bukan matematika, yang 2x2 semua harus setuju hasilnya 4. film itu kayak fisika, punya teori relativitas. jangan langsung percaya pada rating yang dikasih oleh reviewer. mereka ngasih rating juga berdasarkan selera pribadi kok. kayak imdb, yang ngasih ratingnya penonton, jadinya kayak voting gitu. bahkan sistem rating yang ditetapkan pun ada yang bilang gak fair. kalo ratingnya dikasih oleh admin website atau majalah, mereka kadang2 bahkan belum nonton filmnya, atau udah nonton, tapi fokus untuk nulis review atau ngasih rating, bukan menikmati isinya. biasanya komentar antara 1 reviewer dan yang lain seragam semua.

Daaaan, sekarang aku mau cerita beberapa film yang udah ditonton, udah lama pengen nulis ini, tapi males, hehe..

#What's Your Number? 
formula utama untuk film komedi romatis adalah cowok cakep dan menarik (karna yang nonton film beginian biasanya cewek), baru menyusul formula2 lainnya, kayak dialog yang lucu, sontrek easy listening, dan lain lain. what can i say? seringkali film kayak gini sangat menghibur. kecuali kalo filmnya punya cerita atau penyajian yang kuat, baru cowok cakep gak terlalu dibutuhkan, tapi kalo ada.. ya lebih bagus. hahaha.. okay, kembali ke What's Your Number, film ini di imdb ratingnya cuma 5.6/10. tapi aku suka, lucuuu.. aku gak tau film ini lucu karna emang beneran lucu, atau karna Chris Evans bener2 bisa bikin sumringah dari awal sampai akhir film. sebelumnya aku gak terlalu suka sama cowok ini, biasa aja. tapi di film ini, dia adorable bangeeeet.

dialog favorit:
Ally: "Where's my coffee pot?"
Colin: "I broke it. If you were on Twitter you would know that already."
*hahaha.. aku juga suka waktu Ally ngomong dengan aksen british palsu-nya, kocak*

#Hobo with a Shotgun.
This movie is sick, crazy and beautiful at the same time and i love it. "Sick", cara penjahatnya membunuh orang2. "Crazy", penyajian dan filmnya secara keseluruhan. "Beautiful", hubungan Hobo dengan perempuan yang udah dianggap kayak anaknya. darah dimana-mana, pembunuhan udah biasa.. bagi aku, keliatan kayak cerita super hero dalam versi yang lebih real. kayak gotham city dan batman-nya yang tanpa rumah dan mobil mewah. kenapa gotham city? 1. "imaginary town", 2. penjahatnya nyentrik, 3. mungkin karna Batman adalah superhero favoritku. ini bukan type film yang akan menguras air mata, tapi aku mewek di pertengahan dan akhir cerita.

Abby: "I just wanna go to the zoo and see the bears with you" *the saddest part*

#Margin Call dan the Company Men sama2 bercerita tentang krisis ekonomi. tapi aku lebih suka the Company Men, walaupun margin call ratingnya lebih tinggi, dan masuk nominasi oscar juga. Tapi bagi aku, margin call itu membosankan, aku bahkan gak peduli gimana endingnya, karna emosinya gak dapet. bahkan kehadiran Penn Badgley-pun gak bisa bikin aku tertarik. dan aku gak ngerti kenapa film ini dibikin genrenya Drama Thriller. drama sih iya, tapi thriller? atau mungkin aku yang gak terlalu ngerti genre film.

#The Adjustment Bureau
Awalnya aku kirain film ini bercerita tentang persaingan politik, tapi ternyata enggak. malah bercerita tentang takdir. untuk jenis beginian, bagi aku filmnya biasa aja. agak mirip eternal sunshine of the spotless mind dalam "kejar2annya", emosi kedua tokohnya kurang kuat, plus aku gak ngerti kenapa tokoh utamanya harus orang politik. mungkin biar keliatan lebih classy, tapi kalo gak jago menggabungkan 2 hal yang berbeda, jadinya kayak gitu, kurang solid.

#The Tree of Life
berasa kayak gabungan pelajaran filsafat, science, film rabbit hole (kehilangan anggota keluarga), dan city of angels (waktu semua orang berkumpul di pantai). di awal filmnya ga ada yang lucu, tapi bisa bikin aku ketawa, bukan karna filmnya tentu saja, tapi karna ingat sama temenku yang selera filmnya komedi romantis, trus nonton film ini. komentarnya "film apaan nih? gak jelas.. tiba2 ada dinosaurus" hahahaha... i know, she doesn't get it. maka itu aku ngakak ketawa ngebayangin ekspresinya waktu lagi nonton, terutama bagian tentang sel dan segala macamnya.. tapi aku suka, bagi aku keliatan kayak puzzle yang harus digabungin dari awal, tengah dan akhir cerita. acting Brat Pitt keren, dia bisa bikin aku beneran benci dan berharap dia meninggal di film ini, tiap kali Brat Pitt marah2 ke anak2nya, aku pasti mewek. kalo nonton film, aku emang gampang beruarai air mata, tapi kalo di kehidupan nyata enggak kok *nyengir*


#Melancholia
Banyak review yang bilang bagus untuk film ini, tapi aku malah gak suka. aku cuma suka bagian awalnya, saat semua orang bergerak dalam slow motion, dan juga dihadirkan dalam 2 bagian, 'Part Justine dan Part Claire'. tapi kalo untuk secara keseluruhannya, menurut aku terlalu diberat-beratkan. dan selain itu, rada gak jelas. emang ada beberapa film akan berasa keren saat disajikan dalam bentuk yang "gak jelas", tapi beberapa film tertentu, kalau dibikin kayak gitu jadinya gak komplit. plus karakter orangnya gak kuat, Misalnya; Justin.. dia digambarkan sebagai sosok perempuan yang kayaknya akan melakukan apa yang dia suka, tapi dia juga kayak cewek yang gak punya jati diri, ga tau apa yang dimau. trus suami Claire, awalnya dia orang yang optimis, tapi di akhir cerita malah bunuh diri karna ketakutan. atau mungkin emang karakter orang gampang berubah gitu? entahlah. tapi yang pasti, menurut aku karakter tokoh yang kuat itu adalah salah 1 hal yang penting banget dalam sebuah film. komentar terakhir, pointless naked. aku sama sekali gak dapat point kenapa Justin naked di pinggir sungai itu. kalo inti-nya cuma pengen dapat gambar yang indah, menurut aku sih gak penting. pokoknya berasa kayak 'the tree of life wannabe' tapi ini versi kiamatnya.

#Crazy Stupid Love
Aku gak suka, super duper klise di ending filmnya. ya ya ya, aku tau film drama romantis versi hollywood itu gak sah kalo gak kayak gitu. tapi ya kira2 donk, masa' sampe segitunya. awalnya nonton cuma karna yang main filmnya Emma Stone, i love this girl, dia lucu.. tapi ujung-ujungnya malah nyesal nontonnya. gak ada yang menarik. karakter Ryan Gosling terlalu susah untuk dicintai. dan Steve Carell, jauuuh lebih menarik sebagai Gru di film Despicable Me.

#Drive
Okay, film ini emang banyak yang  muji, plus ratingnya juga bagus. acting Ryan Gosling katanya keren (tapi aku lebih suka acting Carey Mulligan) Ryan Gosling itu mukanya terlalu "manis" untuk katagori film kek beginian. dan kenapa harus memakai jaket bergambar kala jengking plus gigit2 tusuk gigi..??? jadinya kayak anak2 yang berusaha sok keren dengan gaya petentengan gitu. istilah dalam bahasa acehnya "hana meuho" secara umum aku suka, tapi aku lebih suka kalo Ryan Goslingnya meninggal di akhir cerita. *nyengir polos*

#Bridesmaids
Aku suka filmnya, lucu... ceritanya "perempuan" sekali. tapi kalau ada persaingan2 ala SMA gitu, aku lebih suka kalau ada timbal balik, ini pemeran utama-nya kalah saing mulu, bikin kesel. tokoh favoritku pastinya Lillian (Maya Rudolph), dia kocaaak.

#Source Code
Saat aku bilang aku suka ngeliat cowok cakep di film, sebenarnya bukan semua jenis 'cakep" loh.. banyak cowok yang katanya cakep, tapi aku bahkan gak suka, gak suka  bukan dalam artian benci, tapi ya gak suka aja. misal, Justin Timberlake, Ryan Gosling, Chris Evans (sebelum film what's your number), Zac Efron, dan salah satu-nya juga Jake Gyllenhaal, dia slalu keliatan kayak orang lagi senyum. dari segi ide cerita sebenarnya film ini bagus, cuma sayang penyajiannya terlalu biasa. dan aku lebih suka kalo endingnya cuma sampai saat semuanya berhenti. semua orang di kereta itu tertawa, tapi dalam kehidupan nyatanya mereka tetap meninggal. i think that's beautiful. Nah, kalo versi film ini, kereta api-nya selamat dari ledakan bom.  endingnya terlalu "happily ever after". Kalo film Doraemon sih, gak masalah endingnya kayak gitu.

#Puncture
ini film yang diangkat dari kisah nyata. kayaknya Mark Kassen dan Chris Evans terlalu berusaha untuk keliatan mirip Tom Cruise dan Kevin Pollak di film A Few Good Men, cuma sayangnya gak berhasil. Chris Evans gak begitu natural, keliatan dibuat-buat bandelnya. tapi aku suka ceritanya, terutama tentang monopoli perusahaan tertentu yang menguasai pasar untuk alat2 yang digunakan di rumah sakit, dan gimana gampangnya penyakit tertentu menular karena jarum hipodermik yang gak steril dan gak aman. tapi ya gitu, penyajiannya biasa aja.

#Super 8
Ini salah satu film tentang anak2 yang kreatif banget. aku berasa kayak nonton film  The Goonies lagi dalam versi yang lebih modern, dan cerita yang beda pastinya. aku suka anak2 yang kreatif, mereka berusaha bikin film pendek untuk ikut festival, serius untuk make-up nya, serius mikirin ceritanya, serius menentukan endingnya. (ya, aku tauuu... ini ide sutradaranya, tapi tetep aja aku kagum ngeliat anak2 itu). walopun kurang suka di bagian makhluk luar angkasa yang kurang total.. but, it's oke.. toh film anak2, jadi agak2 mirip Goosebumps gitu,  yang kadar ngerinya cuma setengah-setengah (sekarang berani ngomong gini, dulu ketakutan setengah mati baca Goosebumps)

#Dolphin Tale
Ini juga salah 1 film anak2 yang aku suka (intinya, aku emang slalu suka film anak2 hehe), walopun ratingnya biasanya aja, tapi bagi aku anak2 yang punya ketertarikan khusus untuk hal-hal tertentu itu kereeen. mereka gak dapat rangking 1 di sekolah, gak jadi anak favorit di rumah, tapi mereka tau apa yang mereka suka. dan Morgan Freeman.. mau jadi apa aja, pasti keren, dia slalu bisa menyatu dengan karakternya di film.

#Contagion
Sebenarnya ide ceritanya bagus. tapi sayang terlalu lebar. kalo sutradaranya mau menyajikan dampak virusnya pada masyarakat secara umum dan gimana cara ilmuwan dan pemerintah menanganinya, gak perlu  terlalu banyak mengumbar masalah pribadi para tokohnya. tapi kalo mau fokus ke orang2 tertentu, gak perlu terlalu banyak menghadirkan masalah yang dihadapi ilmuwan dan pemerintahnya, membuat ceritanya jadi mengambang, terlalu acakadut, gak fokus dan setengah2. Tapi, aku suka film ini dihadirkan dengan "day 2", "day 3" dan seterusnya... dan berakhir dengan "day 1". kalo aja filmnya bisa lebih fokus, pasti lebih bagus.

#The Rum Diary
Aku suka Johnny Depp,  tapi sayang alurnya terlalu lambat dan ceritanya terlalu gamblang. dan aku juga suka nama "Chenault", tapi gak suka pemerannya. menurut aku lebih cocok kalo diperankan sama Scarlett Johansson. Untuk film "writer" begini, aku lebih suka Ghost Writer, ceritanya lebih bikin penasaran, dan ending-nya lebih tragis.

#Neverland
ini mini series, ada 2 bagian (aku berharap ada bagian ke 3, dan aku tau itu gak mungkin). walaupun visual effect-nya kurang bagus, tapi aku suka ide-nya yang menceritakan "prequel" Peter Pan. jadi ceritanya Peter Pan itu kayak Oliver Twist yang masuk ke neverland melalui bola kaca (the orb) yang merupakan portal ajaib. cooool. trus juga diceritakan tentang Tiger Lily, kenapa Peter Pan bisa terbang dan bermusuhan dengan Kapten Hook, gimana kapten Hook kehilangan tangannya, dan juga kenapa ada jam dalam perut buaya. ceritanya berakhir dengan Peter yang kehilangan bayangannya,  ini merupakan awal cerita Peter Pan yang diketahui banyak orang.

#Captain America: The First Avenger, Thor, Rise of the Planet of the Apes, aku gak begitu suka.. bagi aku, itu other 'Avatar' movies. Killer Elite juga gak terlalu suka, ceritanya gak kuat. dan agak aneh rasanya ngeliat "Sarah Walker" tanpa Chuck dan Casey, hahaha..

#Lucky. Harusnya ada yang namanya genre "FREAK", jadi kita tau memasukkan film ini ke katagori apa, bukannya malah pasrah dan nerima aja saat jenis begini dibilang sebagai komedi, lucunya dimanaaa? komedi yang malah bikin kita jadi gak napsu sama film komedi sih iya. Related movies: The Good Student, juga dibikin genre-nya comedy, aku gak suka filmnya.. tapi suka endingnya, itu yang aku sebut "penjelasan itu gak harus menggunakan kata2". Margot at the Wedding yang katanya "drama, comedy"  tapi yang aku liat cuma drama aneh. cuma karna dibintangi Jack Black (yang ikutan punya karakter tokoh yang aneh) gak langsung bikin film ini jadi lucu kan? tapi aku suka acting Nicole Kidman, "sakit jiwa" banget. ya ya ya.. dia kapan sih actingnya gak bagus? kecuali mungkin di film Trespass, yang selama 91 menit cuma ada orang yang tereak2, nyesal nontonnya.

#Winnie the Pooh. ini adalah salah satu film kartun yang slalu bikin senyum. really beautifuuul.. ya gambarnya, ya ceritanya, ya musiknya, ya karakternya. tokoh favoritku Piglet, si babi kecil yang penakut. dia bisa bikin sosok babi itu jadi menggemaskan. bahkan 3 babi kecil pun gak mampu menyainginya. sorry, kita sekarang sudah memasuki negeri dongeng, hahaha. film terbarunya ini lucuuu.. di film baru-nya ini, yang paling lucu tuh, waktu semuanya (kecuali Piglet) masuk ke perangkap yang disiapkan untuk Backson. bego-nya piglet + reaksi Pooh dan Rabbit sumpah bikin ngakak. tapi, mungkin untuk dapet lucunya, kita harus kenal dulu gimana karakter tokohnya. mungkin buat yang NGGAK suka winnie the pooh, bakalan emosi ngeliat kebodohan mereka.


#Real Steel
Sukaaaa film ini, kan udah dibilangin dari awal.. biasanya aku emang jatuh cinta sama film yang ada anak2 kayak gini, hehe. i do really love this cute little boy, and his cool father (with or without metal claws). 

#The Help 
Nonton film ini, langsung ingat lagu Mayday - TIKA & the Dissidents. Emma stone gak terlalu "Emma Stone" di film ini, tapi masih berasa dikitlah.. ada bagian yang sedih, lucu dan menyenangkan. dan tentu saja aku mewek di bagian sedihnya. tokoh favoritku: Manny, she's awesome. cerita favoritku juga cerita Manny dan Celia Foote.

#Tinker Tailor Soldier Spy
Awal nonton, gak terlalu suka,. tokoh pentingnya terlalu rame. aku agak susah mengingat orang kalo belum kenal #halah tapi gitu udah nemu jalan ceritanya, i just love this movie. mulai dari awal sampai akhir, semuanya banyak yang berkaitan. bagian favoritku, teteeep endingnya. dan ending yang paling disuka, saat Jim menembak mati Bill Haydon. ending cerita Ricky Tarr juga, dan saat George Smiley berpapasan dengan Peter Guillam, tapi mereka kayak orang gak kenal. scene di awal film mengingatkanku sama lirik awal lagu Imogen Heap - Clear the Area, "Knock, knock.. are you alone? No one's out here and I was not followed."

#50/50
ceritanyanya bagus, diangkat dari kisah nyata tentang orang yang berhasil melawan kanker, bisa menjadi inspirasi bagi orang2 supaya gak menyerah. tapi gak tau kenapa, aku kurang dapat emosinya. mungkin karna gak terlalu kelihatan gimana perjuangan tokohnya, atau mungkin juga karna almarhum sepupu-ku dulunya mengidap kanker, aku melihat langsung gimana menderitanya dia, sehingga membuat apa yang dihadirkan dalam film ini terasa sangat ringan. keseluruhannya aku suka,cuma sayang, emosinya terlalu "dangkal".

dialog favorit:
Kyle: You could have totally fucked the shit out of that girl.
Adam: No one wants to fuck me. I look like Voldemort.
*itu percakapan paling lucu menurutku.*

#The Art of Getting By
Filmnya biasa aja, tapi aku suka, mungkin karna para pemainnya. hehe.. di awal film, George agak mirip Alvy Singer (film Annie Hall) yang gak mau ngerjain PR-nya. dan aku amat sangat ngerasa WOW ngeliat Freddie Highmore, dia menjulang tinggi sekaliiii... padahal saat Emma Roberts udah main film remaja (Wild Child), dia masih main film anak2 (Spiderwick), tapi sekarang jadinya begini...



#One Day
Aku suka Jim Sturgess, tapi aku gak suka karakternya di film ini. dan ngerasa sangat terganggu sama fake british accent Anne Hathaway. ceritanya standar, karakter + scene favorit, enggak ada. bagian Emma yang ketabrak itu mirip film City of Angels. Dexter yang ditinggal mati dan berusaha bertahan itu kayak 'A Walk to Remember', bukan mau nyama2in, tapi pas nonton bagian itu, langsung ingat film2 tadi.

#Your Highness
sumpah mati aku nyesal nonton film ini. awalnya berharap ini film fantasy yang menyenangkan, karna ngeliat pemain2nya. walaupun yakin gak akan sekeren Pirates of the Caribbean.. paling gak, lumayanlah.  tapi ternyataaaa... lebih mirip film porno kalo kata saya. bukan film porno beneran, adegannya bahkan gak ada yang erotis-erotisan. ide ceritanya yang bikin film ini kayak film porno. nonton aja sendiri dan kamu bakal ngerti apa yang aku maksud. mungkin sutradaranya ngebet bener pengen bikin film porno, tapi gak berani kali ya, maka itu.. ditransferlah ide-nya ke film ini. i feel sorry for Zooey Deschanel, Natalie Portman, and James franco. kenapa mereka bisa "terdampar" disini..??? well, paling gak High School Musical (film paling klise yang pernah aku tonton) harusnya senang dengan hadirnya film kayak gini, jadi dia gak lagi berada di tingkat pertama di daftar film paling memuakkan versi aku. *siapa kamu naaa??? penting banget apa pendapatmu???*


Demikianlah film-film yang saya ingat, lebih dan kurang terimakasih. *ini bukan Golden Globes, apalagi Oscar*

0
 Drama, Comedy.


Pernahkah kamu merasa kesal sama para personel salah satu band favoritmu? kedengarannya agak SKSD gitu emang. Apa urusan kita coba untuk kesel? tapi yak, itulah yang aku rasain semalam terhadap anak2 Tika & the Dissidents. Gitu buka twitter, tiba-tiba baca tweet "@kartikajahja: Friendship tertindas Ego... Ya Tuhan, lindungi band kami", aku langsung ngecek TL-nya, eh ada mentionnya buat Iga Massardi, gitarisnya. buka TL Iga, ada edisi curhat-curhatan kesel karna temen2 band-nya ngajakin gitaris pengganti tanpa minta persetujuan dia.




Iga Massardi ini adalah salah satu gitaris favoritku. bukan karena mukanya yang imut, tapi karna dia main gitarnya bagus banget, walaupun muka imutnya salah satu faktor pendukung juga sih, hehe. awalnya aku suka dia dari "the Trees & the Wild", lagu pertama yang aku denger adalah 'honeymoon on ice', langsung jatuh cinta, dan setelah tau lagu ini terinspirasi dari film Eternal Sunshine of the Spotless Mind, jadinya makin cinta.

Dan selanjutnya, secara gak sengaja aku menemukan ke'eksis'an salah satu band indie yang juga super keren, 'Tika & the Dissidents', lewat websitenya aku tau nama2 personel band ini. taraaa.. lagi2 ada Iga Massardi. Di website itu ditulis, "apa persamaan antara Tika & the Dissidents dengan the Trees & the Wild?" jawabannya adalah, tidak ada. kecuali sama2 menggunakan "and" di tengahnya, dan saling berbagi gitaris. (gak persis kayak gitu sih kalimatnya). Rasanya luar biasa banget punya 1 gitaris (indonesia) yang disuka, dan dia gabung di 2 band favorit. tapi aku gak follow twitternya sampe tadi malem, abisnya pas liat pertama kali, isinya tentang gitar2 gitu, gak ngerti. semalam baru liat lagi, ternyata banyak yang lucu minus edisi curhat (tapi aku follow twitter Tika, karena isinya banyak sarkasme. i love it. hehehe)

Nah, selain hal2 diatas, yang bikin aku tambah suka adalah cara berpikir dan cara pandangnya yang banyak dia tulis disini  http://igamassardi.wordpress.com  *baru tau dan baca blognya semalam* dulunya murni suka karena musiknya aja, dan sekarang, Hah! gak bisa nolak, aku beneran "jatuh cinta" sama cowok ini. bahkan saat dia "acting curhat norak" pun, dalam hati aku tetep belain dia. hahaa.. eh ngomong-ngomong, tadinya kan mau cerita kekesalan sama anak2 Tika & the Dissidents, sekarang kenapa malah fokus ke gitarisnya doank irnaaaa????

Baiklah, kita kembali ke masalah awal. udah baca screenshot diatas kan? itu yang bikin aku kesel. kalo untuk band favorit, kadang2 aku emang agak overreacted. dulu waktu bubarnya Oasis juga sedih gila, trus baru juga Mocca vakum karna vokalisnya udah ke amerika. Nah sekarang, masa 'Tika & the Dissidents' yang aku kenal sebagai band yang cool, tiba2 jadi gak cool, berantem di twitter. dan Iga Massardi-pun menjadi Iga Marissa. plus, pake acara gini lagi..


*dengan badan segitu, dia mau mukul orang kek gimana coba???*

dan ini,

*baca dari bawah*

Heee? pengen banget tadinya bikin twit "Kalo kayak Iga Massardi dibilang jualan tampang, dan disuruh gabung di boyband. bisa dipastikan, aku bakal jadi penggemar berat boyband Indonesia", tapi gak jadi. mikir, "siapa kamu Naaa?" itu kan masalah intern mereka yang kebetulan aja ada yang gak bisa nahan diri dan jadilah diketahui publik. sumpah, twit2 berantem itu tadinya bikin badmood parah. niat awalnya pengen nonton film, malah keterusan baca twit2 mereka nunggu kapan baikan, eh ujung2nya keasikan baca blognya Iga, dan makin berharap dia gak keluar dari Tika & the Dissidents. tepat di jam 11.55, muncullah ini...




Monyeeeeeet..!!! 

Gak tau alasan anak2 band ini apa, mungkin cuma sekedar iseng dan lucu-lucuan karna banyak orang yang berantem dan mengumbar masalahnya di twitter. tapi bagi aku, ini adalah "the real sarcasm and stand up comedy". yang pasti banyak banget yang ketipu. bahkan ada yang nyuruh sabar dan positive thinking. hahaha.. sompreeet! nyesal udah bermellow guslow marsmellow tadinya. ih, kalian lucu banget deh, cubit pipinya, jambak rambutnya, tenggelamin ke sungai. *sumpah emossssiiiiii..... tapinya lega.* #sumringah


Dan foto ini menunjukkan bahwa, tidak ada yang namanya pergantian personel. perasaan saya? antara keseeel karna ketipu dan tambah suka sama Tika & the Dissidents, they do reallly know how to have fun. Sekian cerita twitter yang bergenre 'drama comedy' hari ini.


Back to Top