0
BBM 


Situs jejaring sosial adalah tempat dimana semua orang bisa mengeluarkan pendapatnya. pro dan kontra punya massa-nya masing-masing. isu hangat dan yang basi, semuanya dibahas tanpa henti.

Sekarang isu yang lagi hangat dibicarakan adalah penarikan subsidi BBM. bahkan saat sudah ada keputusan (tunda) pun masih juga banyak yang membahas. yang pro mengemukakan teori-teori ideal, dan yang kontra mengemukakan fakta yang terjadi. kadang teori2 tertentu hanya bisa berlaku untuk keadaan tertentu. teori ideal itu tidak bisa digunakan atau dijadikan landasan untuk semua keadaan. karena pada dasarnya teori tersebut baru bisa berlaku apabila didukung oleh berbagai aspek.

Saat kita bicara tentang "supply and demand", harga naik permintaan turun (point yang dilihat dari sini adalah ingin menurunkan konsumsi BBM yang gila2an di indonesia). Naiknya harga BBM akan berdampak pada kenaikan harga barang (terutama bahan pokok), lalu akan dibarengi dengan kenaikan gaji demi kesejahteraan karyawan. teorinya, BBM memang bukan kebutuhan pokok untuk hidup, tapi faktanya (berdasarkan perubahan jaman), BBM lama-kelamaan berubah menjadi kebutuhan "pokok" bagi masyarakat untuk bekerja, terutama apabila kantornya jauh dari rumah dan transportasi publik pun tidak bisa diharapkan. Simpulkan saja sendiri, apakah kenaikan harga BBM akan mengurangi komsumsi BBM di Indonesia? Ujung-ujungnya hanya berdampak pada masyarakat kecil (yang jangankan punya kendaraan, untuk makan aja susah), karena biaya kendaraan umum dan harga barang di pasar akan meningkat. lalu apakah tujuan awalnya tercapai? jawabannya adalah tidak.

Dan ada juga yang mengatakan subsidi BBM itu merampas hak masyarakat di masa akan datang. 


Yup, benar banget. hanya saja, kalau kita kembali pada dunia nyata, "teori-teori ideal" itu kadang gak bisa digunakan di negara yang kacau balau kayak Indonesia. pemerintahnya gak bener, korupsi dimana-mana. apakah dengan ditariknya subsidi BBM tersebut akan membuat pemerintah memperbaiki infrastruktur dan pendidikan di negeri ini? uang pajak yang dulu-dulu aja sebagian besarnya dikorupsi. siapa yang bisa menjamin dana yang dulunya digunakan untuk subsidi BBM tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur? yakin program ini bisa berjalan tanpa dana-nya dikorupsi disana sini? teori tersebut baru bisa berjalan kalau pemerintahnya udah bener. maka, sebaiknya yang harus dilakukan sebelum menarik subsidi BBM adalah perbaiki dulu sistem pemerintahan di negara ini. baru nantinya bisa memberikan alasan-alasan logis dan ideal seperti diatas.

Kalau patokannya diri sendiri, saya tidak begitu peduli dengan kenaikan harga BBM. tapi bagaimana dengan masyarakat kecil yang terkena imbas dari hal tersebut? Indonesia ini adalah sebuah negara, ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. ada yang megurus dan ada yang diurus. saat pemerintah membuat kebijakan baru, seharusnya yang dikemukakan bukan hanya alasannya saja, tapi juga jalan keluar dari masalah baru yang akan muncul. kalau memang pemerintah bisa memberikan jalan keluar yang baik, ya gak masalah. Tapi apakah BLT Rp.150.000 per bulan itu adalah solusi yang baik? Jadi sebelum pemerintah akan mengangkat isu ini kembali yang katanya sesegara mungkin, sebaiknya pikirkan dulu baik-baik bagaimana solusinya.

Dan 1  hal lagi yang masih mengganjal adalah... kenapa masih banyak orang yang menggunakan kata "ANARKISME" "ANARKI" dan "ANARKIS" untuk menggambarkan kekerasan dan kebrutalan? Kalau masyarakatnya, yasudahlah.. mungkin karena memang kurang informasi. Tapi media? sesekali main-mainlah ke wikipedia. baca ini http://id.wikipedia.org/wiki/Anarkisme dan http://id.wikipedia.org/wiki/Anarkis

Demikian, teori tidak ideal dari saya.


Back to Top