0
  The Bit That I don't Get


Ada beberapa hal yang sampai saat ini gak bisa aku mengerti..

# Di serial Homeland, Jessica memanggil Nicholas Brody dengan "BRODY",  Ya wajar kalo yang manggil Brody adalah Carrie atau agen CIA lainnya.. tapi istrinya? masa' manggil pake nama belakang? even Abu Nazir called him Nicholas..

# Did some people talk bad about me behind my back and act really nice in front of me? Yes. why? i don't know. am I too scary? Oh boy.. are they my friends? Nope. not really, just some people who feel distracted by me because sometimes i break the rules. how do i know? well, i've got "eyes and ears". plus i kinda have 'Sherlock' ability. do I care? No.

# Aku heran melihat orang luar justru lebih banyak tau tentang sejarah Indonesia dibandingkan dengan orang Indonesia-nya sendiri. Aku punya temen, namanya Diana, dari Amerika.. 1 tempat kerja di CCR dulu.. kemaren itu, aku sempat baca blog-nya, sebagian besarnya cuma cerita2 pribadi dia. tapi ada 1 postingan yang ngomongin tentang sejarah Aceh dengan Indonesia, ~> "The Veranda of Mecca" aku suka postingan ini, kalau ditanya pada remaja aceh + indonesia keseluruhan, aku yakin gak banyak yang tau, mungkin bahkan gak peduli. Aku bukan fans Soekarno, aku bahkan gak suka dia.. tapi aku setuju 100% dengan kata-kata "jangan sekali-kali melupakan sejarah."

# Banyak orang2 yang bilang konflik Palestina dan Israel bukan masalah agama, tapi politik. okay... aku gak mau berargumentasi dalam hal ini, bukan karna takut.. tapi karna emang aku ga tau banyak tentang apa yang terjadi di "balik layar", yang aku tau cuma yang terlihat di depan. yang tidak aku mengerti adalah.. saat terjadi penyerangan WTC, hampir semua orang mengaitkan dan mengatakan ini konflik agama, sehingga tertanamlah ide "ISLAM = TERORIS" padahal kita tau (atau mungkin gak tau) bahwa Afghanistan dan Amerika punya sejarah 'perang dingin' nya sendiri, tapi semua orang sepertinya lupa dan oke2 aja dengan isu 'konflik agama'. Saat israel (mayoritas yahudi) menyerang palestina (mayoritas islam), ini konflik politik. saat afghanistan (mayoritas islam) menyerang amerika (mayoritas kristen) ini konflik agama. i  don't understand. Well, thank God for 'The Newsroom', walaupun ini cuma serial tv, paling gak.. mereka bisa melihat keadaan dengan lebih fair.

# Beberapa waktu yang lalu, sempat nonton video "Vino & Marsha", aku gak tau kenapa aku nonton video ini, padahal aku bahkan gak pernah ngefans sama mereka berdua dan gak peduli dengan hubungan cintanya. aku agak terganggu dengan kalimat "Cinta itu indah tapi menjalaninya ga semudah dan semulus cerita di dongeng." well, this woman completely has no idea how complicated fairy tales are these days.. or back then. hampir semua orang menganggap dongeng itu simple, happy ending dan sederhana. the fact is, when you're talking about fairy tales, it's not only disney fairy tales, darling. but the whole fairy tales.. Grimm's and other version of fairy tales, the earliest version, the dark and unhappy ending ones. read this ~> GRIMM's and Top 10 Gruesome Fairy Tales Origins belom lagi kalo baca versi John Connolly di the Book of Lost Things. "Semudah dan semulus cerita di dongeng", huh?

# Aku sama sekali gak ngerti kenapa ada film2 yang tokoh utamanya menggunakan aksen palsu, kayak One Day dan Inglorious Basterds, kalau emang mau karakternya dengan aksen kayak gitu harusnya cari orang dengan aksen kayak gitu, kenapa malah maksain dibintangi sama artis terkenal tapi pake aksen palsu, jadinya sangat mengganggu. Setelah sekian lama, akhirnya beberapa minggu yang lalu aku nonton Inglorious Basterds, aku gak ngerti kenapa orang-orang suka dan ngasih rating tinggi untuk Inglorious Basterds (mungkin karna sutradaranya Quentin Tarantino dan dibintangi oleh Brad Pitt) tapi bagi aku, ceritanya terlalu dibuat-buat, terlalu amerika, Hitler mati dalam bioskop? really? that's stupid. plus aksen Brat Pitt bikin aku pengen ngeliat dia ditembak pake shotgun. Oops, ini bukan postingan edisi review film ya? *lupa diri* *nyengir*

Sudah, sekian dulu. Daripada mikirin yang gak dimengerti, mendingan mikirin yang dimengerti aja..

Back to Top